FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 3)

oh my siwon oppa

Tittle                      : Oh, My siwon oppa ^^

Author                  : Oh Mi Ja

Cast                       : Tiffany (Snsd), Siwon (Suju), Eunhyuk (Suju)

Support Cast        : Sooyoung (SNsd), Yoona (Snsd)

Genre                   : Romance, Comedy

Summary             : “oppa, ayo masuk. Hujannya sangat deras” tanpa sadar, Fany menarik lengan Siwon dan membawanya masuk kedalam rumahnya.

“aku melihat namja yang ku sukai sedang bersama yeoja chingunya kemarin. Saat kita berada di Lotte World”

“Bersama yeoja chingunya ?” Sooyoung mengulang ucapanku

Aku mengangguk, “Yah, dia sedang bersama yeoja chingunya dan membuatku patah hati…”

“lalu bagaimana kau bisa bertemu Eunhyuk oppa ?”

“saat melihatnya, tanpa sadar aku berlari dan menangis. Saat berlari, ada seseorang mendorong tubuhku dan aku jatuh menimpanya”

“Fany-ah, kenapa kau tidak menceritakannya padaku ?”

Aku tersenyum kecut, “gwenchana”

“lalu bagaimana dengan nasib namja itu ? Kau menyerah ?”

“tentu saja. Bukan hal baik menyukai namja yang sudah memiliki pasangan”

“Carilah namja lain. Kau sangat cantik”seru Sooyoung menghiburku

“tidak akan mudah. Aku telah menyukainya selama 3 tahun, melupakannya pasti sangat sulit”

“3 tahun ? Kau menyukainya selama 3 tahun ?”tanya Sooyoung tak percaya.

Aku mengangguk, “aku sudah menyukainya sejak hari pertama masuk sekolah menengah”

Sooyoung menatapku dengan pandangan iba, “kau pasti sangat sedih”. Aku hanya tersenyum tipis. Yang ku lakukan adalah hal benar bukan ? Aku tidak berbohong pada Sooyoung. Hanya saja, aku tidak mengatakan siapa sebenarnya yang terlibat dalam hal ini. “Bagaimana jika sepulang sekolah nanti kau kerumahku ? Aku akan membantumu mengerjakan pr matematikan”

“ke rumahmu ?”

“Tentu. Aku tidak mau kau dihukum lagi oleh Sonsengnim”

Andai saja bukan yeoja ini yang menjadi yeoja chingu Siwon oppa. Aku pasti akan sangat bahagia mempunyai teman seperti dia. Tapi, aku juga tidak membencinya. Jika dia tau sejak awal, Sooyoung pasti tidak akan mau berpacaran dengan Siwon oppa. Aku yakin. Dia adalah yeoja baik hati.

“Baiklah”balasku akhirnya

***___***

Sooyoung langsung menarik lenganku saat bel pulang berbunyi. Kami segera mencari taksi kosong dan melompat kedalamnya. Mataku membulat lebar saat taksi berhenti didepan rumah Sooyoung. Rumahnya sangat besar dan cantik. Didepan rumahnya terdapat sebuah taman bunga berwarna-warni yang tumbuh dengan rapi. Kami berjalan siatas jalan setapak batu kerikil yang membelah taman. Rumahnya memang bergaya sederhana, namun tetap terdapat kesan elegan.

Sooyoung segera memperkenalkanku pada oemanya saat kami masuk kedalam rumah. Aku membungkuk 90° lalu tersenyum lembut. Oemanya saja sangat cantik. Aku tidak heran, jika Sooyoung juga begitu.

Sooyoung segera membawaku menuju kamarnya dilantai 2. Kamarnya tak jauh berbeda dengan kamarku. Walaupun aku bukan anak orang kaya, tapi nenek membuatkan kamar yang sangat indah untukku. Bahkan bisa dibilang, kamarku lebih bagus dari kamar Sooyoung.

“jangan terlalu serius, ayo makan kue ini”seru oema Sooyoung masuk membawa sebuah nampan berisi beberapa kue kecil dan limun. “Fany-ah, makanlah ini”tawarnya

“Gomapseumnida Omoni”

“Makanlah bersama kami nanti. Omoni akan membuatkanmu masakan enak”

“animida. Omoni tidak perlu repot-repot, aku akan makan dirumah saja nanti”tolakku halus

“Andwaeyo. Kau harus makan bersama kami. Kau adalah teman Sooyoung, jadi kau harus makan bersama kami”

“Fany-ah, makanlah bersama kami” Sooyoung juga bersuara

“Arasseoyo. Aku akan makan bersama kalian. Gomapseumnida Omoni”

“Aniyo. Lanjutkan belajar kalian”seru oema Sooyoung lembut. Sesaat sebelum ia pergi, ia mengulurkan tangannya dan menghusap rambutku. “Ah, yeoppodda”

Aku terpaku. Sentuhan ini adalah sentuhan seorang ibu. Sesuatu yang sudah tidak lagi ku rasakan sejak bertahun-tahun. Rasanya sangat lembut. Membuatku sangat nyaman.

“Fany-ah, nanti aku akan memperkenalkanmu pada seseorang yang waktu itu aku bilang” suara Sooyoung membuyarkan lamunanku.

Aku mengerutkan kening, “maksudmu seseorang yang special ?”

“Yee. Dia juga akan makan bersama kita”

Deg. Siwon oppa juga akan makan bersama ? Apa hubungan mereka sudah sangat serius ?. “apa kalian sangat dekat ?”tanyaku penuh selidik

“Tentu saja. Kami bahkan makan bersama setiap harinya”

Tuhan, bisakah aku pulang sekarang ? Aku sangat ingin pulang dan menangis dikamarku. Aku berjalan setengah malas menuju ruang makan bersama Sooyoung. Aku akan menjadi orang asing disini. Aku melihat Siwon oppa sudah duduk dimeja makan bersama orang tua Sooyoung. Ah, kakiku serasa melemah.

“oppa, dia adalah teman yang ingin ku perkenalkan padamu waktu itu”seru Sooyoung duduk disamping Siwon oppa. Aku tersenyum tipis kemudian membungkukkan tubuh

“annyeong haseo, chonun Hwang Tiffany imnida”

Siwon oppa hanya tersenyum dingin, membuatku semakin merasa menjadi orang asing disini.

“adeul, kau harus bersikap baik dengan teman Sooyoung”seru oema Sooyoung membelaku. Oe? Tunggu ? Adeul ? apa aku tidak salah dengar. “mianhae, fany-ah.. anakku yang satu itu memang sedikit dingin”tambah oema Sooyoung lagi. Aku masih termenung. Anak ?

“Fany-ah, Siwon oppa adalah kakak kandungku. Dia juga bersekolah disekolah kita”

Aku hampir memuntahkan kembali makananku saat Sooyoung selesai berbicara. Kakak? Jadi selama ini aku hanya salah paham ? Ternyata Siwon oppa adalah kakak Sooyoung? Pabo, Fany pabo! Sekarang, aku baru membenarkan bahwa diriku memang sangat bodoh. Bagaimana bisa aku mengira Siwon oppa adalah namja chingu Sooyoung ?. Sooyoung-ah, mianhae.. aku sudah salah paham padamu. Jeongmall mianhae. Aku benar-benar merasa malu pada diriku sendiri.

***___***

Selesai makan, aku dan Sooyoung kembali ke kamarnya dan melanjutkan mengerjakan pr matematika. Kejadian tadi tidak bisa membuatku fokus. Antara bahagia dan juga menyesal bercampur dibenakku. Aku sangat bahagia bahwa faktanya Siwon oppa adalah kakak kandung Sooyoung, tapi aku juga menyesal karena sudah berpikiran buruk pada Sooyoung.

“Fany-ah, gwenchana ?”tanya Sooyoung membuatku tersentak kaget. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali, lalu menoleh memandangnya kikuk.

“oe? Yee.. aku baik-baik saja”balasku sambil sedikit batuk kecil.

“Baiklah, kita lanjutkan lagi.. Bilangan yang ini dikalikan dengan—“

“hmm, Sooyoung-ah,”seruku memotong penjelasan Sooyoung. Dia menoleh.

“yee ?”

“Siwon oppa adalah kakak kandungmu ?”

Sooyoung megangguk, “emm..”

“Orang yang sangat penting bagimu adalah Siwon oppa ?”tanyaku lagi. Dia mengangguk lagi.

“wae ?”

“aniyo. Aku kira Siwon oppa adalah namja chingu-mu”balasku sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. Sooyoung tertawa.

“bukankah sudah ku bilang, orang yang akan ku kenalkan bukanlah namja chinguku”seru Sooyoung membuatku semakin merasa malu. “wae? Kau cemburu jika Siwon oppa adalah namja chinguku ?”

Aku tersentak kaget. Mataku melebar. Tiba-tiba aku menjadi gugup, “a-aniyo. Bagaimana mungkin? Hahaha..”ujarku tertawa gugup. Bagaimana bisa dia mengetahui perasaanku ?

Sooyoung menyipitkan matanya, ia menarik tubuhnya agar lebih dekat padaku. Aku sedikit menjauhkan wajahku dan tidak mau membalas tatapannya. Sooyoung mengatupkan kedua tangannya dipipiku, dan memaksaku untuk menatapnya. Wajahnya menatapku dengan penuh rasa ingin tahu membuatku sedikit ngeri. “Kau berbohong padaku ?”tanyanya penuh selidik

CKLEK

Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Sooyoung. Seorang namja bertubuh tinggi muncul, membuatku tubuhku semakin membeku.

“oppa, ketuklah pintu sebelum masuk”protes Sooyoung. Siwon oppa berjalan melewati Sooyoung dan menuju kearahku. Siapapun, tolong tahan tubuhku.. Aku ingin pingsan.

“Milikmu” Siwon oppa memberikan sebuah sapu tangan berwarna pink padaku. Aku masih membeku, menatapnya tanpa berkedip. Beberapa saat kemudian, aku mengerjapkan mataku karena kesadaranku sudah kembali.

“ah..emm..gomapseumnida”balasku kikuk

“bagaimana sapu tangan Fany ada pada oppa?”tanya Sooyoung

“Oema menemukannya diatas meja makan dan menyuruhku mengembalikannya padanya”jelas Siwon oppa lalu keluar kamar.

AUTHOR POV

Sooyoung memandangi Fany yang masih terpaku. Ia tersenyum geli. ‘Sudah sangat jelas, dia menyukai Siwon oppa’batin Sooyoung

“dia sudah menghilang”. Suara Sooyoung berhasil menyadarkan Fany dari lamunannya. Fany langsung merubah sikap duduknya dan segera meraih bolpoinnya. “aktingmu bagus sekali, Hwang Tiffany”cibir Sooyoung

“a-aniyo. Ayo kita lanjutkan pelajaran kita” Fany terus berusaha berkelit dari tuduhan Sooyoung

Sooyoung merampas paksa bolpoin Fany lalu menatap Fany lekat. Lagi-lagi ia bersikap seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi seorang penjahat kelas kakap.

“katakan padaku. Kau menyukai Siwon oppa?”tuntut Sooyoung,

“ani—“jawab Fany sembari menundukkan wajahnya karena wajah Sooyoung berjarak sangat dekat.

“Gojitmal. Kau menyukainya”paksa Sooyoung

“wae? kenapa kau sangat ingin tau?”

“tentu saja aku ingin tau. Siwon oppa adalah oppa-ku dan kau adalah sahabatku”

“Sudahlah. Jangan paksa aku”

“shireo! Katakan padaku!!” Sooyoung tetap bersikeras.

Fany menghela napas panjang karena merasa kalah, ia menatap Sooyoung dengan wajah cemberut. “baiklah. Aku mengaku. Namja yang ku sukai memang Si–”

“Sooyoung-ah, aku akan keluar mengantar oema” tiba-tiba Siwon membuka pintu kamar Sooyoung lagi membuat Fany langsung tersentak kaget. Ia menjadi gugup karena orang yang dibicarakan tiba-tiba muncul. Jantungnya berdegup kencang, takut ucapannya tadi didengar.

“oppa, sudah aku—“

“arasseo. Aku hanya menyampaikan pesan oema untuk menyuruhmu menjaga rumah” Siwon menutup pintu kamar Sooyoung kembali.

“apa dia mendengar sesuatu ?”tanya Fany sangat gugup

“sepertinya tidak”jawab Sooyoung santai. “lalu ? Kau menyukai Siwon oppa, benar kan ?

“hhh.. sudahlah..”

***___***

Sepulang dari rumah Sooyoung, Fany langsung berlari menuju taman depan rumahnya. ‘Mana kaleng cola-ku ? Itu adalah satu-satunya kenanganku dengan Siwon oppa’batinnya. Fany terus mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuang kaleng itu. Ia tidak menemukannya dimanapun.

Fany masih menelusuri taman kecil yang berada didepan rumahnya. Sudah 30 menit berlalu. Dia bahkan tidak masuk kerumahnya dan mengganti baju terlebih dahulu. Dibelahnya tanaman hias yang berdaun rimbun. Tidak juga ditemukan.

“oe ? itu dia..”seru Fany senang saat melihat kaleng cola-nya tergeletak dibelakang pot bunga. Fany langsung meraihnya dan memeluknya seperti sedang memeluk boneka. “akhirnya aku menemukanmu”soraknya.

“milikmu” Fany menoleh kebelakang saat mendengar suara seorang namja. Matanya hampir saja melompat keluar saat melihat Siwon sudah berdiri manis disana.

“o-oppa” hanya itu yang bisa diucapkan Fany saat melihat namja yang ia kagumi itu. Lidahnya terasa kelu.

“Sooyoung menyuruhku mengantarkan dompetmu”seru Siwon datar. “bisakah kau tidak merepotkanku ? Bagaimana bisa kau melupakan sapu tangan dan dompetmu ?”

Fany mengalihkan pandangan pada dompet pink yang dipegang Siwon. Benar, itu miliknya. “gomapseumnida”balas Fany tersenyum malu. “oe? Aku tidak melihat mobil oppa”lanjut Fany

“aku kesini dengan taksi. Sudahlah, aku pulang dulu”

“tunggu..” Fany tersentak kaget karena mulutnya bekerja lebih cepat, mendahului otaknya. ‘apa yang ku katakan ?. Siwon menoleh. “apa oppa tidak mau mampir kerumahku ?”tawar Fany masih dengan sisa-sisa rasa gugupnya.

“tidak”jawab Siwon ketus.

Siwon berbalik dan bergegas pergi. Namun, tiba-tiba takdir berkata lain. Hujan deras tiba-tiba turun membasahi bumi. Mereka sangat terkejut karena hujan turun dengan tiba-tiba. Sepertinya Tuhan berpihak pada Fany hari ini.

“oppa, ayo masuk. Hujannya sangat deras” tanpa sadar, Fany menarik lengan Siwon dan membawanya masuk kedalam rumahnya.

“Ya”protes Siwon namun tidak didengar oleh Fany. Ia tetap menarik lengan Siwon.

Fany buru-buru melepas cekalannya saat ia melihat tangannya sedang menggandeng tangan Siwon. Suasana canggung lagi-lagi mendominasi. Saat menyadari hal tadi, lagi-lagi Fany merasakan jantungnya bekerja lebih cepat. “cwesonghamnida, oppa. Aku tidak sengaja”seru Fany menunduk.

“aku akan menghubungi Sooyoung dan menyuruhnya menjemputku”balas Siwon

“algeseumnida”

“bisakah kau berhenti menggunakan bahasa formal padaku. Kau terlihat sangat aneh”

Mata Fany membulat lebar, ‘mwo? aku aneh? Aku sedang berusaha bersikap sopan padamu, bodoh’ batin Fany kesal.

“Sooyoung-ah, cepat jemput aku. Aku sedang berada dirumah temanmu”seru Siwon saat Sooyoung menjawab panggilan.

“andwaeyo. Diluar sedang badai, oema bilang tunggu saja disitu sampai hujan reda. Kami akan menjemput oppa”

“mwo ? Menunggu ? Aiish, aku akan naik taksi saja”

“Diluar sedang ada badai besar. Tidak akan ada taksi. Sudahlah, oppa tunggu saja disitu”

Klik. Sooyoung memutus panggilan seenaknya membuat Siwon berdecak kesal.

“oppa bisa menunggu Sooyoung disini”seru Fany seakan mengetahui isi pembicaraan mereka

“Aku hanya akan menunggu sebentar”ujar Siwon lalu duduk disofa ruang tamu. Fany mengangguk mengerti,

“aku akan ke kamarku dan mengganti baju. Chamkanmanyo..”

Fany setengah berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Ia segera menutup pintu dan bersandar disana. Jantungnya masih tidak karuan. Dipeluknya kaleng cola-nya erat-erat. Sebuah senyuman terlukis diwajahnya dan tak lama berubah menjadi sorakan senang.

“Kyaa!! Aku senang sekali.. AKU SENANG SEKALI!!!”serunya sambil melompat-lompat girang. “Tuhan terima kasih..terima kasih..”

Fany meletakkan kaleng cola-nya diatas meja belajar dan langsung melesat ke kamar mandi. Setelah mengeringkan tubuh dan mengganti baju. Fany berdiri didepan cermin besarnya. Ia berdehem kecil.

“oppa, kau mau minum teh?”serunya latihan dialog untuk menyapa Siwon nanti

“oppa, keringkanlah tubuhmu” setelah mengucapkan kalimat itu, Fany langsung menggeleng keras-keras.

“ani..ani.. menjijikan sekali..”

Kembali ia memperbaiki posisinya dan berekspresi sebaik mungkin, “oppa, aku akan membuatkan teh untukmu”

Fany tersenyum lebar saat mendapatkan kata-kata yang tepat. Ia segera melesat keruang tamu dan menghampiri Siwon. Ekspresi Fany berubah seketika saat melihat Siwon berdiri dan bergegas pergi.

“oppa, mau kemana ?”tanya Fany bingung

“tentu saja pulang. Bukankah sudah ku bilang, aku hanya akan menunggu sebentar ?”balas Siwon tetap dengan nada ketus.

“tapi, bukankah diluar masih hujan ?”

“Aku akan pulang bersama temanku. Dia akan sampai sebentar lagi”

Ting Tong..

“itu pasti dia”seru Siwon saat seseorang menekan bel rumah Fany.

Masih dengan tanda tanya besar, Fany berjalan menuju pintu. Saat pintu terbuka. Ia dan orang yang berdiri dibaliknya tidak bisa menyembunyikan rasa kaget mereka. Mulut mereka ternganga bersamaan. Beberapa detik kemudian, mereka berseru keras.

“KAU ???” Fany dan Eunhyuk menunjuk satu sama lain.

“Ya! mau apa kau kemari ? Bagaimana kau tau rumahku ??”cetus Fany langsung kesal

“Kau percaya diri sekali. Aku kesini untuk menjemput Siwon bukan menghampirimu!!”balas Eunhyuk tak kalah kesal.

“kau adalah teman Siwon oppa ?”tanya Fany tak percaya

“Yah. Dia temanku” Siwon menjawab pertanyaan Fany. Kemudian, ia berjalan keluar. “Gomawo atas tumpangannya. Aku pergi dulu”

Siwon merangkul pundak Eunhyuk dan memutar tubuhnya. Mereka berdua berlari menuju mobil. Fany masih berdiri terpaku sembari menatap mobil itu sampai hilang. Ia menunduk lemas.

“aku bahkan belum sempat menawarkan teh padanya”

***___***

Sooyoung segera menghambur kearah Fany saat melihat teman sebangkunya itu sudah menempati bangkunya. Ia terlihat sedang membolak-balik buku pelajarannya. Fany menoleh saat melihat Sooyoung datang.

“otthe ?”tanya Sooyoung tanpa basa-basi

Fany mengerutkan keningnya bingung, “apa ?”

“kemarin.. dengan Siwon oppa..”kejar Sooyoung tidak sabar. Fany langsung mengerti, wajahnya berubah menjadi lesu.

“aku bahkan belum mengobrol dengannya”

“oe ? wae ?”

“ini semua karena namja menyebalkan itu”rutuk Fany sangat kesal jika mengingat kejadian kemarin

“maksudmu Eunhyuk oppa ?”

“Jangan sebut namanya! Aku sangat membencinya!!”cetus Fany membuat Sooyoung langsung menutup mulutnya. Sebaiknya ia tidak bertanya lagi.

***___***

Ujian kenaikan kelas sudah berada didepan mata. Hanya tersisa beberapa hari lagi untuk belajar. Di hari minggu yang sebenarnya sangat cerah, Fany memilih untuk berdiam diri dikamar sambil mempelajari pelajarannya yang banyak tertinggal. Ia sangat serius membaca deretan kata dan angka yang bisa membuat kepala langsung terserang migran.

Tiba-tiba ponsel Fany berdering. Fany membuka laci meja belajarnya dan langsung mendekatkan ponselnya ketelinga setelah membaca nama Sooyoung.

“hmm..?”seru Fany masih dengan mata yang tak lepas dari bukunya.

“…..”

“MWOO???”. Fany melempar bolpoinnya dan berlari menuju balkon. Dilihatnya Sooyoung sudah berdiri sambil bersandar pada badan mobilnya. Saat melihat Fany, ia melambaikan tangannya.

“Ya! Choi Sooyoung, kau benar-benar…”

Fany mematikan sambungan panggilan dan meraih mantel pink-nya. Ia menuruni anak tangga dan berjalan keluar. Setelah mengunci pintu rumah dan pintu pagar. Ia dan Sooyoung masuk kedalam mobil dan menuju suatu tempat.

To be continue…..

Kependekan ya ?? Mianhae, author ngga punya banyak waktu berduaan sama laptop lagi selama liburan T.T . Mohon pengertiannya ^^

5 thoughts on “FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 3)

  1. mozaoke berkata:

    Ish,,,wonnpa jadi cowo dingin banget sich…emmm,,sooyoung ngomong apaan sich??
    Jadi penasaran…
    Wuaaaa,,makin serru…
    Author Next part jangan lama2 ya..
    Q tunggu..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s