FF : The House Tree (Part 3)

the tree house 3

Tittle                : The Tree House

Author             : Oh Mi Ja

Cast                 : All member EXO

Genre              : Frienship, Brothership, a little Comedy

Summary       : “Jangan bingung. Jika kau suka, pacaranlah dengannya, jika tidak, tolak secara baik-baik. Hanya begitu, hyung”

 

“Hyung, kemanapun kau pergi aku akan mengikutimu”

Kris semakin menguatkan pelukannya lalu menghusap lembut rambut Chanyeol.

 

 

“Apa ini ?”tanya Sehun saat berdiri didepan sebuah pohon yang bentuknya sangat unik. Ada sebuah teras didepannya. Benar-benar terlihat seperti sebuah rumah dalam ukuran lebih kecil, ada sebuah tangga yang terjulur kebawah. Warna rumah pohon itu juga berwarna warni. Indah.

“Ini tempat yang ku bilang rahasia tadi”jelas Xiumin  tersenyum lebar

“Mwo ?”

“Ini rumah pohon yang kami.. umm.. maksudku kita buat dulu”tambah Jongin

“Jeongmall ? Huaaah.. Yeppeoda”kata Sehun terkagum-kagum melihat rumah pohon itu. Benar-benar cantik, ada lampu-lampu kecil berwarna-warni yang juga menghiasi rumah pohon itu. Luhan menatap Sehun lalu tersenyum, ini pertama kalinya ia melihat Sehun tersenyum.

“Neomu..Neomu..Neomu yeppeoda”serunya antusias.

“Ayo keatas”ajak Luhan menarik lengan Sehun.

“apa ini aman ?”

“Tentu. Kajja”

—–____—–

Kris menatap sekeliling rumah barunya. Rumah yang sangat kecil, hanya terdapat satu kamar tidur, satu kamar kecil dan dapur. Satu-satunya rumah murah yang ia dapatkan dipinggiran kanada. Ia sudah memutuskan untuk meninggalkan rumah itu dan hidup seorang diri.

“gwenchana ?”tanya Kris pada Chanyeol. Ia sedikit khawatir adiknya tidak akan bisa menyesuaikan diri dengan hidup barunya.

“Gwenchana. Jika dibersihkan, rumah ini juga akan nyaman”jawab Chanyeol memamerkan deretan gigi putihnya.

“Semua harta appa sudah diberikan pada Sehun, aku hanya diberikan sedikit. Setidaknya cukup untuk membeli rumah ini. Dan untuk biaya sekolah kita, aku akan kerja part-time. Bersabarlah, 2 tahun lagi setelah aku lulus. Aku akan bekerja lebih giat mengumpulkan uang untuk kembali ke Korea dan mencari Sehun”

“Hyung, jangan menyiksa dirimu. Appa juga memberikan sedikit uang padaku, bisa kita gunakan untuk biaya sekolah dan keperluan sehari-hari”

“Mianhae…”lirih Kris merasa sangat bersalah.

Masih dengan senyuman yang mengembang diwajah, Chanyeol menghampiri Kris dan merangkul pundak hyungnya itu, “Aniyo.. Kita harus bekerja keras bersama-sama hyung”

—-___—-

Sehun berjalan keluar kelasnya bersama Jongin. Sampai dilapangan, mereka mencari tempat teduh untuk duduk sambil menunggu Kyungsoo, Tao dan juga Baekhyun. Saat ini, mereka berada disatu Sekolah Menengah Pertama yang sama hanya saja berbeda tingkat. Jongin dan Sehun berada ditingkat 1, Tao dan Kyungsoo ditingkat 2 dan Baekhyun ditingkat 3.

Luhan, Suho, Lay dan Xiumin juga berada di Sekolah Menengah Umum yang sama. Tempatnya hanya bersebelahan dengan gedung sekolah Sehun. Tak lama Kyungsoo dan Tao muncul. Mereka duduk dikursi yang sama dengan Sehun dan Jongin.

“Mana Baekhyun hyung?”tanya Sehun tidak menemukan sosok Baekhyun

“Mungkin sebentar lagi akan keluar”jawab Tao. Lalu, ia mengeluarkan sebuah snack dari dalam tasnya dan memakannya seorang diri. Sehun mengulurkan tangannya mencoba memintanya tapi Tao buru-buru menjauhkan snacknya, “Shireo..!!”seru Tao

“Yaa!! Mengapa kau keluarkan jika tidak mau membaginya denganku”cetus Sehun masih berusaha merampas snack Tao.

“Panggil aku hyung! Aku bahkan lebih tua darimu. Arasseo?!!”balas Tao tidak kalah ketus

“Shireo. Kita hanya berbeda satu tahun. Aku tidak mungkin memanggilmu hyung! Berikan padaku!!”

Sehun mencoba kembali merampas snack milik Tao. Ia berusaha keras sambil menarik-narik baju seragam Tao. Percuma. Tao memiliki tubuh yang tinggi dan dia juga sangat ahli dalam bidang wushu. Sehun tidak akan bisa mengalahkannya. Bahkan tubuhnya lebih kecil dari Tao. Tiba-tiba terlintas sebuah ide dipikiran Tao. Ia tersenyum jahil menatap Sehun.

“Baiklah. Aku akan memberikannya padamu tapi dengan satu syarat”serunya menyeringai

“Mwo?”

“Memohon padaku dengan ucapan formal. Kau juga harus memanggilku hyung. Palli”

Jongin dan Kyungsoo tertawa. Sehun memang tidak pernah sekalipun berbicara formal dengan siapapun. Bahkan dengan Nyonya dan Tuan jung.  Karena itu, dia tidak pernah memanggil Tao dan Jongin dengan sebutan hyung. Dia pikir umur mereka tidak jauh berbeda.

“SHIREO!!”tolak Sehun mentah-mentah

“Palli..”paksa Tao

Sehun mulai kesal. Ia memandang Tao dengan wajah cemberut. Kemudian melipat tangannya didepan dada dan membuang pandangannya kearah lain.

“Tao-yah.. Bukankah kau ada latihan wushu? Kenapa disini?”tanya Baekhyun tiba-tiba muncul. Tao menoleh. Melihat Tao lengah, Sehun buru-buru merebut snack yang dipegang Tao.

“mehroong” seru Sehun menjulurkan lidahnya, Tao mencibir. Kemudian beralih pada Baekhyun.

“Aniyo. Aku tidak latihan hari ini”

“Geurrae? Baiklah. Ayo kita pulang. Aku sudah sangat lapar”

Mereka berjalan bersisian menuju rumah mereka. Sebelumnya, mereka juga mampir ke kedai bubble tea sebentar untuk membeli choco bubble tea kesukaan Sehun. Biasanya ia akan pergi bersama Luhan pada sore hari.

“Apa kau tidak bosan meminumnya setiap hari?”tanya Kyungsoo. Sehun menggeleng sambil tetap menyeruput bubble teanya.

“Paboya”seru Jongin menjitak pelan kepala Sehun. Sehun menoleh kebelakang dan melotot pada Jongin.

“YAA!! JONGIN-AH..!!”

“Panggil aku hyung!!”balas  Jongin

“Shireo!!”

“Yaa wae ??!!”

“Kau bahkan tidak terlihat seperti seorang hyung”jawab Sehun santai disusul satu jitakan dari Jongin lagi

“Yaa appo!!”

“oe, Sehunie”seru Baekhyun. Sehun menoleh. Ia sedikit heran karena Baekhyun tidak menatapnya tetapi menatap sesuatu yang ada didepannya. Seekor anak anjing. “Dia mirip dengan Sehun”lanjut Baekhyun lagi menunjuk anak anjing berwarna putih itu. Bulunya sangat bersih. Anak anjing yang disebut baekgu itu juga terlihat lucu. “kyeopta” Baekhyun menghampiri anak anjing itu gemas.

“Mwo? Mirip aku? Apa wajahku seperti anjing?”cetus Sehun kesal. Baekhyun mengangguk dengan wajah tanpa dosanya membuat Sehun semakin mengerucutkan bibirnya.

“Benar. Dia mirip Sehun, lihat bulunya seperti kulitnya” Kyungsoo menambahi disusul suara tawa dari Baekhyun, Jongin dan Tao.

“YAA!!”

“BHAHAHAHAHAAA”

Sehun melototi semua hyungnya itu seperti ingin memakan mereka hidup-hidup. “kalian menyebalkan”ucap Sehun lalu pergi meninggalkan mereka.

“Yaa, Baekgu-yah. Tunggu!!”

—-___—-

Sehun menatap setumpuk piring-piring kotor yang ada didepannya. Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan. Tangan-tangannya mulai bekerja membersihkan piring-piring itu. Sekarang ia sudah sangat lihai. Sepulang sekolah, ia akan selalu membantu nyonya Jung. Karena itu nyonya jJung sangat menyayanginya sekarang.

“Adeul, kau tidak keluar ? Bukankah ini saatnya kau latihan?”tanya nyonya Jung sembari membantu Sehun mengelap piring.

“Aku akan pergi setelah menyelesaikan tugasku oema”jawab Sehun

“Andai semua hyungmu seperti kau. Luhan hanya tau bermain bola, Baekhyun, Tao dan Jongin juga hanya bermain. Mereka benar-benar menyebalkan”keluh nyonya Jung membuat Sehun tertawa kecil

“Gwenchana oema, aku akan membantu oema setiap hari” Sehun meletakkan piring terakhirnya, “Baiklah, aku sudah selesai. Aku pergi dulu, annyeong”lanjut Sehun sambil berlalu. Sehun memang ikut klub dance disekolahnya bersama Luhan, Lay, Xiumin dan Jongin. Setiap 3 kali seminggu mereka akan latihan disekolah Luhan.

Sehun menatap arlojinya, sudah waktunya Luhan pulang berarti kelas dance akan dimulai 15 menit lagi. Sehun sedikit berlari, dipersimpangan ia bertemu dengan Kyungsoo dan Jongin. Kyungsoo juga akan mengikuti klub voice bersama Baekhyun dan Suho. Sama seperti klub dance, klub ini juga dilangsungkan selama 3x seminggu. Tempat latihannya juga berada disekolah Luhan.

“Bagaimana kalian bisa bersama?”tanya Sehun bingung.

“Aku kerumah Kyungsoo hyung tadi, dia membuat makanan enak”jawab Jongin

“Mwo? Yaa hyung, kenapa tidak memberitahuku?”protes Sehun

“Aku tau setiap pulang sekolah kau harus membantu oemamu, tapi tenang saja aku membawakan ini untukmu”seru Kyungsoo memberikan sebuah bekal makanan berwarna biru pada Sehun. Sehun mengerutkan keningnya lalu menerima bekal itu dan membukanya. Matanya melebar.

“Spaghetti ? Untukku?” Kyungsoo mengangguk “Huuaah, gomawo hyung. Aku pasti menghabiskannya”

Tak lama mereka sampai disekolah Luhan. Masih 10 menit. Mereka memutuskan untuk duduk dikantin sekolah Luhan dan mengambil tempat dibawah pohon rindang. Kyungsoo dan Jongin memesan orange jus. Sedangkan Sehun memesan lemon tea. Ia juga memakan bekal buatan Kyungsoo.

“Kalian disini ? aku mencari kalian”ucap Baekhyun sudah mengambil alih kursi disamping Jongin. Ia langsung menyeruput orange jus milik Jongin tanpa basa-basi. Kyungsoo dan Jongin menatapnya bingung. Sedangkan Sehun masih asik dengan bekalnya.

“Wae geurae?”tanya Jongin bingung melihat Baekhyun sedikit terengah-engah

“Tao ingin membunuhku. Dia memaksaku menemaninya kerumah temannya dengan berjalan kaki. Dan tadi, aku harus mengelilingi sekolah ini untuk mencari kalian”jelas Baekhyun, napasnya masih terdengar satu-satu. Mereka memang tidak memiliki ponsel sehingga tidak bisa mengabari satu sama lain. Mereka hanya mengandalkan feeling mereka masing-masing. “Mana Luhan hyung dan yang lain?”tanyanya

“Molla, mungkin masih dikelas”jawab Kyungsoo.

Tak lama yang dibicarakan datang. Luhan, Suho, Xiumin dan Lay segera menghampiri mereka. Luhan duduk disamping Sehun. “Apa itu?”tanya Luhan menunjuk sesuatu yang Sehun makan

“Spaghetti. Kyungsoo hyung membuatkannya untukku, hyung. Kau mau?”seru Sehun menyodorkan spaghetti yang sudah ia lilitkan digarpunya pada Luhan. Luhan mengangguk lalu Sehun menyuapinya.

“hmm, Mashitda. Kyungsoo-yah kau sangat hebat”puji Luhan.

Akhirnya Luhan dan Sehun menghabiskan spaghetti buatan Kyungsoo itu bersama membuat Baekhyun mendengus kesal.

“Bahkan kau tidak menawariku saat aku sampai”cibirnya. Sehun seperti tuli, ia terus makan dan tidak menghiraukan ucapan Baekhyun. Suho menatap arlojinya lalu berseru.

“Sudah waktunya latihan, kajja” Mereka mengangguk lalu bergegas menuju tempat latihan. Mereka berpisah ditangga koridor karena ruang dance terletak dilantai 2 dan ruang voice dilantai 1.

“2 Jam lagi kita bertemu disini”seru Xiumin disusul anggukan yang lain.

—-____—-

Baekhyun, Suho, dan Kyungsoo duduk ditangga koridor secara bersisian. Mereka menunggu Luhan, Sehun, Jongin, Lay dan Xiumin yang masih berada diruang latihan.

“aku tidak sabar menjadi murid SMU”seru Baekhyun merentangkan tangannya dianak tangga. Kyungsoo mengangguk, menyetujui ucapan Luhan.

“Nado”

“Menjadi murid SMU sangat menyenangkan. Kalian tau ? Buku yang ada diperpustakaan sangat lengkap. Tidak seperti waktu SMP” Suho mulai mengoceh soal buku pelajaran. “Sangat mudah menemukan jawaban yang kalian tidak tau. Diperpustakaan juga ada—“

“Hyung,”seru Baekhyun menghentikan ocehan Suho. Suho menoleh.

“wae ?”

“Jika kau terus bercerita tentang buku. Aku akan tertidur. Kau seperti sedang mendongeng”

“Ya, kalian harus giat belajar. Buku adalah hal yang penting bagi—“

“annyeong haseo..”

Ocehan Suho lagi-lagi terhenti saat tiba-tiba seorang yeoja menghampiri mereka. Suho, Kyungsoo dan Baekhyun tersentak lalu saling pandang . Mereka langsung berdiri dan membalas salam yeoja itu.

“Oe? Sunbae?”seru Suho yang menyadari bahwa ia adalah teman sekelas Luhan. Yeoja itu tersenyum. Ia lalu menyodorkan sebuah surat pada Suho.

“Bisakah bantu aku memberikannya pada Luhan?”ujarnya malu-malu. Mereka tersentak bersamaan. “Aku sedikit malu memberikannya langsung, jadi bisakah bantu aku?”

Suho berpikir sejenak lalu menerimanya. Ia tidak punya pilihan, karena yang memberikannya adalah sunbaenya. “Arasseoyo. Aku akan memberikannya pada Luhan hyung”

“Gomawo. Annyeong”. Suho tersenyum kikuk lalu menatap Kyungsoo dan Baekhyun bingung.

“Whooaa, Luhan hyung sangat terkenal. Bahkan dia mendapatkan surat cinta”seru Baekhyun tak menyangka. Suho mengangguk setuju. Luhan memang cukup popular dikalangan namja ataupun yeoja karena dia adalah kapten tim sepak bola disekolahnya. Ia juga sangat ramah, membuat namja ingin berteman dengannya dan yeoja ingin berpacaran dengannya.

Tak lama mereka datang. Suho langsung memberikan surat itu pada Luhan. Ekspresi mereka sama. Terkejut. Luhan sendiri ikut terkejut begitu menerimanya.

“Untukku? Jinjja?”tanyanya tak percaya. Suho mengangguk mantap. Luhan mengerutkan keningnya bingung. Ia duduk ditangga koridor disusul yang lainnya yang juga duduk mengerubutinya. Ia membukanya perlahan. Keningnya semakin berkerut saat membaca nama pengirimnya. “kim hyura”serunya pelan. Keningnya tak lagi berkerut, kali ini ia nyaris membuat kedua bola matanya melompat keluar setelah membaca isi surat tersebut. Yeoja itu menyatakan cinta!

“Huaah, dia menyatakan cinta padamu hyung”ujar Sehun. Luhan masih diam.

“Kim hyura? Bukankah dia salah satu yeoja popular? Kalau tidak salah dia duduk didepan kita”sahut Xiumin mengingat-ingat. Luhan tetap bungkam. Ia melipat surat itu dan memasukkannya kedalam saku jaketnya.

“Kajja”ujarnya sambil menarik Sehun untuk berdiri. Yang lain juga begitu. Disepanjang jalan, Luhan nyaris tidak bersuara. Dia sangat bingung. Bahkan saat yang lain bercanda, dia tidak bereaksi.

“gwenchana?”tanya Sehun menyikut Luhan pelan. Luhan tersentak, lalu mengangguk.

“Kau mau beli bubble tea?”tanya Luhan

“ani. aku sudah membelinya tadi”jawab Sehun. “Jangan bingung. Jika kau suka, pacaranlah dengannya, jika tidak, tolak secara baik-baik. Hanya begitu, hyung”

“Justru karena aku bingung bagaimana harus menolaknya”

“MWO? MENOLAKNYA?”seru Xiumin, Lay dan Suho bersamaan. Perpaduan suara mereka membuat Luhan sampai menutup telinganya karena suara mereka sangat keras.

“Hyung, kau gila? Kim hyura noona adalah yeoja yang sangat cantik”ucap Lay sedikit ragu dengan mata Luhan. Apa dia tidak bisa melihat gads cantik ?

“Nde, banyak yang mengejarnya. Kenapa kau tidak menyukainya?” kali ini Xiumin berkomentar

“aku hanya menyukainya saat ia melihatku bermain bola”jawab Luhan pelan

“Mwo? Hyung, kau hanya menganggapnya sebagai supporter? Kau jahat sekali”cetus Suho geleng-geleng kepala.

“Aniyo. Aku hanya senang saat disemangati dari sudut lapangan. Lagipula aku tidak punya niat untuk menjalin hubungan saat ini”

“Hyung, Keundae—“ Suho masih berusaha meyakinkan Luhan.

“Hyung, kau sangat keren. jeongmall”seru Jongin bangga diikuti anggukan Baekhyun. Mereka berdua merangkul pundak hyungnya itu dan memperlihatkan ibu jari mereka pada Luhan. Luhan tersenyum.

“Oe? Sehunie..”ujar Kyungsoo tiba-tiba. Yang lain mengikuti arah telunjuk Kyungsoo. Ia menunjuk seekor anak anjing yang tadi mereka lihat saat sepulang sekolah.

“Hyung, apa aku benar-benar seperti anak anjing?”cetus Sehun kesal karena lagi-lagi disamakan dengan anak anjing. Ia berjalan pelan, mendekati anak anjing itu lalu berlutut dan menghusap kepalanya. “kyeopta”ujarnya gemas. Ia menoleh pada Luhan, “Hyung, bolehkah aku memeliharanya?”

“Andwae. Oema tidak suka jika ada binatang peliharaan” Luhan langsung menggelengkan kepalanya.

“waeyo? Dia lucu”seru sehun lagi memperlihatkan wajah memohonnya. Luhan menggeleng lagi

“Andwaeyo. Ayo pulang” Luhan menarik lengan Sehun membuatnya sedikit kecewa. Ia berdiri dan meninggalkan anak anjing itu sedikit berat. Ia benar-benar tidak bisa membantah ucapan Luhan. Ia akan memilih diam daripada berdebat.

“Annyeong Sehunie..”seru Baekhyun sebelum ia berbalik pada anak anjing itu.

—-___—-

Bel istirahat berbunyi. Semua murid-murid berhambur meninggalkan kelas dan menuju kantin. Perut mereka sudah menuntut untuk diisi. Tak terkecuali Luhan, ia merapikan semua bukunya dan bergegas menuju kantin bersama Xiumin. Suho dan Lay juga sudah menunggu didepan kelasnya.

“Luhan-sshi”panggil seseorang tiba-tiba. Luhan menoleh, ternyata Kim Hyura.

“Wae?”

“Bukankah ada yang harus kau katakan padaku?”ujarnya sedikit malu. Rona merah terpancar dari kedua pipi putihnya. Luhan memutar bola matanya, berpikir sejenak.

“Ah, arasseo. Sepulang sekolah tunggu aku ditaman”jawab Luhan lalu berbalik pergi sambil merangkul pundak lay.

“Kau yakin tidak mau menerimanya hyung?”tanya Suho saat mereka sudah sampai dikantin. Luhan menggeleng sambil tetap melahap makanannya.

“Apa kau tidak menyukai seorang yeoja?”ejek Xiumin membuat Luhan tersedak makanannya. Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Xiumin dan melotot kesal.

“Apa maksudmu? Tentu saja aku menyukai yeoja. Tapi dia bukanlah tipeku”cecar Luhan dengan mulut yang masih penuh makanan itu. Xiumin tertawa kecil.

“Itu karena kau tidak pernah berkencan dengan yeoja. Setiap hari kau hanya menghabiskan waktumu dikedai bubble tea bersama Sehun”

“Dia lebih penting dari seorang yeoja. Aku benar-benar tidak punya ketertarikan untuk memiliki yeojachingu saat ini”jawab Luhan acuh.

“Aku rasa aku harus pergi. Cho sonsengnim menyuruhku untuk memeriksa ujian para murid. Annyeong” Suho berdiri dari duduknya kemudian pergi.

“Mwo? Kenapa dia yang harus memeriksanya?”tanya Luhan bingung

“Dia diangkat menjadi tangan kanan Cho sonsengnim”jelas Lay . Suho memang salah satu murid yang berprestasi di SMU Busan. Selain pintar, dia juga tampan. Menjadikannya sebagai murid yang juga popular seperti Luhan.

Mereka berempat dikenal sebagai Flower Boy di SMU Busan. Luhan adalah seorang kapten sepak bola dan juga pandai bergaul. Ia akan ramah pada siapapun yang dikenalnya. Wajahnya juga terkenal imut dan innocent. Kemampuan menyanyi dan menarinya juga tidak buruk.

Xiumin juga salah satu anggota tim sepak bola bersama Luhan. Dia sangat baik dan selalu rendah diri. Wajahnya benar-benar imut dan membuat semua orang akan gemas padanya.

Lay terkenal sebagai dancing machine disana. Kemampuan menarinya benar-benar sangat bagus. Kepribadiannya bertolak belakang dengan Luhan. Ia adalah seorang yang pendiam dan cool. Ia tidak banyak bicara dengan orang lain. Tapi jika dengan Luhan dan yang lainnya, ia berubah menjadi ceria dan tidak bisa diam. Membuat banyak yeoja yang penasaran untuk lebih mengenalnya.

Sedangkan Suho, ia memiliki wajah yang benar-benar tampan. Wajahnya sangat beribawa dan mempunyai karisma.  Otaknya juga sangat pintar.

—___—

Sepulang sekolah mereka berpisah ditangga koridor. Luhan menuju taman sekolah sedangkan Lay, Suho dan Xiumin menunggunya dipintu gerbang. Dari jauh, Kim Hyura tampak sedang duduk disebuah bangku kayu yang terdapat didepan kolam ikan sekolahnya. Yeoja itu sangat cantik. Ia memiliki rambut panjang bergelombang dan bermata besar.

“Annyeong”sapa Luhan lalu duduk disebelahnya. Kim hyura sedikit terkejut lalu membalas senyuman Luhan. Jantungnya benar-benar berdetak sangat cepat sekarang. “kau sudah lama menunggu?”tanya Luhan basa-basi. Yeoja itu menggeleng

“baru saja”

Mereka hening untuk beberapa saat. Suasana benar-benar kaku. Luhan menarik napas panjang lalu menatap yeoja cantik yang duduk disebelahnya ini.

“Mianhae”ujarnya dengan nada pelan. Yeoja itu menoleh

“Yee ?”

“Mianhae. Aku tidak bisa menjadi namja chingumu”lirih Luhan

Kim hyura tersentak. Matanya melebar sedikit tidak percaya.“W-wae?”ujarnya terbata

“Aku hanya tidak punya niat untuk menjalin hubungan sekarang. Mianhae”seru Luhan tidak tega.

Kim Hyura sedikit menunduk. Wajahnya mulai memanas.

“Hmm, aku rasa aku harus pergi. Teman-temanku sedang menungguku. Annyeong”lanjut Luhan lagi lalu pergi. Ia benar-benar tidak bisa jika melihat yeoja itu menangis didepannya.

Luhan berjalan menuju gerbang sekolah. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Hatinya dipenuhi dengan rasa bersalah yang teramat dalam. Ini pertama kalinya dia menyakiti seorang gadis.

“Otthe? Dia menangis?”tanya Xiumin ingin tahu. Luhan mengangkat kedua bahunya lemah.

“Molla. Aku meninggalkannya setelah bicara”

“Mwo? Kau jahat sekali”

“Aku hanya tidak tega jika meihatnya menangis didepanku”

Xiumin menatap sahabatnya lalu menepuk pundaknya pelan. Ia mengerti.

“Sudahlah. Kajja”

To be Continue……

19 thoughts on “FF : The House Tree (Part 3)

  1. winda berkata:

    chingu cepatan bikin ff exo 12 forcas 12 knight chapter 15 dong..seru banget..bikin penasaran…apalagi nunggu endingnya…bisa tu di bikin film..oh ya sama ff the tree house chapter 5 dan selanjutnya…oh ya juga boleh rikues ga..bikin kan ff exo spesial kris dong…tapi gak yang cintaan yang agak seru gitu..kalau perlu..sesuai dengan sifat asli kris..ya chingu…@_@

  2. cheonsaelfishyhae berkata:

    Bagus Luhan menolaknya *plakbughplak*
    soalnya klo diterima ff nya gak jadi pure brothership hehehe

    ah sampai kapanpun brothership selalu jadi ff no.1 favoritku deh ..

    Bagus!!

  3. chyshinji berkata:

    Rumah pohonnya bagus yaaaaa >,< #nunjuk nunjuk gambar, kekeke. Bagus deh Luhan nolak tuh cewek. Luhan mah sama Sehun aja ya. Hunhan pokoknya. #keracunan yaoi

  4. Hyobyung berkata:

    kok jdi keinget ama dramanya reply 1997.. agak mirip menurut saya thor🙂
    tapi apapun itu menurutku ceritanya daebakk !

  5. ChoChoi45 berkata:

    huaa ada puppy mirip thehunieku..
    tp hyura rada kesian sie..
    gpp deh kan ni fict genrenya brothership kagak ada tuh yg namany romance…
    eummm oh mi ja ssi… saya ijin gk komen ya.. komen dilast part aja…
    gomawo

  6. rizqajuga berkata:

    Hahaha Sehun… Sehun…

    Luhan type nya kya gimana sih ? kya aq gk ? #PLAAAKKK *abaikan

    kya nya rame yah klw punya saudara bnyak n temen2 yg seru jg !

    Cerita nya ringan tp KEREN ! Hahaha

    Lanjut ah… (bacanya)

    Hohoho ~^O^~

  7. wikapratiwi8wp berkata:

    hhmmm…menghabiskan waktu dengan menemani sehun membeli bubble tea memang lebih penting oppa dibanding punya yeojachingu….setuju banget dehhh hahaha kan sehun adik kesayangan….haha🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s