FF : The House Tree (Part 2)

the house tree 2

Tittle                : The Tree House

Author             : Oh Mi Ja

Cast                 : All member EXO

Genre              : Frienship, Brothership, a little Comedy

Summary       : “Sehunie..Mianhae…”tangis Kris tanpa memperdulikan tangannya yang sudah berceceran darah. Ia menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya. “Aku bukan hyung yang baik untukmu…”

“Tunggu, aku juga tidak mengingat siapa namaku”

Luhan, Baekhyun, dan Jongin tersentak mendengar sebuah kalimat yang keluar dari mulut anak kecil itu.

“MWOOO??”seru mereka bersamaan.

“MWOOO??”Tuan Jung juga tidak kalah kaget saat mendengarnya.Ia berdiri diambang pintu sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

“Kau benar-benar tidak mengingat apapun?”tanya Luhan menyelidik. Anak itu menggeleng pelan.

“Apa kau hyungku?”balasnya

“Sebaiknya kau istirahat dulu”elak Luhan.

Ia segera menarik Baekhyun, Jongin dan appanya keluar klinik. Mereka saling pandang bingung.

“Appa ottokhe?”seru Baekhyun hampir menangis, “Aku tidak mau masuk penjara”lanjutnya. Tubuhnya sampai bergetar karena ketakutan.

“Luhan-ah, ottokhe?” Tuan Jung juga tidak kalah paniknya

Luhan hanya diam, tidak menjawab. Ia juga tidak tau apa yang harus dilakukan. Jika hanya terluka, dia masih berani meminta maaf pada keluarganya. Namun, anak itu hilang ingatan. Hukumannya pasti berat. Luhan menarik nafas lalu menghembuskannya pelan, ‘apa yang harus ku lakukan?’batinnya

“Kita rawat saja dia” Tiba-tiba Jongin mengeluarkan ide yang sangat konyol

“Kau gila?”balas Tuan Jung memukul pelan kepala Jongin

“Apa appa mau masuk penjara? Dia terlihat seperti anak orang kaya, keluarganya tidak akan melepaskan kita”balas Jongin sambil memegangi kepalanya yang sakit.

“Jongin benar, kita rawat saja dia. Nanti, kita bantu cari keluarganya”sahut Luhan menyetujui usul Jongin. Setidaknya, itu adalah rencana terbaik untuk sementara.

“Kaundae–”

“Appa!! Masuklah kemobil”

Luhan memutuskan secara sepihak, walaupun terkesan sangat tidak bertanggung jawab namun ia memiliki pemikiran sendiri terhadap masalah ini dan untuk melindungi keluarganya. Luhan kembali masuk kedalam Klinik.

“Ayo kita pulang”ajak Luhan menarik halus lengan anak kecil itu.Anak kecil itu menoleh kaget.

“Pulang kemana ?”tanyanya. Wajah polosnya terlihat jelas saat dia sedang bingung.

“Tentu saja rumah”

Walaupun masih sedikit bingung, anak kecil itu tetap menurut dan mengikuti langkah Luhan. Mereka masuk kemobil setelah mengucapkan terima kasih pada dokter hewan tadi.

“Apa kalian benar-benar keluargaku?”tanya anak kecil itu, mengulang pertanyaan yang sama untuk sekian kalinya.

“N-de..”jawab Baekhyun, Jongin dan Tuan Jung bersamaan.

“Wae? Kau sudah menanyakan hal ini sebanyak 5kali. Apa kau meragukan kami?”cetus Jongin menutupi rasa gugupnya.

“Ani. Keundae, kau terlihat aneh”. Jongin mengerutkan keningnya bingung.“Mengapa kulitmu sangat gelap?”tanya anak kecil itu polos disusul tawa keras dari Luhan dan Baekhyun.

“BHAHAHAHAAAAAAAA….”

Jongin mendelik kesal, “Kau benar-benar menyebalkan”

“Dia sangat menyukai mie kecap sehingga kulitnya berubah menjadi hitam”seru Baekhyun disela tawanya

“Jeongmall?”

“Ani. Kau mudah sekali dibodohi. Dia memang sedikit berbeda”ujar Luhan lalu melanjutkan tawanya lagi.

“SHIKEUREO !!!”

**

“oema, kami pulaaaang”seru baekhyun dengan suara cemprengnya. “oe? Tao? Bukankah kau berada di Cina?”Baekhyun tersentak saat melihat sepupunya juga keluar menyambutnya.

“Aniyo. Aku memutuskan untuk tinggal disini”jawabnya bersemangat.

“Mwo? Rumah ini akan bertambah sempit”protes Jongin yang sudah berdiri dibelakang Baekhyun. Luhan dan Tuan Jung mengikuti dibelakang dengan membopong seseorang.

“Nu-gu~ ?”.Sebelum nyonya Jung mengeluarkan suara, Baekhyun dan Jongin buru-buru membekap mulut oemanya dan menariknya masuk kedalam.

“Appa..Biar aku yang membawanya”kata Luhan.

**

“MWO ?? KALIAN MENABRAKNYA ???”seru nyonya Jung. Suaranya benar-benar menyakitkan telinga yang mendengarnya

“Oema, kecilkan suara oema. Dia bisa mendengarnya”kata Jongin meletakkan telunjuknya didepan bibirnya, mengisyaratkan oemanya untuk tidak mengeluarkan suara yang lebih keras lagi.

“Apa kalian gila ? Kita hanya punya usaha restoran ayam, bagaimana bisa kita menghidupi satu orang lagi, huh?”marah nyonya Jung. Matanya melotot lebar-lebar menatap suami dan anak-anaknya.

“Apa oema tega membiarkan kami masuk penjara?”seru Baekhyun lemas.

“Oema, aku akan membantu oema bekerja. Tolong biarkan dia tinggal disini”kata sebuah suara yang berasal dari Luhan. Luhan duduk disamping Nyonya Jung dan menatap oemanya memohon.“Jebal…”katanya lagi. Nyonya Jung menarik napas panjang tanda menyetujui permohonan Luhan disusul sorakan dari Baekhyun dan Jongin.

“Keundae, siapa namanya ?”Tanya Tao

“Mollayo…”

“Buka saja tasnya. Mungkin ada petunjuk didalamnya”kata Baekhyun

Luhan teringat tas yang dibawa anak kecil tadi lalu membukanya. Isinya berkas-berkas untuk masuk kesekolah menengah pertama.

“Park Sehoon..”kata Luhan membaca data pribadi anak kecil yang ternyata bernama Sehun itu.

“Omo.. Dia berasal dari sekolah termahal di Seoul”seru Baekhyun kaget membaca asal sekolah Sehun

“Dia pasti anak orang kaya”tambah Tao disusul anggukan Baekhyun.

“Hyung, buka dompetnya”kata Jongin menunjuk dompet hitam Sehun yang juga berada didalam tasnya. Luhan membuka isi dompet Sehun, membuat yang lain tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat ratusan uang dan jejeran 5 kartu kredit. Belum lagi terdapat 5 ATM dari bank yang berbeda-beda. Mereka ternganga hebat.

“Dia benar-benar anak orang kaya..”lanjut Tao masih terpaku dengan isi dompet Sehun. Lalu, ia saling pandang kearah Baekhyun dan Jongin bergantian

“KITA AKAN JADI ORANG KAYA…!!!!!!!”sorak nyonya Jung sambil memeluk tuan Jung dan melompat-lompat senang. Baekhyun, Jongin, dan Tao juga ikut bergabung. Mereka memeluk Tuan dan Nyonya Jung lalu melompat-lompat senang.

“OEMA.. KITA AKAN JADI ORANG KAYA..”

“Oema…”Luhan mengakhiri angan-angan nyonya Jung dan adik-adiknya yang sudah terlalu jauh.“Ini bukan milik kita. Sebaiknya sembunyikan ini dan berikan ketika dia sudah menemukan keluarganya”

“Mwo? Bukankah dia akan menjadi keluarga kita?  Anggap itu sebagai uang sewa”jawab Nyonya Jung tidak mau kalah

“Oema…”ujar Luhan lagi.

“Arasseo..arasseo…”

Mata Luhan tertuju pada sebuah foto didalamnya. Foto 3orang namja yang salah satunya adalah Sehun. Mungkin dua orang lainnya adalah kakaknya.‘apa aku harus mengembalikannya sekarang?’pikirnya

“Jogieyo..”. Tiba-tiba sebuah suara membubarkan diskusi mereka. Tuan Jung buru-buru menyembunyikan tas dan data pribadi setelah melihat orang yang dibicarakan sudah berdiri didepan pintu. Mereka menelan ludah, takut jika Sehun mendengar semua pembicaraan mereka. “Maaf jika aku mengganggu pembicaraan kalian. Tapi aku sangat lapar”ucap Sehun sambil memegangi perutnya.

“Hhhhhh…………”semuanya menghembuskan nafas lega bersamaan.

“Kau belum makan ? Apa kau suka ayam ?”Tanya Luhan. Sehun mengangguk. “Tunggu disini, aku akan memasak untukmu”

Sehun duduk didepan Nyonya dan Tuan jung, Jongin, Baekhyun, dan juga Tao sembari menatap mereka dengan pandangan bingung. Nyonya dan Tuan jung, Baekhyun, Jongin dan Tao juga begitu. Mereka memandang Sehun dengan pandangan tak kalah bingung.

“Umm.. Apa kalian appa dan oemaku ?”tanya Sehun

“A-ni-yo. Kami pa-man da-n bi-bi-mu”jawab nyonya Jung terbata

“Lalu, dimana orang tuaku?”

Nyonya dan Tuan Jung saling pandang. Mereka memutar bola mata mereka mencoba mencari jawaban yang tepat.

“Orang tuamu sedang bekerja diluar negeri”jawab Baekhyun asal

“Mwo?”

“Yee. Selama ini kau tinggal bersama kami”tambah Tao meyakinkan.

“Lalu kalian siapa?”tunjuk Sehun pada 3orang namja yang berada dihadapannya

“Aku adalah Baekhyun”

“Aku Jongin”

“Aku Tao”

“Dan yang tadi ada–”

“Aku Luhan”ujar Luhan memotong ucapan Sehun sembari meletakkan piring makanan didepan Sehun.

“arra.. annyeongchonun~”sehun menghentikan kata-katanya mencoba mengingat siapa namanya.

“Kau Sehun. Jung Sehoon”

“Sehun imnida. Keundae, sebenarnya apa yang terjadi padaku ?”

Luhan tersentak dengan pertanyaan Sehun barusan, “Kau ? Kau..”

“Kau jatuh dan terbentur”kali ini Baekhyun juga menjadi penyelamat Luhan.

“Jeongmall ?”

“Nde. Kau terbentur”tambahnya dengan raut wajah yang sangat serius.

“Sudahlah, jangan tanyakan apapun lagi. Makanlah dulu, aku akan menceritakan semuanya jika kau sudah selesai makan”jelas Luhan. Sehun mengangguk lalu melahap ayam saus tiram yang ada dihadapannya. Setelah semua yang terjadi pagi ini, perutnya benar-benar sangat lapar.

“Kita juga harus bekerja Yeobo”kata nyonya Jung mengingatkan suaminya. Mereka lalu beranjak dari tempat duduk dan bersiap untuk membuka restoran. Mata Sehun membaca sebuah tulisan yang berada disana

“Chicken Resto”serunya pelan. Ia menatap mereka satu persatu. Nyonya Jung sedang menyiapkan makanannya, Tuan Jung dan Luhan membersihkan lantai bersama, Jongin dan Tao membersihkan meja, dan Baekhyun merapikan piring makanan. Ada suatu kebahagiaan kecil dihati Sehun melihat pemandangan itu. Pemandangan yang tidak pernah ia rasakan lagi selama bertahun-tahun.

**

“Oema…”seru Sehun sudah berdiri disamping nyonya Jung. Nyonya Jung menoleh kaget

“Mwo?Kau memanggilku oema? Aku bukan oemamu”protes Nyonya Jung galak

“Waeyo? Bukankah aku akan tinggal disini? Aku mau punya oema”rengek Sehun sambil menarik-narik ujung baju nyonya Jung. Nyonya Jung menepis tangan Sehun.

“Shireo!!”balas nyonya Jung bersikeras

“Jebaaal…..” Sehun memasang puppy eyes adalannya. Nyonya Jung menatap anak kecil didepannya ini. Wajah imutnya benar-benar tidak bisa membuat orang marah padanya. Ia menghela napas panjang

“Baiklah”

“Gomawo.. Aku senang sekali!!  Oema, mulai hari ini aku akan membantumu bekerja”seru Sehun memeluk yeoja tua yang kini menjadi oemanya itu erat.Ada kebahagiaan dibalik kata-katanya barusan. Nyonya jung tersenyum kecil

‘bahkan dia tidak menggunakan sapaan formal padaku’batinnya

Luhan menatap Sehun dan oemanya itu sembari tersenyum.‘Oema tidak berubah’serunya dalam hati.

**

Sehun menyibukkan dirinya dibagian cuci piring. Dari 10menit yang lalu iahanya memandangi sabun dan spoon bergantian.

“Sehunie, wae?”tanya Jongin menghampiri Sehun

“Aku tidak tau cara menggunakannya”jawab Sehun menggaruk kepalanya bingung.

“Mwo? Kau tidak bisa cuci piring? Apa dirumahmu–”.Baekhyun buru-buru menyenggollengan  Jongin sebelum ia kelepasan bicara. “Umm.. Maksudku..apa kau lupa caranya ?”katanya lagi membetulkan ucapannya. Sehun mengangguk.

“Hhhh… Begini caranya…..”

**

“Ren ahjumma, apa sudah ada kabar dari Sehun?”

“Mwo? Ahh..arasseo.. Gomapseumnida..”

Chen mengakhiri panggilannya pada Bibi ren. Ia menghembuskan napas keras lalu membanting tubuhnya pada sofa.

“Apa sudah ada kabar ?”Tanya oema Chen.Chen menggeleng pelan.Ia mengacak rambutnya frustasi, lalu memeluk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya disana.

‘sehunie, kau dimana ?’

**

“MWO?? JINJJAYO???”seru Xiumin, Lay, Suho dan Kyungsoo bersamaan setelah mendengar cerita Luhan. Luhan mengangguk lemas.

“Hyung, kenapa kau tidak mengembalikannya pada keluarganya ? Bukankah ada data pribadinya? Pasti ada alamat rumahnya disana”seru Kyungsoo. Luhan menatap Kyungsoo lalu menghembuskan napas panjang.

“Aku hanya takut jika keluarganya tidak terima dan menuntut appaku”jawab Luhan. Ia menarik napas panjang lagi lalu melanjutkan ucapannya. “Aku bisa bertanggung jawab untuk kesalahan appa tapi aku pikir tunggu sampai aku lulus SMU. Saat ini aku harus menyelesaikan pendidikanku dulu. Aku bermaksud akan mengembalikannya saat aku lulus nanti jadi jika keluarganya menuntut dan memasukkanku kepenjara, aku tidak mempunyai beban apapun”

Xiumin, Lay, Suho dan Kyungsoo menatap Luhan dengan pandangan Lirih. Mereka adalah sahabat Luhan sejak kecil. Rumah mereka juga berdekatan satu sama lain.

“Luhan-ah…”seru xiumin. Luhan mengangkat kepalanya lalu menatap Xiumin.“Aku sangat salut padamu”tambah Xiumin sambil menepuk pundak Luhan.

“Nado, aku juga bangga padamu hyung”tambah Lay

“Gomawo. Bisakah kalian membantuku seperti yang ku bilang tadi ?”

“Tentu, serahkan pada kami”

“Hyuuuung…!!!”tiba-tiba seseorang memanggil Luhan. Mereka semua menoleh bersamaan. Ternyata Baekhyun, Jongin, Tao dan Sehun.

“Tao? Bukankah kau berada di Cina?”tanya Suho kaget melihat Tao sudah berdiri didepannya. Tao tersenyum lebar.

“Aniyo. Aku pindah kesini hyung”jawabnya.Suho mengangguk lalu matanya tertuju pada anak kecil berkulit putih bersih yang berdiri disamping Tao dan Jongin. ‘dia pasti Sehun’batinnya. Keheningan beberapa saat terjadi sampai akhirnya Xiumin berdiri dan memeluk Sehun.

“Sehunie..Gwenchana? Aku sangat mengkhawatirkanmu”seru Xiumin mulai berakting

“Gwenchana”jawab Sehun bingung

“Baguslah. Aku sangat senang kau baik-baik saja”kata Xiumin melepaskan pelukannya

“Kalian siapa ?”

“Aku xiumin. Aku sahabat Luhan”

“Aku Lay, aku adik Xiumin hyung

“Aku Suho”

“Aku Kyungsoo, adik Suho hyung. Kau ingat?”tanya Kyungsoo seakan-akan mengenal Sehun dengan baik

“Mianhae. Aku kecelakaan tadi pagi. Ingatanku sedikit hilang”

“Gwenchana. Jangan memaksakan ingatanmu”.

Sehun mengangguk lalu memandang hamparan luas berwarna hijau yang ada didepannya. Sebuah lapangan bola yang rindang, karena banyak pepohonan besar disampingnya.

“Tempat ini adalah tempat yang sering kita habiskan untuk bermain”kata Luhan seakan mengerti pikiran Sehun,“Kita bermain bola disini, terkadang bermain basket dilapangan sebelahnya”tunjuk Luhan pada lapangan yang lebih kecil. Sehun hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya.

“Dan ini adalah tempat kita istirahat ketika lelah bermain bola”.Kali ini Suho menunjuk bangku kayu yang mereka duduki saat ini. Bangku kayu ini sedikit rapuh, mungkin karna faktor cuaca dan usianya yang sudah tua. Sehun hanya mengangguk. Sekali lagi ia melebarkan pandangannya. Menatap pemandangan berwarna hijau yang sangat indah.

“Ayo ketempat rahasia”ajak Lay

“Mwo? Tempat rahasia ?”tanya Sehun bingung

“Em. Tempat dimana kita semua tertawa dan menangis bersama. Kajja”

Sehun mengikuti semua hyungnya.  Saat ini ia benar-benar bahagia. Walaupun tidak mengenal mereka semua tapi rasanya hangat. Rasa kekeluargaan itu sangat erat membuat hati nyaman dan rasanya ingin terus bersama.

**

Kanada…

“Hyung, sudah  2 tahun ini tidak ada kabar apapun”kata Chanyeol pada hyungnya, Kris.

“Mollayo. Aku juga sangat khawatir. Appa benar-benar ingin memisahkan kita”ujarnya lemas.

“Hyung, kita harus ke Korea. Perasaanku tidak enak. Aku ingin memastikan keadaan dongsaengku. Bukankah ini saatnya dia masuk sekolah menengah ? Aku ingin menemaninya, hyung”.

Kris menatap chanyeol lirih, ia menghembuskan napas panjang. Ada rasa putus asa didalamnya. Ia juga sangat sedih dengan keadaan seperti ini.

“Dia juga dongsaengku. Tapi aku tidak yakin oema mengijinkan kita. Bukankah kau tau oema sangat membenci appa ?”seru Kris sedikit bergetar. Semenjak perpisahan itu, orang tua mereka memang saling membenci satu sama lain.

“Hyung, keundae–”

“Chanie-ah, aku juga sangat khawatir. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Umurku masih 16 tahun dan aku tidak memiliki cukup uang untuk pergi ke Korea. Aku ingin meminta pada oema tapi aku tidak yakin oema mau memberikan jika alasannya adalah ke Korea lagipula oema jarang sekali berada dirumah sekarang”

Chanyeol terdiam. Perkataan Kris benar. Oema dan appanya tidak akan bisa bersatu kembali, bahkan oemanya sudah jarang pulang dan mengurus mereka. Sulit untuk membuat alasan agar bisa pulang.

“Oema..”seru Chanyeol ketika melihat oemanya datang. Kris menoleh, ternyata benar. Oemanya sudah pulang.

“Wae ?”jawabnya datar

“Bisakah kita pulang ke Korea ? Aku sangat merindukan Sehun. Jebaal…”

“Oema sangat lelah, bicarakan itu nanti”

“Oema….”panggil Chanyeol lagi, kali ini suaranya mulai bergetar.“Oema, apa Sehun bukan anak oema? Aku tau oema membenci appa tapi Sehun adalah adikku. Dia pasti kesepian, bukankah oema tau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kami ? Oema..jebal.. Aku akan menuruti apapun perintah oema tapi ijinkan aku ke Korea. Hanya sebentar..”rengek Chanyeol gagal mempertahankan airmatanya agar tidak terjatuh. Dia benar-benar sangat ingin pulang ke Korea sekarang.

“Andwae. Kalian tidak boleh pulang”

“Oema..”

“Cukup! Bukankah sudah sering oema katakan ? Lupakan appa kalian dan Sehun.Kita sudah memilih jalan hidup kita. Anggap Sehun bukan adikmu lagi”cetus nyonya Park dengan suara meninggi.

“Oema!!”kali ini Kris yang bersuara. Ia sedikit tidak terima dengan perkataan oemanya. Bukan adik? Apa maksudnya?. “Aku tidak tau alasan oema membenci appa. Tapi Sehun adalah anak oema. Adik kami. Bagaimana bisa oema menyuruh kami melupakannya ? Jika oema tidak mengijinkannya, aku dan Chanyeol akan tetap pergi”

“Pergilah. Oema sudah tidak perduli”

Chanyeol dan Kris tersentak. Mata mereka melebar tidak percaya mendengar ucapan oemanya. Kris tersenyum sinis lalu menatap mata oemanya lekat.

“Geurrae ? Jadi semuanya benar. Oema sudah menikah lagi kan ?”. Pernyataan Kris yang pelan tapi menusuk membuat Chanyeol tersentak untuk kedua kalinya. 2 pernyataan yang benar-benar menyakitkan untuk didengar. Wajah nyonya Park membeku saat mendengar ucapan Kris. “Aku sudah tau semuanya oema. Baiklah, kelak jangan perdulikan kami lagi. Sekarang, aku benar-benar menyesal sudah meninggalkan Sehun demi oema”

Kris membanting pintu kamarnya keras, ia lalu membuka lemari pakaian dengan amarah, menghambur semua pakaiannya dan memasukkannya kedalam koper secara paksa. Ia termenung sesaat menatap dirinya dicermin yang ada dilemari pakaiannya. Disana tertempel foto dirinya, Chanyeol dan juga Sehun yang sedang tertawa lepas. Ia memejamkan matanya, mencoba kembali kedalam kenangan masa kecil yang terus mengikatnya selama ini. Tanpa sadar buih airmata keluar dari ujung matanya.

Ia ingat saat Sehun mengadu padanya saat bubble teanya direbut oleh Chanyeol. Ekspresi lucu saat ia menangis membuatnya sulit untuk melupakan Sehun. Kris mengepalkan tangannya keras, mengumpulkan semua emosi yang selama ini ia tahan.

BRAKKK!!!!

Ia memukul cermin yang ada dihadapannya dengan kepalan tangan.

“Arrrrgghhhhh!!!!”teriaknya melepaskan semua luapan emosi yang tersemat didadanya. Ia terduduk dilantai, bersandar pada kaki tempat tidurnya.“Sehunie..Mianhae…”tangisnya tanpa memperdulikan tangannya yang sudah berceceran darah. Ia menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya.“Aku bukan hyung yang baik untukmu…”

Chanyeol menatap hyungnya dari ambang pintu. Ini pertama kalinya ia melihat hyungnya menangis. Ia tahu benar sifat Kris, ia tidak pernah mau menangis didepan dongsaengnya walaupun ia menyimpan rasa sakit sekalipun. Chanyeol menatap hyungnya lirih, matanya sudah sembab karena daritadi menangis.

Perlahan, ia menghampiri hyungnya. Ia duduk disampingnya lalu menghusap pundaknya lembut. Ia sudah tidak perduli pada oemanya yang sudah pergi lagi itu.

“Hyuung..”panggilnya hati-hati

Kris mengangkat wajahnya, buih-buih airmata tampak membasahi wajah tampannya.

“Mianhae”seru kris terisak, membuat Chanyeol menangis kembali.Ia memeluk Kris erat, menenggelamkan kepalanya dipundak Kris. Meluapkan semua airmata yang masih tertahan

“Hyung, kemanapun kau pergi aku akan mengikutimu”

Kris semakin menguatkan pelukannya lalu menghusap lembut rambut Chanyeol.

To be continue…………………

18 thoughts on “FF : The House Tree (Part 2)

  1. chyshinji berkata:

    Ini Thehun beneran amnesia? hwaaaaaaaa,, aigoooooo,, apa malah cuman pura pura ? Soalnya kan selama ini dia kesepian >.< Ihhhhhhhhh eomma mereka tega banget sih….. Mana ada seorang eomma kayak gitu,, sama anak yang udah dikandung selama 9 bulan masa gak ada rasa sayang sama sekali sih……

  2. Arajeseok berkata:

    Eomma kris,chanye0l n sehun jahaaat bnget.masa se0rang ibu kayak gitu! KETERLALUAN! tpi g0mawo auth0r,ff ini daebak!:-D

  3. amelia berkata:

    sebenernya sehun anak kandungnya bukan sih ya~ masak iya seorang ibu kayak gitu..
    sumpah di bagian kris chanyeol feelnya kerasa bnget next yah thor.. ^^

  4. rizqajuga berkata:

    Gk sepunya bisa d beli oleh uang ㅠ.ㅠ Lawak bnget sih itu ‘Jung Family’ mw donk di anggep anak jg ! hahaha ~^O^~

    Kaya nya yg pling waras itu cman Luhan ! yg lain pada “-_- hadeuhhh… tp seru ! hahaha ~^O^~

    Next Chap 3 !

    Capcusss… ~^O^~

  5. Jung Han Ni berkata:

    hahah jongin suka mie kecap makanya jadi hitam? wkwkwk kocak😀
    eommanya jahat bgt, kasian kris sama chanyeol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s