FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 1)

oh my siwon oppa

Saya kembali dengan FF romance. Susah banget baru nemu ide. Mungkin ini adalah salah satu FF yang sedikit membutuhkan waktu lama untuk dibuat. Tapi semoga aja suka bacanya.

Don’t be plagiat!! ^^

Tittle                      : Oh, my Siwon oppa

Author                  : Oh Mi Ja

Main Cast            : Tiffany (Snsd), (Siwon Suju), Eunhyuk (Suju)

Support cast       : Sooyoung (Snsd), Yoona (Snsd)

Genre                   :Romance, Comedy

Summary             : Hal sekecil apapun bisa memberikan dampak besar ketika jatuh cinta.

Happy reading ^^

Selama tiga tahun ini, aku hanya melihatnya . Aku sangat menyukainya sampai hampir gila. Semua yang ku lakukan bahkan diluar logika. Siapa sangka murid bodoh sepertiku bisa masuk SMU yang berstandar tinggi di Seoul ?. Alasannya, tentu saja karena namja bertubuh tinggi dan berwajah tampan itu.

Sejak hari pertama masuk sekolah menengah, mataku tidak pernah lepas darinya. Dia adalah senior yang berbeda 1 tingkat denganku. Setiap harinya secara sembunyi-sembunyi aku terus mencari informasi tentangnya tanpa berani mengajaknya bicara. Semua orang juga tau bahwa sikapnya sangat dingin.

Rasa cintaku begitu besar sampai aku mati-matian untuk belajar dan berusaha keras agar bisa masuk ke sekolah tinggi yang sama dengannya.

Hhhh, siwon oppa. Noumu noumu chua

Selama tiga tahun ini, aku hanya memendam semua perasaan cintaku. Hanya memandangnya dari jauh saja sudah membuatku sangat bahagia. Entah, aku juga tidak mengetahui apa alasannya. Tapi hatiku sudah tertuju padanya.Hanya padanya.

Mungkin suatu hari Tuhan akan bersikap baik padaku. Membuatku dan dia bisa mengobrol dan lebih dekat. Aaaah, aku menunggu hari itu.

**

Aku berbaur dengan kerumunan murid yang menghambur didepan kelas. Suara jeritan bel membuat para murid langsung berhambur kesana-kemari. Sebagian besar dari mereka sudah pasti menuju kantin. Sama sepertiku.

Aku melebarkan mataku mencari tempat kosong.  Ahh, bagaimana bisa anak-anak ini sangat cepat mengisi kantin?. Aha! Ada satu tempat kosong. Aku meletakkan nampan makananku diatas meja yang ku temukan tidak berpenghuni ini. Semoga tidak ada yang duduk disebelahku, aku hanya ingin makan seorang diri tanpa diganggu siapapun. Aku menggenggam tanganku dan memejamkan mata. Sebelum makan, harus berdoa terlebih dahulu.

“amin”

Aku membuka mataku dan bersiap melahap makanan yang sudah menggodaku itu. Huaaah, enak sekali. Namun sepertinya kebahagiaanku hanya berlangsung sebentar. Seseorang duduk disampingku. Aah, Tuhan bukankah tadi aku berdoa agar tidak ada yang duduk disebelahku?

Huh, siapa namja yang berani duduk disebelahku ini? Dia sangat menyebalkan. Aku menoleh dan menatap wajah namja itu. Saat itu juga aku hampir memuntahkan kembali makanan yang sedang ku kunyah. Tuhan, apa aku bermimpi? Namja yang sedang duduk disampingku adalah… CHOI SIWON!!

Kyaaaa!!! Aku berteriak dalam hati. Rasanya aku ingin melompat-lompat senang dan memeluknya. Ini pertama kalinya aku makan bersama dengan namja yang paling aku kagumi selama ini. Kami sangat dekat. Bahkan aku bisa mencium aroma masculine dari tubuhnya.

Tuhan, bisakah hentikan waktu? Aku ingin seperti ini seterusnya. Jantungku benar-benar berdegup tak karuan. Makanan yang tadinya sangat menggoda membuatku menjadi tak selera lagi. Rasa bahagia saat berada didekat seseorang yang disukai membuat rasa laparku hilang.

Aku hanya menatapi makananku tanpa berniat untuk memakannya lagi. Sampai akhirnya ia beranjak meninggalkan bangkunya dan pergi. Fany pabo! Harusnya kau menyapanya tadi. Akh, paboya!

**

Keesokan harinya, aku duduk dibangku kelasku sambil berdoa.

Tuhan, aku berharap kejadian kemarin terulang kembali.

Tak lama sonsengnim masuk kedalam ruang kelasku, dia memperkenalkan seorang murid baru. Saat murid baru yang ternyata seorang yeoja itu muncul, semua namja dikelasku langsung bergumam bersamaan.

“whooaaaa…”gumaman itu lebih terkesan sebagai sorakan karena dilakukan secara serempak. Huh, dasar! Mereka memang tidak bisa melihat yeoja cantik.

Sonsengnim menyuruh yeoja itu duduk disampingku. Yah, karena aku memang duduk seorang diri. Yeoja kurus dan tinggi itu segera menghampiriku dan duduk disebelahku. Ia melemparkan sebuah senyum. Dia memang sangat cantik.

“annyeong”sapanya ramah

Aku tersenyum, menunjukkan sebuah senyum yang tak kalah cantik dari senyum yang dimilikinya, “annyeong”balasku

“Choi sooyoung imnida”

“Hwang Tiffany imnida”

Percakapan kami sedikit canggung. Ini karena kami baru pertama kali bertemu. Keundae, menarik sekali akhirnya aku mempunyai teman ngobrol selama pelajaran membosankan ini.

“Kau murid pindahan?”tanyaku memecah keheningan diantara kami

Dia mengangguk, “Yee, aku dari Cina”

“oe? Kau orang cina?”

“Aniyo.Aku hanya tinggal di Cina selama beberapa tahun. Aku orang korea”

**

Jam istirahat. Lagi-lagi aku segera menghambur menuju kantin. Dengan sigap ku tempati tempat yang ku duduki kemarin. Sebuah tempat yang ku anggap tempat yang paling berkesan seumur hidupku setelah L.A tentunya.

Yah, sejak kecil aku memang dibesarkan di L.A. Tapi, saat ibuku meninggal, aku pindah ke korea dan tinggal bersama dengan nenekku sampai aku bisa menerima dengan kepergian ibu. Tapi, nenek juga sudah meninggal dan membuatku tinggal dirumah itu seorang diri. Ayahku sudah memutuskan, jika lulus nanti aku akan kembali ke L.A.

Tanganku mengaduk-aduk sereal namun mataku menatap sekeliling kantin. Aku menunggu kehadiran namja itu lagi. Tiba-tiba Sooyoung duduk dihadapanku, membuatku sedikit terlonjak.

“siapa yang kau tunggu?”tanyanya tepat membaca pikiranku

“aku? Ah..tidak..aku tidak menunggu siapapun”elakku sembari tertawa pelan

“Jinjja? Tapi matamu seperti sedang mencari seseorang”

Aku menggeleng, “aniyo..”

“Fany-ah, akhir pekan nanti bisakah kau menemaniku jalan-jalan?”

“oe? Aku?”

“Emp, siapa lagi? Aku tidak punya teman selain dirimu disini. Aku sangat merindukan suasana Seoul. Maukah kau menemaniku?”

Aku mengangguk mantap, “tentu..”

**

Dia tidak ada. Aku bahkan tidak melihatnya dimanapun. Aah, aku merindukannya. Aku menuruni anak tangga tiga sekaligus. Ingin cepat pulang dan cepat tidur. Aku tidak sabar untuk menunggu hari besok dan berharap bisa bertemu dengannya lagi.

Namun, langkahku terhenti saat melihat mesin minuman yang seperti sedang memanggilku. Aku haus. Aku menghampiri mesin minuman itu dan memasukkan koin. Aku ingin minum cola. Aku menekan tombol cola. Oe? Kenapa tidak keluar? wae geurae?. Aku sedikit memukul mesin itu karena tidak bekerja dengan baik.

“Ya!!keluar!!”pukulku lagi. Namun tidak ada hasilnya, cola-ku tetap tidak keluar .Aaah, aku haus. Aku ingin cola. Bahkan mesin ini saja membuatku kesal hari ini.

“Baiklah. Sepertinya kau mencari masalah denganku”

Aku berjalan mundur dan memasang kuda-kuda. Aku menarik nafas panjang dan bersiap untuk memberikan tendangan pada mesin itu.

“Hana…”

“Dull..”

“Shh….”

BUKK!!

Sebuah kaleng cola keluar dari mesin itu. Aku terkesiap. Hanya dengan satu pukulan namun lebih terkesan dengan sebuah tekanan halus. Namja itu membungkuk mengambil kaleng cola itu dan memberikannya padaku. Aku masih terpaku. Tuhan, saat ini aku benar-benar ingin pingsan.

Mataku menatap mata namja itu tanpa berkedip. Mungkin sekarang mulutku sedang ternganga lebar dan wajahku terlihat semakin bodoh. Namun, tubuhku seperti membeku. Aku tidak bisa bergerak.

“milikmu”seru namja yang sangat aku kagumi itu.

Aku masih mematung. Jantungku berdetak tak karuan. Tubuhku kaku. Aku ingin mengulurkan tanganku dan menerimanya namun tidak bisa. Apa yang terjadi denganku ?

Siwon oppa meraih tanganku dan memberikan kaleng cola itu. Rasa dingin yang berasal dari kaleng cola membuat kesadaranku kembali. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Ini kenyataan!

Dia berbalik pergi setelah mendapatkan kaleng cola miliknya. Ani, aku tidak boleh membuang kesempatan ini lagi.

“op..oppa..”panggilku dengan suara bergetar karena gugup

Dia menoleh. Ah, tatapan itu. Tatapan yang bisa membuat jantungku tidak bekerja dengan baik.Tanpa tersenyumpun, namja ini sangatlah tampan.

“go..gomawo..”seruku terbata

Dia tidak menjawab. Hanya menatapku sesaat dan berbalik pergi. Kakiku melemah, aku terduduk disebuah kursi. Siwon oppa memberikanku cola dan memegang tanganku.

“Fany-ah, ini bukan mimpi. Ini  kenyataan. Cola ini pemberian siwon oppa. Tangan ini juga disentuh olehnya. Kyaaaa!!!” tanpa sadar, aku melompat-lompat girang dikoridor. Aku tidak peduli, toh sekolah ini sudah sepi karena jam pulang sudah lewat cukup lama.

“Aku benar-benar bahagia!!!”sorakku lagi, “Tuhan, terima kasih” Aku kembali melompat-lompat girang.

“kau gila ?”

Sorakanku terhenti saat mendengar sebuah suara. Aku menoleh. Seorang namja sudah berdiri ditangga dengan tatapan aneh memandangku. Bodoh! Bagaimana bisa seseorang melihatku saat melakukan hal yang memalukan?

“Apa yang kau lakukan?”tanyanya

“Aku..aku..”aku memutar bola mataku mencari kata-kata yang tepat. Karena sangat tidak mungkin aku bilang aku sedang senang karena kejadian tadi. “aku..”

“pabo”cibirnya

“mwo? Pabo? Ya!!”balasku tak terima

“Apa aku harus memberikan cermin untukmu? Wajahmu benar-benar terlihat sangat bodoh”

“MWO??”

Dia tertawa kecil seperti tertawa mengejek lalu pergi. Aku buru-buru menarik lengannya dan menendang kakinya dengan keras.

“Akh!”dia mengaduh

“Kau tau? Wajahmu benar-benar terlihat sangat bodoh”balasku tersenyum puas.

“Ya! Kau…”

**

Aku duduk termenung dikursi belajarku sambil menatapi sebuah kaleng berwarna hitan dan merah yang ada didepanku. Aku melipat kedua tanganku dan menjadikannya tumpuan untuk wajahku. Kaleng inipun bisa membuatku bahagia.

Aku berjalan keluar menuju balkon kamarku. Pemandangan malam yang terlihat sangatlah indah, angin berhembus pelan semakin menyejukkan badan. Aah, ternyata benar.  Hal sekecil apapun bisa memberikan dampak besar ketika jatuh cinta.

**

Hari ini aku bangun lebih pagi dari biasanya. Mandi lebih lama dari biasanya dan berdandan lebih cantik dari biasanya. Aku sangat bersemangat hari ini.

Aku menatap bayangan diriku yang tercetak di cermin. Memastikan bahwa penampilanku sudah sempurna.

“Fany-ah, hwaiting!”seruku menyemangati diri sendiri

**

“Baiklah, hari ini saya akan membagikan hasil ulangan matematika kemarin”seru sonsengnim. Ia mulai memanggil nama murid-murid dan memberikan mereka selembar kertas.

“Hwang Tiffany”

“Yee sonsengnim..”

Aku berjalan menghampiri meja guru lalu menerima kertas yang diberikan. Mataku hampir melompat keluar saat melihat sebuah angka yang tersemat diujung atas kertas itu. Warna merah dan ukurannya yang besar langsung membuat mataku tertuju padanya. 25!

Sonsengnim menarik nafas panjang lalu menatapku lekat. Ada raut putus asa diwajahnya.

“Bukankah sudah aku bilang, kau harus belajar!! Nilaimu sangat jelek dan tidak ada peningkatan sama sekali. Apa kau mau membuat nama baik sekolah tercemar hanya karena nilaimu, huh? Sebenarnya apa yang kau pikirkan selama pelajaran?!!”cecarnya bertubi-tubi.

Habislah aku. Bagaimana bisa nilaiku turun 5 angka dari ulangan kemarin?

“arasseo sonsengnim”

“Kau..!!” sonsengnim menjitak kepalaku. Aku mengaduh. “kau bahkan tidak menggunakan bahasa formal padaku, kau benar-benar cari mati”

Aku memegangi kepalaku yang masih terasa sakit. Terdengar teman sekelas mentertawaiku. Selalu seperti ini. Aku selalu terlihat seperti orang bodoh didepan semua orang.

“Ya, bagaimana aku bisa berbicara formal jika bahasa koreaku belum lancar? Kenapa sonsengnim tidak mau mengerti? Walaupun aku bodoh dalam semua pelajaran, tapi dalam pelajaran bahasa Inggris, nilaiku sangat unggul”balasku juga mulai kesal

“kau berani membantahku, huh?” kali ini tangan sonsengnim terulur dan memutar daun telingaku.

“akh, appo.. sonsengnim..appo..”

**

Aku melipat kedua tanganku diatas meja dan menenggelamkan kepalaku disana. Suara tawa Sooyoung yang daritadi terdengar, semakin lama justru semakin keras. Kesal! Aku benar-benar kesal!. Aku menggebrak meja.

“YA!!!”

Semua mata, tak hanya Sooyoung langsung tertuju padaku. Aku lupa jika aku sedang berada di kantin. Semua junior dan senior memberikanku tatapan aneh. Aku tersenyum malu lalu menundukkan kepalaku sedikit.

“Mianhae”seruku pelan

“Aku baru pertama kali bertemu orang sepertimu”ujar Sooyoung masih dalam sisa-sisa tawanya. Aku mengerutkan kening.“kau benar-benar bodoh”lanjutnya lagi dan kembali tertawa

Aku mengerucutkan bibirku kesal. Yoona sonsengnim dan Sooyoung benar-benar menyebalkan.

“bagaimana kalau minggu depan kau belajar dirumahku? Aku cukup menguasai matematika dan aku mempunyai kakak yang sangat pintar. Dia pasti mau mengajari kita”

“Baiklah.Idemu tidak buruk”balasku dengan nada malas.

**

Aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum pulang kerumah. Rumah akan membuatku bosan karena hanya ada diriku. Aku berjalan pelan sambil memandangi orang-orang yang melakukan aktivitasnya. Langkahku terhenti saat melihat sebuah mobil yang menjual ice cream dan burger. Kebetulan sekali aku sedang lapar.

“omoni, aku ingin burger extra bawang dan ice cream coklat”seruku pada bibi penjual

“Nee..”

Beberapa saat kemudian, bibi penjual itu memberikan burger dan ice cream pesananku. Mataku langsung berbinar.

“gomapseumnida omoni..”seruku.

Aku berbalik dan mencari tempat yang nyaman untuk menyantap makananku. Ah, disebrang sana ada tempat teduh. Aku melenggang santai menuju tempat yang ku lihat tadi. Namun, tiba-tiba seseorang menarik tubuhku. Keseimbanganku kini tidak bekerja, karena tarikan itu tubuhku terjatuh menuju arah tarikan. Aku melihat sebuah dekapan sudah siap untuk menangkap tubuhku…..

To be continue……

21 thoughts on “FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 1)

  1. mozaoke berkata:

    Salut ma fany eonni,,,ngejar wonppa segitunya…
    siapa yg narik fany??
    Anyeong,,kenalin q reader baru disini,,salam kenal ya..
    Next part jangan lama2 ya thor..

  2. MJ berkata:

    Annyeong Melly Imnida..
    Aku reader baru..
    Lanjutin dong chingu…Ppali ne,….
    Jalan ceritanya hampir sama kayak film Naughty Kiss apalgi yang kaleng minuman itu tapi bedanya Baek Seung Jo bukan kasih ke Oh Ha Ni….
    Daebakk thor…lanjutt

  3. Fransiska berkata:

    Annyeong author-nim… Aku reader baru nih, salam kenal ya thor. Aku suka bgt sama couple sifany, jadi cepet lanjutin ya !😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s