FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 2)

oh my siwon oppa

Tittle              : Oh, My Siwon oppa ^^

Author           : Oh Mi Ja

Main Cast      : Tiffany (Snsd), Siwon (Suju), Eunhyuk (Suju)

Support Cast : Sooyoung (Snsd), Yoona (Snsd)

Genre            : Romance, Comedy

Summary       : Bagaimana bisa cinta selama 3 tahun, berakhir dengan cara sangat tragis seperti ini ?. Aku bahkan belum pernah mengenalnya. Kenapa Tuhan tidak mau memberiku kesempatan ?

Sebelumnya maaf kalau nge-post nya kelamaan. Saya bener-bener buntu kalau buat FF genre Romance gini. Harus banyak-banyak nonton Sifany Moment dulu biar dapet feelnya -.-. Jeongmall mianhae… Part 2 ini silakan dibaca..

Happy Reading ^^

Aku berbalik dan mencari tempat yang nyaman untuk menyantap makananku. Ah, disebrang sana ada tempat teduh. Aku melenggang santai menuju tempat yang ku lihat tadi.Namun, tiba-tiba seseorang menarik tubuhku.Keseimbanganku kini tidak bekerja, karena tarikan itu tubuhku terjatuh menuju arah tarikan.Aku melihat sebuah dekapan sudah siap untuk menangkap tubuhku.

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Apa yang sudah terjadi? Saat kesadaranku kembali, aku mendapati tubuhku sudah terduduk ditanah. Dan..apa ini? Aku sudah berada dipelukan seseorang!!

Aku mengangkat wajahku, menatap wajah namja yang memelukku. Seketika mataku membulat heboh. Reflek, tanganku langsung bergerak mendorong tubuhnya agar menjauh.

“Kau,”seruku langsung berdiri. Namja itu membersihkan celananya yang sedikit kotor lalu berdiri dan menatapku.“Dasar kau pria hidung belang. Berani sekali kau memelukku!!”cetusku kesal sembari menendang dan memukuli namja itu dengan tas sekolahku.

“Ya! apa yang kau lakukan?”balasnya mencoba mengelak dari pukulan dan tendanganku

“Waktu itu kau bilang bahwa aku gila. Dan sekarang tiba-tiba kau memelukku. Dasar kau brengsek!!” aku terus membabi buta memukulinya

“Ya!! hentikan! Hentikan!”Dia mencekal kedua pergelangan tanganku dan memaksaku untuk berhenti memukulnya. Aku menatapnya sebal, seakan ingin memakannya hidup-hidup.

“apa kau buta? Ada mobil yang melaju kearahmu tadi.  Jika aku tidak menolongmu, kau akan tertabrak!”balas namja itu kesal. Ia melepas cekalannya lalu merapikan rambut dan bajunya.

“burgerku? Ice creamku?”lirihku saat melihat makanan yang seharusnya sudah masuk kedalam perutku kini tergeletak tak berdaya di jalan. Aku menatapnya lagi dengan mata melotot.“Kau brengsek!!!” Lagi-lagi aku memukulinya dengan tas sekolahku.

“Hentikan!! Hentikan!!” namja itu mencekal pergelangan tanganku lagi, “Kau yeoja gila!!”

“mwo? Gila?” Namja ini benar-benar membuatku kesal. Aku menendang kakinya dengan keras. Dia mengaduh. “Jika kau bertemu denganku lagi, kau pasti mati!”ancamku lalu pergi.

Cih, ini kedua kalinya aku bertemu dengan namja brengsek itu. Apa-apaan dia tadi? Berani sekali dia memelukku seperti itu. Dasar namja aneh berbibir tebal. Menyebalkan.

**

Jam weeker ku berbunyi tepat jam 8 pagi. Ah, minggu ini aku harus bangun lebih pagi dari biasanya karena aku mempunyai janji dengan Sooyoung. Aku menyibakkan selimutku dan beranjak menuju kamar mandi.

Ku tatap pantulan wajahku yang tercetak dicermin. Rambut acak-acakkan, mata kecil yang semakin menutup karena masih mengantuk. Mengapa wajahku seperti ini?

Aku berdiri didepan lemari pakaian setelah membersihkan diri. Apa warna yang cocok untuk hari ini? Akhirnya pilihanku jatuh pada rok mini berwarna pink dan kaus lengan panjang berwarna putih. Simple.

Tiba-tiba ponselku bergetar. Aku melihat nama Sooyoung dilayar ponselku dan segera mendekatkannya ke telinga.

“Yeoboseyo”seruku

“Oedi? Aku menunggumu di Lotte world 30 menit lagi”ujar Sooyoung dari sebrang panggilan.

“Arasseo. Aku akan segera kesana”

Klik. Aku mengakhiri panggilan dan kembali melanjutkan aktivitas berdandanku. Aku menguncir dua rambutku dan mengikatkan pita berwarna pink disana. Cukup make up dan baju sederhana. Setelah semuanya ku rasa sempurna, aku segera melesat menuju Lotte world.

**

Sooyoung sudah terlihat menungguku saat aku sampai. Tempat ini sangat ramai karena hari libur. Tapi karena tingginya yang menjulang, aku bisa menemukan yeoja itu dengan mudah.

“Kau sudah lama?”tanyaku saat menghampirinya

Dia menggeleng, “baru 5 menit yang lalu”

“Kajja”

Kami berjalan-jalan menyusuri Lotte world. Sesekali memainkan permainan yang seru. Hhhhh, harusnya aku bersama Siwon oppa. Bukankah sangat menarik kencan di tempat seperti ini? Kenapa aku harus bersama Sooyoung?

“fany-ah, lihat. Boneka itu lucu sekali”tunjuk Sooyoung pada sebuah boneka beruang yang terpampang di stand pernak-pernik. Aku mengangguk. Setelah melihat kumpulan pernak-pernik lucu ini rasanya aku menjadi antusias.

“Sooyoung-ah, bagaimana dengan syal ini?”tanyaku menunjukkan syal tebal berwarna merah pada Sooyoung

“Yeoppodda…”

“Sebentar lagi musim dingin, sebaiknya aku beli ini. Aku juga akan membelikannya untukmu”

“oe? Jinjjayo? Kau akan membelinya untukku?”. Aku mengangguk lalu tersenyum. Memperlihatkan eye smile andalanku. “gomawo Fany-ah..”

Tanpa sadar, hari sudah menunjukkan jam makan siang. Aku dan Sooyoung segera memasuki sebuah restoran sederhana yang terjejer rapi dengan toko-toko lain. Perut kami sudah menuntut untuk diisi sesuatu.

“setelah ini aku ingin memperkenalkan seseorang padamu”seru Sooyoung sambil berkutat dengan kimchi stew-nya.

“Nugu?”tanyaku menoleh padanya

“seseorang yang aku sayangi selain orang tuaku”ucap Sooyoung penuh keyakinan

“oe? Namja chingu? Kau mempunyai namja chingu?”tanyaku penuh selidik

“aniyo. Dia lebih penting dari seorang namja chingu. Seseorang yang sangat berarti untukku”

“Hwaa, Choi Sooyoung kau sudah dewasa ternyata”godaku lalu tertawa pelan

“Aniyo..”

**

Setelah selesai makan, aku dan Sooyoung memutuskan untuk duduk disebuah bangku taman. Aku memandang orang-orang dengan tatapan iri. Kebanyakan dari mereka sedang bergandengan tangan dengan pasangan masing-masing. Sooyoung juga nantinya akan bersama dengan namja chingunya. Aah, nasibku malang sekali.

“oppa, aku sudah menunggu lama. Palli”

Terdengar Sooyoung sedang berbicara dengan namja chingunya ditelepon. Huh, menyebalkan. Membuatku iri.

“Sooyoung-ah, aku ingin membeli ice cream. Bisakah kau tunggu sebentar?”seruku. Sooyoung mengangguk. Aku menghampiri mobil penjual ice cream yang berjarak sekitar 10 meter dari tempatku duduk. Hari ini panas sekali.

“omoni, aku ingin choco ice cream”

Tak lama bibi penjual memberikan ice cream pesananku. Aku berbalik dan kembali ke tempat semula. Ternyata namja chingu Sooyoung sudah datang. Hwaa, dia keren sekali. Tinggi dan tampan. Oe? Tunggu.. bukankah dia Siwon oppa? Dia sedang bersama Sooyoung? Mereka berpacaran? Apa yang dimaksud Sooyoung adalah Siwon oppa?

Aku menghusap-husap mataku memastikan yang ku lihat adalah kenyataan. Benar. Dia Siwon oppa. Aku mematung ditempat menatap pemandangan yang benar-benar bisa menghancurkan hatiku. Bagaimana bisa? Mereka bahkan berpelukan. Siwon oppa sudah mempunyai yeoja chingu? Dan ternyata yeoja chingu-nya adalah Sooyoung? Apa ini kenyataan?

Aku merasakan wajahku mulai menghangat. Tidak. Aku tidak mungkin kesana dan berpura-pura tidak ada yang terjadi. Tidak! Aku berlari pergi menjauhi tempat itu tanpa memperdulikan ice cream-ku yang tanpa sadar terjatuh. Aku terus berlari. Mengapa kenyataannya seperti ini? Mengapa harus Siwon oppa?

Aku menerobos paksa ditengah kerumunan orang yang memenuhi tempat bermain itu. Aku ingin meninggalkan tempat ini jauh-jauh. Dan aku berjanji, seumur hidup aku tidak akan lagi ke tempat ini. Tiba-tiba seseorang mendorong tubuhku dan membuatku menabrak seseorang yang berada didepanku. Aku tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh, akhirnya aku terjatuh dan menimpa tubuh seseorang didepanku.

“kau,”seru seseorang yang ku tabrak tadi. Aku menoleh, lagi-lagi namja aneh ini. “Ya, kali ini kau yang menabrakku! Jangan pukul aku”serunya langsung melepaskan tanganku yang mencengkram kausnya. Dia langsung memperbaiki posisi duduknya dan sedikit menjauh.

Aku hanya diam dan langsung menangis. Aku tidak tahan lagi. Hatiku benar-benar sangat sakit. Bahkan aku tidak peduli bahwa saat ini aku sedang terduduk ditengah kerumunan orang banyak.  Dia tersentak dan menatapku bingung karena aku tiba-tiba menangis

“Ya, wae?”ujarnya panik sambil menoleh kekanan dan kiri. Ternyata orang-orang sedang memperhatikan kami berdua. Mungkin mereka menganggap namja ini adalah pacarku dan ia sudah menyakitiku. Aku juga mendengar beberapa dari mereka memaki namja ini.

“aiiishh.. ya, uljima..jebaaaal”

“ya, apa yang kau lakukan pada yeoja chingu-mu?”cibir seseorang

“a-aniyo..”balasnya kikuk “uljimaa.. jebaaaal…”

**

Namja aneh itu memberikanku segelas coklat panas saat kami sudah berada di sebuah coffe shop. Aku menerimanya lalu meminumnya agar hatiku sedikit tenang. Dia menatapku lekat membuatku sedikit risih lalu menatap kearah lain.

“apa kau benar-benar membenciku?”

“oe?”

“mengapa kau selalu memukulku setiap kita bertemu?”tanyanya kesal

“tapi tadi aku tidak memukulmu”balasku pelan

“tapi kau hampir membuatku dipukuli. Apa kau tidak lihat tadi bagaimana cara mereka memandangku? Mereka menganggap bahwa aku yang telah membuatmu menangis”cecarnya

Aku menunduk, “mianhae”lirihku

“sebenarnya ada apa? Aku yakin kau bukan menangis karena aku”ujarnya

Aku mengangkat wajahku dan balas menatapnya, “tentu saja bukan..”tandasku

“lalu?”

Aku menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan, “aku patah hati..”

Matanya langsung membulat lebar saat mendengar ucapanku, “MWO?? Hanya karena patah hati kau membuatku hampir dipukuli!! aiish jinjjaa..”dengusnya kesal “..apa kau tidak punya pikiran, huh? Kau benar-benar bodoh”

“ya! apa kau tidak pernah merasakan sakit hati? kau tau bagaimana sakitnya sampai aku menangis, huh?”

“cih, kau berkata begitu seakan-akan kau adalah orang yang paling merasakan sakit didunia ini. Bodoh!”

Aku menatapnya tajam. Mataku yang sebenarnya kecil, ku bulatkan lebar agar terlihat sedikit menyeramkan. Dia membalas pelototanku dengan wajah tak berdosa yang sangat menyebalkan.

“Jika dia tidak menyukaimu, kau cukup meninggalkannya dan mencari pria lain. Sangat sederhana”. Aku terenyak. Dia benar. Jika Siwon oppa tidak menyukaiku, bukankah seharusnya aku meninggalkannya?. “aku rasa kali ini aku benar”tebak namja menyebalkan ini lalu menyeruput cappuccino hangatnya.

Aku mendesah panjang, “Aku juga ingin seperti itu, tapi aku tidak bisa. Aku sudah menyukainya selama 3 tahun”

“3 tahun?”dia mengulang ucapanku. Aku mengangguk dan dia tertawa membuatku menatapnya bingung. “bagaimana bisa kau menyukai orang yang sama dalam waktu 3 tahun? Bodoh sekali”

Namja ini benar-benar keterlaluan. Dia bahkan mentertawaiku dan terus mengataiku bodoh. Aku berdiri dan menggebrak meja membuatnya terlonjak kaget.

“Terima kasih atas kopinya. Aku pergi dulu..”

Yah, aku memang sebaiknya pergi daripada terus dihina oleh namja berwajah pas-pasan tapi berlagak seperti playboy. Menyebalkan. Aku meninggalkan coffe shop dengan kesal. Dia tidak mengejarku? Bukankah sebagai namja seharusnya dia mengejarku dan meminta maaf? Tuhan, hari ini aku benar-benar sial.

**

Aku duduk dimeja belajar sembari menatap lurus sebuah kaleng Cola yang ku pegang. Wajahnya saat memberikan ini, masih sangat jelas diingatanku.

Bagaimana bisa cinta selama 3 tahun, berakhir dengan cara sangat tragis seperti ini ?. Aku bahkan belum pernah mengenalnya. Kenapa Tuhan tidak mau memberiku kesempatan ?

Aku buru-buru menghusap air mataku. Tidak. Aku sudah cukup menangis. Aku beranjak dari kursiku menuju jendela kamar. Aku membuka jendela kamarku dan menatap kaleng cola ini sejenak.

“aku memang harus melupakanmu oppa”

Keputusan untuk membuang kaleng ini adalah yang terbaik. Aku harap aku bisa melupakannya

**

Ah, mataku benar-benar berat. Aku sangat mengantuk. Efek patah hati kemarin membuatku tidak bisa tidur sampai pukul 4 pagi. Seandainya tidak ada ulangan, aku ingin sekali membolos hari ini.

“Fanny-ah..”. Aku menoleh saat mendengar seseorang memanggilku. Sooyoung! Bodoh. Aku lupa jika kemarin aku pergi begitu saja meninggalkannya. Ottokhaji? Apa yang harus aku katakan?. “Ya, kemarin kenapa kau meninggalkanku? Kau juga tidak mengangkat telepon dan membalas pesanku”cecarnya. Aku menelan ludah. Memutar bola mata mencoba mencari jawaban yang tepat.

“aku..emm..aku…”. Tuhan, aku mohon berikan aku ide.

“kemarin dia sedang patah hati..”

Mataku hampir melompat keluar saat melihat siapa seseorang yang kini sudah berada disamping Sooyoung. Dia bahkan mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakan pada Sooyoung. Jantungku berdegup kencang. Bagaimana jika Sooyoung mengetahuinya?

“Eunhyuk oppa…”seru Sooyoung pada namja yang selalu memberiku kesialan ini.

“annyeong Sooyoung-ah.. annyeong..”dia menghentikan ucapannya saat menatapku. Tentu saja karena dia tidak mengetahui namaku. Berulang kali bertemu tapi kita tidak pernah berkenalan sekalipun. Dia melihat name tag yang tertera di kemeja seragamku lalu melanjutkan ucapannya, “annyeong Tiffany-sshi..”

“Eunhyuk oppa, apa yang kau katakan tadi? Patah hati? siapa yang patah hati?”

“tentu saja dia..”jawab Eunhyuk santai sembari menunjukku.

Deg! Jantungku bekerja semakin cepat. Aku benar-benar ingin memakan namja ini hidup-hidup. Tubuhku membeku.

“kau?” Sooyoung menatapku dengan penuh tanda tanya. Aku menggeleng lalu tersenyum gugup.

“aniyo..”

“ani? Bukankah kemarin kau menangis didadaku?”

“YA!!!”

“MWO? Menangis didada oppa? Kalian sudah saling kenal?” Sooyoung terlihat sangat shock mendengar ucapan Eunhyuk tadi.

Aku buru-buru menggeleng, “aniyo.. ini semua tidak seperti yang kau pikirkan”

“dia berlari sambil menangis dan menabrakku. Kami terjatuh dan dia menangis didadaku”

“jinjja? Kenapa kau—“

“Sebaiknya kita ke kelas sekarang”potongku buru-buru menarik lengan Sooyoung agar menjauhi Eunhyuk sebelum dia membuka rahasiaku lebih jauh lagi.

Bel masuk berbunyi menyelamatkanku dari rentetan pertanyaan Sooyoung yang terus memborongku dengan semua pertanyaan menyelidiknya. Fiuuuh….

**

Pelajaran paling menyebalkan didunia sedang berlangsung dikelasku. Yah, matematika. Pelajaran yang menjadi musuh bebuyutanku.

Angin berhembus masuk dari celah-celah jendela. Kebetulan sekali karena tempat dudukku tepat disebelah jendela. Hembusan angin berpadu dengan penjelasan sonsengnim yang menurutku lebih seperti dongeng tidur membuat mataku tak lagi membuka lebar. Mataku perlahan meredup. Salah satu telapak tanganku yang menjadi penyanggah tak lagi mampu bertahan.

“YA! HWANG TIFFANY!!”

Suara teriakan sonsengnim langsung membuat punggungku kembali tegak. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Ah, kesadaranku belum kembali sepenuhnya.

“Kau tidur?”bisik Sooyoung menyikut lenganku pelan

“Aku..emm..”

“Hwang Tiffany, keluar!!”

**

Sonsengnim menjewer telingaku dan menyeretku disepanjang koridor.

“sonsengnim, appo..”

Sonsengnim sepertinya tuli. Dia seakan tidak mendengar jeritanku dan terus menyeretku. Tunggu, bukankah ini daerah tingkat 2?. Aku semakin berusaha melepaskan jeweran Sonsengnim dari telingaku tapi gagal.

Aku dan Sonsengnim sudah berada dipintu ruang kelas tingkat 2 – dengan masih menjewer telingaku – . Ia mengetuk pintu dan menyeretku masuk kedalam ruangan. Aku menghusap-husap telingaku yang sakit karena jeweran tadi.

“bisakah aku titip anak ini untuk berdiri disini ? Aku mau dia sadar dan tidak tidur dikelas lagi”

Aku langsung terlonjak kaget saat mendengar ucapan Sonsengnim. Terdengar suara tawa dari murid-murid senior yang mentertawakanku. Benar-benar membuat aku sangat malu. Terutama saat aku melihat sosok namja menyebalkan itu. Ternyata ia berada dikelas ini. Ia tertawa sangat lebar, memperlihatkan deretan giginya, bahkan gusinya pun juga terlihat. Menyebalkan. Sepertinya dia sangat bahagia. Tunggu..bukankah yang duduk disebelahnya itu .. ? Oh my Gosh. Siapapun tolong cubit aku sekarang. Aku pasti sedang bermimpi.

“Berdiri disana!” .Benar, aku tidak bermimpi. Teriakan keras Sonsengnim menggema ditelingaku dan terdengar sangat jelas. Aku menundukkan kepalaku dalam-dalam dan berjalan menuju sudut ruangan.Sonsengnim kembali ke kelasku dan guru yang mengajar dikelas ini kembali melanjutkan pelajarannya. Sebelumnya, ia sempat menatapku dan geleng-geleng kepala.

Dari ekor mata, aku melihat Eunhyuk sedang menahan tawanya sambil menatapku. Jika tidak ada guru, aku pasti sudah menghajarnya. Mataku beralih. Kini aku menatap namja tampan yang duduk disebelahnya. Namja itu terlihat serius dengan pelajaran yang diterangkan. Tangannya sibuk mencatat sesuatu dibukunya. Ah, dia benar-benar namja idaman.

Aku buru-buru menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Tidak boleh. Bukankah dia adalah namja chingu Sooyoung ? Sooyoung adalah sahabatku. Aku tidak boleh menyukai namja chingunya. Tidak boleh. Tidak boleh.

“Hwang Tiffany…” Aku tersadar lalu menoleh

“yee sonsengnim”

“ada apa denganmu ? kenapa kau menggelengkan kepalamu ?”

Fany Pabo! Pabo! Bisa-bisanya kau bersikap bodoh didepan murid tingkat 12 dan didepan namja idamanmu.Bodoh.

“A-animida Sonsengnim. Aku hanya merasa sedikit pusing”elakku

“Tahanlah 5 menit lagi, bel istirahat akan berbunyi”

“Algeseumnida Sonsengnim”

***

Aku buru-buru meninggalkan ruang kelas senior dan segera melesat menuju kantin.Bukan karena lapar, tapi karena aku sudah terlalu malu. Mereka pasti akan mentertawakanku. Teman-teman sekelas, senior, dan tentunya namja menyebalkan itu.

“ahjumma, aku ingin susu coklat hangat”seruku pada Bibi kantin

“kau tidak makan ?”

“aniyo. Aku sedang tidak berselera”

“Jika tidak makan kau akan sakit. Tubuhmu sudah sangat kurus seperti itu”balas Bibi kantin sembari memberikan pesananku.

“Gwenchana ahjumma. Aku hanya tidak lapar. Gomapseumnida”

Aku duduk disalah satu tempat kosong.Mengaduk-aduk coklat panasku. Sial sekali hari ini. Apakah ini artinya aku harus berhenti menyukai Siwon oppa ? Sebaiknya begitu. Dia sudah mempunyai kekasih. Tiba-tiba Sooyoung duduk didepanku saat aku masih larut dalam pikiranku.Aku tersentak.

“kau mengagetkanku”ujarku

Sooyoung menatapku lekat. Matanya menyipit seperti menuntut, “kau berhutang penjelasan padaku”

Benar saja, dia pasti akan bertanya soal kemarin. “penjelasan ?tentang apa ? Kau ada-ada saja hahaha”aku tertawa gugup

“kemana saja kau kemarin ? Eunhyuk oppa bilang kau menangis dan tadi malam kau pasti tidak tidur”

“Aniyo. Dia hanya—“

“apa kau benar-benar patah hati ?”

Deg! Dia men-skak. Apa yang harus ku jawab ? Aku tidak mungkin bilang padanya, “Benar.Aku patah hati.Dan itu karena kau”. Aku akan mengatakan hal seperti itu jika aku sudah gila.

“katakan padaku!”tuntut Sooyoung

“Aku memang patah hati”seruku pelan

“mwo ? Bagaimana bisa ?ceritakan padaku”

“aku melihat namja yang ku sukai sedang bersama yeoja chingunya kemarin. Saat kita berada di Lotte World”

“Bersama yeoja chingunya ?” Sooyoung mengulang ucapanku

Aku mengangguk, “Yah, dia sedang bersama yeoja chingunya dan membuatku patah hati…”

To be continue……

Iklan

7 thoughts on “FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 2)

  1. mozaoke berkata:

    Horeee lanjutan nya sdh dipost..
    Gomawo author..
    apa sooyoung pacarnya siwon oppa??
    Atau mungkin mereka cuma saudara..??
    Hemmm..
    Next part jangan lama2 ya thor..
    Coz q suka banget ma ne FF,,’n udh ga sabar nunggu kelanjutannya..
    Gomawoyo..
    🙂

  2. seokyu'fans berkata:

    daebak ceritanya thor…
    Aku blom selesai bca sih,tp aku udah jatuh cinta ama nih ff…lanjut ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s