FF : GANGSTER (Chapter 1)

gangster

Tittle                    : Gangster

Author                 : Oh Mi Ja

Main Cast            : Donghae (Suju), Eunhyuk (Suju)

Support Cast       : Yonghwa (Cn Blue), Yoochun (JYJ), Junsu (JYJ), Onew (Shinee), Minhoo (Shinee), Sungmin (Suju), Jessica (Snsd).   (nama pemain masih akan bertambah di part selanjutnya)

Genre                   : Action, Romance, Friendship

Summary              : Saat menoleh ke kiri, mata Donghae menangkap wajah seorang gadis yang berdiri disampingnya. Donghae terperangah. Wajahnya benar-benar sangat cantik.

 Annyeong… Author bawa FF baru nih.. part ini kebetulan pembuatannya cukup kilat. Hanya 3 jam. Whooaaa :D. Terima kasih Donghae oppa karena sudah ngasi saya inspirasi setelah liat foto oppa 😀

Happy reading ^^

“kau akan pergi ?”tanya seorang anak kecil berumur 5 tahun, Hyukjae.

Temannya mengangguk lalu memandang Hyukjae lirih, “oema dan appa harus mengurus bisnisnya di Amerika”

“aku pasti akan merasa kesepian jika kau tidak ada”

“Hyukjae-yah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Bukankah kita punya kalung ini ?”tunjuknya pada sebuah kalung berbandul gembok yang tersemat dilehernya. Sebuah kalung berbandul kunci juga tersemat dileher Hyukjae. “kita akan selalu berhubungan”

“Berjanjilah padaku kau akan kembali..”

“Aku berjanji, Hyukjae-yah..”

FLASHBACK END…..

AUTHOR POV

“Donghae-yah, kita menang”seru Minho, namja bertubuh tinggi sembari merangkul pundak sahabatnya. Sebuah senyuman lebar terlihat diwajah tampannya.

“Tentu, kita akan selalu menang”sahut Yoochun datar.

Donghae tersenyum tipis, ia merentangkan tangannya dan menyandarkan punggungnya dibadan kursi. Kemudian memandang kedepan. Menatap sekolahnya dari teras atap sekolah. Sebuah tempat, yang selalu dijadikannya sebagai daerah kekuasaan.

“Bos….”

Donghae menoleh, saat seorang teman sekolahnya – yang menjadi anak buahnya – menghampirinya. Ia menegakkan punggungnya kembali.

“SMU Ansan masih akan melakukan perlawanan. Pemimpin mereka tidak terima dengan kekalahan hari ini. Mereka berjanji akan mengadakan pertempuran lagi”seru namja itu menjelaskan dengan gaya sedang melaporkan sesuatu pada atasannya.

“Jung Yonghwa.. sejak SMP, dia memang keras kepala. Tidak ku sangka dia akan menjadi salah satu musuh bebuyutanku sekarang. Bodoh”decak Donghae sambil geleng-geleng kepala. “Pergilah..” Donghae mengibaskan tangannya, menyuruh anak buahnya pergi. Anak buahnya mengangguk lalu berbalik pergi.

“Ya, Lee Sungmin”cegah Donghae saat namja yang ternyata bernama Sungmin sudah ingin meninggalkan teras.

“Yee ?”

“Katakan pada Park Sonsengnim, aku sedang malas mengikuti pelajaran”

“Arasseo”

Donghae bersandar kembali pada badan kursi. Ia mengeluarkan sekotak rokok dari dalam saku kemejanya dan mulai menghisap salah satunya.

“Donghae-yah, kita masih belum pernah menang dari SMU Hannyoung. Pertempuran kita selalu seri”ujar Minho juga mulai menghisap sebatang rokok miliknya

“Mereka sangat kuat. Aku benar-benar ingin membuat Lee Eunhyuk itu bertekuk lutut pada kita”sahut Yoochun menyebutkan nama pemimpin SMU Hannyoung.

“Tenang saja. Aku akan membereskannya sebelum upacara kelulusan kita”

Sudah menjadi rahasia umum jika SMU Seoul, SMU Hannyoung, dan SMU Ansan menjadi musuh bebuyutan. Mereka mulai bermusuhan sejak beberapa tahun lalu tanpa alasan yang jelas. Tiga SMU inilah yang kini menjadi perusuh Seoul dan membuat setiap daerah tidak lagi aman. Mereka sangat sering mengadakan tawuran, membuat warga sekitar memilih menutup rumah mereka rapat-rapat daripada harus melerai. Tim polisi pun sudah angkat tangan karena merasa kewalahan menghadapi pemimpin-pemimpin SMU itu. Ketiganya sangat sulit ditangkap karena mereka masih menyandang status sebagai pelajar dan tawuran mereka tidak pernah menjatuhkan korban, membuat polisi tidak mempunyai alasan untuk memasukkan mereka kedalam sel.

Setiap SMU dipimpin oleh seorang pemimpin yang sangat kuat dan ditakuti. SMU Seoul dipimpin oleh Donghae. Seorang namja yang sebenarnya berwajah malaikat. Saat hari pertamanya menjadi murid tingkat 2, dia mematahkan semua presepsi semua orang yang menganggapnya sebagai Flower boy atau anak manis. Nyatanya dia pernah membuat 5 orang anak tingkat 3 yang mengeroyoknya dirawat dirumah sakit. Sejak saat itu, ia menjadi orang yang diperhitungkan oleh murid senior.

Donghae kembali menjadi perhitungan saat berhasil mengalahkan pemimpin SMU Seoul sebelumnya. Karena itu, ia langsung diangkat menjadi pemimpin SMU Seoul saat dia masih duduk ditingkat 2. Semua orang menjadi tunduk padanya sejak saat itu. Donghae juga selalu ditemani oleh 2 orang sahabatnya, a Coolest man, Park Yoochun dan si Palyboy, Choi Minho.

Namun, cerita tentang Donghae tak cukup sampai disitu. Semua orang juga tau bahwa Donghae tidak pernah sekalipun terlihat dengan seorang gadis. Semua gadis dimatanya hanya sebatas ‘wanita’ bukan ‘pacar’. Hanya satu orang yeoja yang tidak pernah lelah mengejar Donghae. Seorang yeoja yang juga punya otoritas tertinggi sebagai murid senior. Dia sangat ditakuti oleh murid perempuan. Karena selain mempunyai sifat yang sangat galak, ayahnya juga pemegang saham tertinggi disekolah itu. Menjadikannya yeoja berkuasa di SMU Seoul. Dia adalah Jung Jessica.

Sedangkan SMU Hannyoung, dipimpin oleh Lee Eunhyuk. Dia dikenal sangat kuat saat berkelahi dan terkenal kejam. Dia hanya mempunyai satu sahabat yaitu, Kim Junsu.

Dan terakhir, SMU Ansan. Sekolah ini dipimpin oleh Jung Yonghwa. Dia adalah teman SMP Donghae dan Yoochun. Sebenarnya sekolah ini sudah berkali-kali kalah dari SMU Seoul. Tapi, Yonghwa tetap bersikeras tidak mau mengakui keunggulan SMU Seoul. Dia terus-menerus melakukan perlawanan sampai sekolahnya bisa menang. Sahabatnya adalah, Lee Onew.

Tiga sekolah yang sudah diberi cap blacklist oleh warga sekitar karena keonarannya. Tiga sekolah yang kini berlomba-lomba untuk mencapai puncak kekuasaan hanya karena alasan yang tidak begitu jelas.

***__***

Donghae berjalan dengan langkah-langkah malas memasuki rumahnya. Sebuah rumah yang didominasi dengan kaca bening itu selalu terlihat sepi dan tidak berpenghuni. Hanya pembantu dan pengawalnya lah yang berlalu lalang ditempat ini. Sedangkan sang pemilik rumah, sudah diketahui sangat jarang menginjak rumah mereka sendiri.

“mereka belum pulang ?”tanya Donghae pada kepala pembantu rumahnya, bibi Jang.

“belum tuan muda”

Donghae menghembuskan napas panjang, ia setengah berlari menuju kamarnya untuk mengganti baju. Setelah selesai, Donghae kembali turun dan menuju mobilnya. Bibi Jang tidak mengeluarkan suara apapun saat melihat Donghae sudah melesat dengan mobil sport hitam miliknya. Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi. Donghae akan pulang hanya untuk mengganti baju dan tidur. Selebihnya, namja itu tidak akan pernah berada dirumah.

Priiiiittttttt……..

Donghae menepikan mobilnya saat seorang polisi meniupkan peluit padanya. Ia membuka pintu kemudi. Saat melihat Donghae, polisi itu menghela napas panjang.

“Kau lagi”serunya dengan ekspresi malas membuat Donghae menyeringai lebar

“Annyeong, Jung Yunho ahjussi”

“Sudah berapa kali aku bilang, kau belum mempunyai SIM. Apa kau tidak bisa naik taksi atau bus jika ingin berpergian ? Kau bahkan tidak menggunakan sabuk pengaman. Apa kau kira kau adalah pembalap hebat ? Kau seenaknya sekali membelah jalanan ini. Kau memang—“

“Ahjussi…” Donghae menghentikan ceramahan Yunho yang sudah sangat bosan ia dengar. Jika tidak dihentikan, ceramahannya benar-benar akan membuat kuping Donghae menjadi tuli. “Aku memang biang onar. Aku tau” Donghae sangat tau lanjutan ucapan Yunho.

“Bisakah kau—“

“Ahjussi..” Donghae memotong kembali. Dipeluknya tubuh Yunho tiba-tiba, membuat Yunho menjadi bingung. “Gomawo. Kau sangat perhatian padaku. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu”seru Donghae sembari menepuk-nepuk punggung Yunho membuat Yunho menjadi batuk-batuk karena pukulan Donghae sedikit keras.

“Donghae-yah..Donghae-yah..” Yunho menggeliat,  mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Donghae.

“Aku akan memakai sabuk pengaman setelah ini. Gomawo” Donghae melepaskan pelukannya dan berbalik menuju mobilnya. Ia bersikap seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. Saat sudah sampai dipintu kemudi, Donghae berbalik menatap Yunho yang masih bengong. “Ahjussi, tolong sampaikan salamku pada Kim Young Woon ahjussi. Annyeong” Donghae tersenyum lebar pada Yunho lalu masuk kedalam mobil.

Yunho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat namja yang sudah menjadi langganan tiupan peluitnya dan langganan kantor polisi itu. Dia tidak pernah kapok. Sikapnya yang acuh dan terkesan santai benar-benar membuat sebagian polisi Seoul harus menahan sabar. Selain itu, para polisi tidak bisa berbuat apapun karena Donghae adalah ponakan dari Kim Young Woon, Kepala polisi Seoul.

“sebenarnya dia adalah anak yang manis”seru Yunho menatap mobil Donghae yang sudah menghilang.

***___***

Yoochun langsung menoleh saat Donghae dengan tiba-tiba muncul dan menjatuhkan diri diranjang tidurnya. Ia langsung meninggalkan motornya dan menghampiri Donghae.

“bisakah kau mengetuk pintu saat masuk kedalam rumah ?”dengus Yoochun sedikit kesal. Ia membersihkan tangannya yang berwarna hitam karena habis berkutat dengan motor kesayangannya dengan lap.

Donghae tidak menjawab, ia meraih bantal dan menutupi wajahnya dengan bantal itu. Yoochun membiarkannya tanpa bertanya apapun. Donghae memang sangat sering tinggal dirumahnya daripada dirumahnya sendiri.

“Huek, bau sekali!!” seru Donghae melempar bantal Yoochun. “apa kau tidak pernah membersihkan rumah ini ? Rumahmu sangat kotor”protes Donghae.

“Apa yang harus ku bersihkan ? Aku nyaman seperti ini”balas Yoochun datar. Donghae menatap sekeliling, dalam hati ia membenarkan ucapan Yoochun. Tidak ada yang perlu dibersihkan. Rumah Yoochun sangat kecil. Bahkan tidak bisa disebut sebagai rumah. Kamar tidur, dapur dan garasi motor bergabung menjadi 1 dalam satu ruangan. Ruangan yang berdiri sendiri hanya kamar mandi.

“Pindahlah dari sini. Carilah rumah baru”seru Donghae

“Apa kau pikir aku adalah tuan muda sepertimu ? Uang yang ku dapat dari kerja part time hanya cukup untuk menyewa rumah ini”

“Kau bisa menggunakan uangku”

“Sudahlah. Donghae-yah, sejak SMP kau sudah banyak membantuku. Terlebih lagi saat kedua orang tuaku meninggal, kau membiayai seluruh hidupku. Saat ini aku sudah kelas 3 SMU dan aku sudah bekerja. Aku tidak mau lagi menyusahkanmu”

“Yoochun-ah, aku—“

“Sudahlah. Gajian nanti, aku akan mentraktirmu”

Donghae memajukan tubuhnya agar duduk sejajar dengan Yoochun. Ia memukul kepala Yoochun pelan. “Bodoh. Pakailah uangmu untuk hidupmu. Kau hanya bekerja disebuah café setiap sore sampai malam hari, jangan sombong”

Yoochun tersenyum kecil, “gomawo”

***___***

Semua murid SMU Seoul berbaris rapi dilapangan. Mereka mendengarkan dengan khidmat pidato yang diberikan oleh kepala sekolah dalam rangka SMU Seoul memenangkan Olimpiade Matematika. Upacara penyerahan medali emas pun berlangsung dengan tertib. Semua murid bersikap kooperatif.

Donghae langsung melompat turun dari taksi yang ditumpanginya. Karena ban mobilnya bocor, ia tidak punya pilihan lain dan membuatnya terlambat sampai disekolah. Donghae berlari menuju bagian kiri sekolah. Tempat itu adalah satu-satunya tempat yang aman untuk ditembus. Selain tidak dijaga oleh guru, perbuatannya akan terlihat tidak terlalu mencolok karena murid junior sedang berbaris disana. Dengan satu lompatan tinggi, Donghae berhasil menuju bagian atas tembok. Semua murid junior yang berdiri dibagian belakang langsung menoleh saat mendengar suara. Mereka tersentak bersamaan saat melihat pemimpin sekolah mereka sudah berada diatas tembok.

“Apa yang kalian lihat ??!!!”bentak Donghae membuat murid junior langsung menghadap kedepan kembali. Donghae menahan senyum. Kemudian, ia melompat turun dan melempar tas sekolahnya disemak-semak. Donghae menyeruak dibarisan murid junior yang tanpa aba-aba langsung memberikan jalan untuknya. Bersikap seperti tidak ada yang terjadi, Donghae berdiri dibagian tengah barisan seperti murid lain.

Dibarisan murid senior, Minho geleng-geleng kepala melihat tingkah Donghae. Donghae hanya tersenyum lebar. Saat menoleh ke kiri, mata Donghae menangkap wajah seorang gadis yang berdiri disampingnya. Donghae terperangah. Wajahnya benar-benar sangat cantik. Tanpa sadar, Donghae memperhatikan wajah yeoja itu lekat sampai akhirnya yeoja itu juga menoleh padanya. Yeoja itu langsung menunduk seketika saat melihat Donghae berdiri disampingnya. Donghae tersenyum penuh arti lalu kembali menatap kedepan.

***___***

Bel istirahat berbunyi, ketiga namja penguasa SMU Seoul berkumpul diteras atap sekolah mereka seperti biasa. Tak lama, Sungmin datang dengan membawa beberapa kantung plastik makanan.

“Ini pesananmu bos”seru Sungmin menyerahkan kantung plastik itu pada Donghae

“Sungmin-ah, gomawo”balas Minho menepuk pundak Sungmin. Sungmin tersenyum sejenak lalu pergi.

“Yoochun-ah, malam ini aku akan menginap dirumahmu”putus Donghae seenaknya. Tangannya masih sibuk membuka bungkusan plastik.

“Tidak bisa. Adanya kau akan membuat sempit ranjangku”balas Yoochun tetap fokus pada game ponselnya.

“Aku rasa sudah saatnya kita bersenang-senang”sahut Minho menyetujui ucapan Donghae. Yoochun menghentikan permainannya dan menoleh pada dua sahabatnya itu.

“Ya!”

Minho dan Donghae saling pandang lalu menyeringai lebar, “let’s get a party tonite, dude

yeeaaahh..”balas Minho

Yoochun menghela napas panjang lalu geleng-geleng kepala, “aku akan menyusul kalian setelah pulang kerja”

“baiklah. Kita akan mulai jam 12 malam. Aku akan menunggu kalian ditempat biasa”

Minho tertawa pelan, “aku sudah sangat merindukan si bodoh Taemin dan Jaejoong hyung”

“bisakah aku ikut ?” sebuah suara membuat tiga sahabat itu menoleh bersamaan. Seorang yeoja cantik dengan rambut gelombang yang terurai panjang sudah berdiri manis tak jauh dari tempat mereka duduk. Yeoja yang ternyata Jessica itu tersenyum manis. Sebuah senyuman yang sangat dibenci oleh Donghae.

“tsk, lagi-lagi dia..”decak Donghae malas

“Jessica-sshi, pesta ini hanya untuk para namja. Kau tidak bisa ikut”seru Minho langsung menolak.

“Wae ? Aku sangat ingin ikut”balasnya dengan nada manja. Ia berjalan mendekati Donghae dan berlutut didepannya.  “Donghae-yah, beritahu aku tempatnya. Aku akan datang”lanjut Jessica tersenyum lembut. Donghae menatap wajah Jessica yang tak berjarak jauh dari wajahnya sedikit kesal.

“Ck, Fiuuuh….” Donghae menghela napas panjang. “Sampai matipun aku tidak akan memberitahumu nama tempatnya”. Donghae berdiri dan pergi diikuti kedua sahabatnya, meninggalkan Jessica yang cemberut karena lagi-lagi ia mendapat penolakan.

***___***

Sungai Han dipadati dengan orang-orang yang sedang menghabiskan malam akhir pekan mereka. Ada yang bermain skateboard, sekedar duduk dan ngobrol, serta ada beberapa anak kecil yang bermain air mancur. Sangat ramai.

Beranjak tengah malam. Suasana sungai Han semakin bertambah ramai dengan anak-anak muda yang berkumpul. Suasana seperti ini selalu terjadi saat akhir pekan. Donghae berjalan disebuah jalan setapak menuju tempat yang sudah disepakati bersama temannya tadi siang.

“Aku tidak punya uang sama sekali. Aku mohon lepaskan aku…”

Donghae mendengar suara seorang yeoja. Ia menoleh kekiri, pada sebuah tempat kosong yang terhalang tembok besar. Disana ia melihat 3 orang namja sedang menodongkan pisaunya pada seorang yeoja. Mata Donghae langsung membulat sempurna saat menyadari bahwa yeoja yang ditodong itu adalah yeoja yang berdiri disampingnya saat upacara. Dia sangat ketakutan dan terpojok pada tembok.

“ada apa ini ?”

Tiga orang namja itu langsung menoleh pada Donghae. Mereka terlihat gusar karena Donghae telah menganggu aktivitas mereka.

“sunbae” yeoja itu tersentak saat melihat Donghae.

“Bagaimana bisa kalian menodong seorang wanita ? Kalian benar-benar mencoreng nama lelaki sejati” Donghae berdecak lalu geleng-geleng kepala. Nada bicaranya ia buat seolah-olah seperti sedang prihatin.

“Hey, anak kecil. Ini bukan urusanmu!!”balas namja yang memegang pisau

“Ahjussi, kau tidak boleh menindas wanita”sahut Donghae tetap dengan menunjukkan sikapnya yang santai dan terkesan tidak takut pada apapun.

“Dia benar-benar menyebalkan. Serang!”

Tiga orang namja tadi menyerang Donghae bersamaan. Donghae langsung berlari dan mendorong tubuh namja-namja tadi, lalu menjangkau yeoja itu. Diraihnya pergelangan tangan yeoja itu dan menyeretnya untuk berlari. Namun, saat berbalik, ketiga namja tadi sudah berdiri dan siap dengan pisaunya.

“Kau tidak akan bisa lolos”

“Ya, beritahu aku namamu”bisik Donghae disela-sela situasi

Yeoja itu kaget, “yee ?”

Tiga namja tadi kembali menyerang, mengganggu acara bincang-bincang Donghae. Donghae menangkis satu pukulan yang akan tertuju padanya lalu membalas memberikan namja itu sebuah pukulan. Kemudian, ia menendang perut namja lain sampai tersungkur. Saat sebuah pisau menuju kearahnya, Donghae memutar lengan namja yang memegang pisau itu dan memberikannya satu pukulan.

Donghae berbalik, ditariknya lengan yeoja tadi dan menyeretnya pergi. Yeoja itu tidak mengeluarkan suara apapun karena saat ini dia sangat takut. Dipaksanya kaki-kakinya untuk berlari dan menyeimbangi langkah-langkah panjang Donghae. Ia semakin menguatkan pegangannya ditangan Donghae saat tiga namja tadi kembali mengejar mereka. Donghae berbelok, membawa yeoja tadi menuju sebuah gang kecil.

“Hhh..hhh..hhh…”yeoja itu memukul-mukul dadanya yang terasa sakit karena kehabisan napas.

Donghae menatap yeoja itu, tubuhnya sampai bergetar karena ketakutan. Lapisan bening sudah menyelimuti matanya. Wajahnya sangat pucat.

“gwenchana ?”tanya Donghae. Yeoja itu hanya menjawab dengan anggukan karena dadanya masih berdegup tak karuan. “kenapa kau berkeliaran tengah malam ?”tanya Donghae lagi.

Yeoja itu buru-buru menggeleng, “aku tidak berkeliaran. Aku sehabis bekerja paruh waktu dan saat pulang, aku bertemu mereka”

“bekerja ?”tanya Donghae ragu. Yeoja itu mengangguk. “dimana ?”

“kafe Ice cream di sungai Han”

Donghae mengangguk-angguk mengerti, “siapa namamu ?”

Yeoja itu kembali tersentak, ditatapnya wajah Donghae bingung. “Sunbae, namaku—“

“Ya!! Kau benar-benar bocah tengik!!”

Donghae dan Yeoja itu menoleh bersamaan. Tiga namja tadi benar-benar tidak menyerah. Mereka masih mengejar Dongahe. Donghae menghembuskan napas panjang, ia mengacak rambutnya frustasi. Sangat kesal.

“ahjussi, kenapa kalian selalu menggangguku ?”rutuknya sebal. Donghae menatap arloji dipergelangan tangan kanannya. “Ahjussi, bisakah kita lanjutkan nanti. Aku sedang ada janji dengan teman-temanku. Aku sudah terlambat”lanjut Donghae, seperti yang didepannya bukanlah musuh besar baginya. “Ahjussi, jinjja. Aku tidak tega jika harus melukai orang tua”

“Jangan banyak omong!!”

Donghae melemparkan susunan kayu-kayu yang sudah tidak terpakai yang terjejer rapi disebelahnya untuk menutup jalan. Ia menggenggam tangan yeoja itu lagi dan melanjutkan larinya.

“mereka keras kepala sekali”gerutu Donghae disela larinya. Mereka berdua terus berlari, mencari jalan keluar menuju jalan besar. Donghae segera mengayunkan tangannya saat melihat sebuah taksi lewat.

“Mianhae, aku tidak bisa mengantarmu sampai rumah. Aku sudah ada janji dengan teman-temanku. Cepat masuk, sebelum mereka muncul kembali”ujar Donghae mendorong halus tubuh yeoja cantik itu.

“Sunbae, gomapseumnida. Aku benar-benar berterima kasih”

Donghae tersenyum tipis. Kemudian ia mengeluarkan selembar uang dari dompetnya dan memberikannya pada sopir taksi. “antar dia kerumahnya”

“sunbae, aku masih punya uang untuk membayar taksi”seru yeoja itu merasa tidak enak hati

“aniyo. Ini permintaan maafku karena tidak bisa mengantarmu. Kau tau ? aku adalah seorang namja. Aku harus memastikan keadaanmu”

“Sunbae, aku—“

“sudahlah. Tidak usah berterima kasih lagi. Cepat pergi…”. Yeoja itu mengangguk lalu menutup pintu taksi. “Tunggu..” Donghae mengulurkan tangannya, menahan pintu yang hampir menutup itu. “Beritahu aku siapa namamu…”

Yeoja itu tersenyum tipis, membuat wajah cantiknya semakin terlihat sempurna dimata Donghae.

“namaku adalah…..”

TBC….

Iklan

27 thoughts on “FF : GANGSTER (Chapter 1)

  1. im pizza berkata:

    hae it sbnarny baik sih..pduli sma tmen aq suka
    tp yg gx q suka,dy MEROKOK! aku bnci orng yg mrokok huhu..
    tp mkin seru nih,yeoja it YoonA kah?

  2. nina berkata:

    eon setelah sekian lama akhir na aku memutuskan baca ini :p
    habis eonnie kaga publish2 aku kaga ada bacaan XD

    diatas blg klo yoochun si cool sedangkan minho playboy
    bukan na kebalik iah eon .-.
    kyk na yg playboy itu chunnie deh hahaha kyk na sih :p
    itu yoona kah??
    next chap dulu ahh eon

  3. omo! berkata:

    tadinx aq lagi nyari2 info yuri yoona jessica..,
    trus ktmu blog ini, pas baru baca lngsng kcantol deh..hehe
    jadi pnsaran sm next chapter.. ^^

  4. Riski Nur Arifiani berkata:

    Gak sengaja searching2 d google nemu ff ini, critanya menarik ya aku baca.. Keren thor!! Semoga aja yeojanya Yoong eonni. Hihi :3

  5. nurhasanah berkata:

    Annyeong author,, aku reader bru disini,, kekekekekek

    Critanya menarikkkkkkkkkkkk bgt,, apalgi castnya eunhae,, Ɣå媪 اَللّهُ lengkap sudah ff ini mnjadi ff faforit,, kekekekkekekekek

    Aku jarang sbenernya bca ff yg tntang gangster begini,, biasanya klo bca yaa tntang prcintaan,, mariage life gitu lah,, eh eh tba2 kecantol sama ff ini,, kekekek
    Critanya keren (っ˘з(˘⌣˘c)

  6. Kurnia berkata:

    Annyeong , reader baru disini ,, sbnr’a aq bkan elf atw sone(ini ff mrka kan ? bnyk krakter suju ma snsd) tp pas lyt genre’a q trtarik bca’a , apalgi genre’a ini fvorit aq ,, smoga aq bsa jdi reader yg baik ea thor , lanjuuttt gomawoo

  7. osehn berkata:

    hi author aku baru baca ff ini hehe. Krna nungguin ff yg blum lanjut jadi aku baca ini boleh kan. Hihi cerita seru juga nih. Aku lanjut baca yaa 🙂

  8. ziieziie berkata:

    aku udh baca dr lama ternyata blm komen -,-
    aku ngulang dr awal buat ngisi komen yg kosong ehehe mian :c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s