FF SHINEE : 100 DAYS, I LOST YOU! (ONE SHOOT)

Saya kembali dengan FF one shoot. Maaf kalo alurnya kecepetan atau ceritanya aneh. Awalnya saya mau buat FF ini jadi continue, tapi ngga tau kenapa pengen langsung ditamatin aja. Dan maaf kalo banyak typo. Jeongmall mianhae..

Happy reading ^^

Tittle        : 100 days, i lost you!

Author    : Oh mi Ja

Genre       : Friendship, Fantasy

Cast           : ALL member Shinee without Jonghyun

“Bahahahaha, kau payah sekali. Kau selalu takut jika menonton film horror”ejek Lee Jinki sembari mentertawai wajah penuh ketakutan kibum.

“Benar, kau sangat payah”sahut choi minho disela tawanya.

Kibum menatap keduanya kesal. Tampangnya cemberut. Walaupun dalam hati ia membenarkan jika dia memang sangat takut hantu. Teman-temannya memang selalu memaksanya untuk menemani mereka nonton film dengan genre Horor. Selain karena Filmnya yang memang bagus, ini juga kesempatan untuk mengejek Kim Kibum, namja cerewet dan selalu mengaku bisa melakukan apa saja kecuali menonton film horror.

Setelah dari bioskop, mereka memutuskan untuk santai diTaman Sungai Han. Pemandangan malam hari ditaman ini memang sangat indah. Mereka memilih duduk disebuah bangku sambil menatap orang-orang yang sedang bermain skateboard.

“Kita selalu menghabiskan weekend bertiga, aku benar-benar bosan”eluh Jinki sembari menghembuskan nafas panjang.

“Jika kau bosan, cepatlah mempunyai yeojachingu”balas Kibum

“Andwae! Ujian kelulusan semakin dekat, aku tidak mau konsentrasiku terpecah dengan hal seperti itu”

Kibum mencibir, “Bukankah kau bukan tipe orang yang suka memikirkan pelajaran?”dengusnya

“Aniyo. Sebagai namja, kita harus mempunyai impian. Bukankah kita sudah berusia 18 tahun?”

Minho mengangguk-angguk setuju. “Benar, 3 tahun mendatang aku benar-benar ingin menjadi seorang atlet”

“Aku ingin membuka restoran ayam”sahut jinki.

“Apa diotakmu hanya ada ayam? Kalau begitu impianmu adalah, makan dengan ayam, tidur dengan ayam, menonton film dengan ayam, dan melakukan semua hal dengan ayam”cetus Kibum

“Kau benar. Impianku hanya itu”balas Jinki santai. Kibum dan minho saling pandang lalu geleng-geleng kepala. Jinki selalu seperti itu, baginya ayam adalah hal terpenting setelah orang tuanya.

“Lalu kau? Apa impianmu?”tanya minho pada kibum.

Kibum terdiam sejenak lalu mengangkat bahunya “Molla. Aku hanya ingin selalu bisa duduk disini dan menikmati kebebasan”

“kau harus punya impian”

“Mollaseo. Aku belum memikirkan hal itu dengan serius”

“Sebaiknya kau pikirkan cara agar bisa berani saat melihat hantu”seru Jinki memulai ejekannya kembali. Kibum menoleh lalu melotot.

“YA!!!”

“Keke~ benar. Bagaimana jika ketika dirumah nanti, hantu yang ada difilm tadi muncul dikamarmu?”sahut Minho sembari ikut tertawa.

“YAA!! Kalian benar-benar menyebalkan”cetus Kibum kesal lalu beranjak dari kursinya dan pergi.

KIBUM POV

Cih, apa mereka pikir mereka hebat? Mereka selalu mengejekku karena kelemahanku itu. Namun, kenyataannya aku memang sangat membenci hantu. Mereka sangat menakutkan dan… sangat jelek.

Aku menghempaskan tubuhku ke tempat tidur empukku. Nyaman sekali, aku benar-benar ingin bangun siang besok. Hari sudah mulai larut, karena sangat lelah aku langsung memejamkan mataku tanpa mengganti baju.

Namun, baru beberapa saat aku terlelap. Samar-samar aku mendengar suara. Aku menajamkan telingaku dengan mata yang tetap tertutup. Aku benar-benar mendengar sebuah suara. Jantungku mulai berdegup kencang. Apa ini bukan kenyataan? Mungkin aku hanya terkontaminasi oleh ucapan minho tadi. Aku mencoba mengabaikannya dan melanjutkan tidurku.

Aiiishhhh… suara itu sangat terdengar jelas. Suara tangisan. Aku memberanikan diriku untuk membuka mata. Tidak ada apa-apa dikamarku. Tvku bahkan masih dalam keadaan mati. Aku menelan ludah, mencoba mencari sumber suara yang mengganggu tidurku.

Tanganku terulur untuk memutar kenop pintu.

“Andwae!!! Andwae!!! Bagaimana jika itu benar-benar suara hantu?”gumamku membatalkan niatku untuk membuka pintu.

“Huhuhuhuhuhu….”

Tangisan itu semakin keras, membuat nyaliku yang kecil menjadi semakin menciut. Aku menarik nafas panjang, sebelum membuka pintu aku meraih sebuah tongkat baseball. Hantu ataupun bukan, yang penting pukul dulu.

Aku memutar kenop pintu, jantungku benar-benar berdegup kencang. Aku melebarkan pandanganku diruang tamu apartemenku. Aku menyesal sudah mematikan lampunya tadi. Aku semakin menguatkan cengkramanku pada tongkat baseball.

Ketemu! Ada seseorang yang duduk dikursi balkonku. Siapa dia? Aku melangkahkan kakiku dalam keheningan dengan perlahan. Semakin dekat.. semakin dekat…

“YA!! PERGI!! PERGI!! SIAPAPUN KAU, PERGI!!!!”seruku sambil memukulnya bertubi-tubi dengan tongkat baseball. Entah, tepat mengenainya atau tidak karena aku memukulnya sambil menutup mata.

“Kau bisa melihatku?”

Aku menghentikan pukulanku, membuka mata perlahan. Seorang namja sudah berdiri manis dihadapanku. Tampangnya sangat imut, tubuhnya lumayan tinggi. Dan dia terlihat seperti habis menangis.

“Nu-gu?”tanyaku. Pabo! Semua pukulanku tidak mengenainya.

“Kau benar-benar bisa melihatku?”tanyanya lagi, raut wajahnya berubah jadi gembira. Aku mengangguk pelan.

“Aaah.. aku senang sekali” dia melangkah maju bermaksud memelukku. Saat itu juga aku tersentak, benar-benar tersentak. Tangannya menembus tubuhku. Aku terpaku. Tenggorokanku terasa cekat. Saat ini yang ku pikirkan adalah bagaimana caranya untuk kabur. Pintu untuk keluar jaraknya lumayan jauh, jalan satu-satunya adalah melompat dari balkon ini. Namun, aku tidak bodoh. Aku belum mau mati.

Dahiku mulai berkeringat, tanganku dingin. Jantungku berdetak tak karuan. Tidak peduli bagaimana caranya, aku harus lari. Aku melempar tongkat baseball kearahnya. Bodoh! Tentu saja itu tidak ada gunanya. Aku segera melarikan diri dan berlari sekuat tenaga menuju pintu keluar.

Ciiitt.. Aku menghentikan langkahku tiba-tiba saat namja itu sudah berdiri didepan pintu. Walaupun wajahnya sangat imut, dia tetap saja menyeramkan. Dia benar-benar hantu.

“Jebaaal.. Jangan makan aku. Aku belum menikah dan aku belum lulus SMU. Jebaaal….”seruku berlutut sambil mengatupkan kedua telapak tanganku memohon.“Aku sangat kurus dan aku tidak punya banyak daging ditubuhku. Sebaiknya kau cari manusia lain, jebaaaaal.. jangan aku..”mohonku lagi.

“Ya! apa kau pikir aku psychopath yang memakan daging manusia?”cetus namja itu sebal “Aku tidak akan memakanmu”

“oe?” Aku membuka mataku perlahan, “kau tidak akan memakanku?”

“Tentu saja, aku bukan psychopath” Ia menyipitkan matanya lalu menatapku tajam, “… dan aku bukan hantu”tandasnya

“Tidak mungkin. Tanganmu bahkan menembus tubuhku tadi. Kau hantu!! Hantu!! Oema… Aku akan dimakan hantu. Huaaaaa…..”seruku panik. Aku benar-benar ingin menangis sekarang.

“Aniyo. Ya! Jika kau menganggapku hantu, aku benar-benar akan memakanmu sekarang”

Aku mengatupkan mulutku secara otomatis. Satu kalimat yang terdengar santai namun sangat menakutkan untukku.

Ia melangkah maju lalu menatapku, “aku mohon bantulah aku”

**

AUTHOR POV

Kibum mengangguk-angguk saat Taemin menceritakan semuanya, walaupun sedikit ngeri tapi ia juga tidak tega. Taemin adalah roh, entah kenapa dia menjadi lupa siapa dirinya. Dia menangis karena tidak ada satupun orang yang bisa melihatnya.

“Apa kau benar-benar tidak bisa mengingat siapa dirimu?”tanya Kibum sambil mencomot rotinya.

Taemin menggeleng pelan, “aku hanya mengingat namaku”serunya lemas “Saat membuka mata kemarin pagi, aku sudah berada ditaman gedung apartemen ini”

“Baiklah, sehabis mandi kita pergi ketaman itu. Pasti ada petunjuk disana”

Taemin mengangguk lalu duduk manis disofa ruang tamu sambil menonton tv. Ia meraih remote tv bermaksud ingin mengganti chanelnya namun gagal, tangannya menembus remote itu. Ia membuang nafas lemah.

“apa aku benar-benar hantu?”gumamnya

Tak lama Kibum keluar dari kamarnya, ia terlihat rapi dengan kaus putih dan jins hitamnya. Ia menghampiri taemin.

“Kajja”

Mereka menuju taman belakang gedung apartemen itu. Taemin menunjuk tempatnya berada saat membuka mata. Sebuah bangku kayu. Kibum mengerutkan keningnya bingung.

“Disini?”

“Yee..”

Kibum melebarkan pandangannya, otaknya benar-benar tidak bisa bekerja sama sekali. Taman ini sebenarnya sangat indah.

‘apa ada hantu lain disini? Oema.. ottokhe?’jeritnya dalam hati.

“YA! Hanya ada aku dan kau disini. Kau penakut sekali”

Mata kibum nyaris melompat keluar, jantungnya semakin berdegup tidak karuan. Taemin tersenyum menyeringai lalu mengurangi jarak langkahnya dengan kibum. Ia mengunci kibum ditatapan matanya.

“aku bisa membaca pikiranmu, jadi kau jangan coba-coba kabur”

Pelan namun tandas. Kibum dapat mendengar jelas ucapan lembut namun sarat ancaman itu. Ia menelan ludah dan tanpa sadar mengangguk.

“A..aniyo.. Mana mungkin aku kabur ha-ha-ha”elaknya tertawa gugup.

Taemin tersenyum puas. “Baiklah, kalau begitu apa yang harus kita lakukan?”

“Mollayo, aku juga tidak menemukan petunjuk disini. Kau membuatku kurang tidur sehingga otakku tidak bisa bekerja dengan baik”

“Pabo..”

Kibum mendelik, “YA!! Kau tidak sopan sekali, aku bahkan lebih tua darimu”cetus kibum kesal

Taemin tidak menjawab, ia hanya mengangkat bahu lalu menatap kearah lain. Tiba-tiba ponsel kibum bordering, terdapat nama minho dilayar ponselnya.

“Wae?”

“Odie? Aku dan jinki sedang piknik di taman yeouido”

Kibum mengerutkan keningnya, “piknik?”

“Nde. Dia mengajakku tiba-tiba, cepatlah kesini”uajr minho mengakhiri pembicaraan meninggalkan kibum yang masih mematung.

“Wae?”

“Aku harus pergi”

“Odieka?”

Kibum menghentikan langkahnya lalu menoleh, “wae? Kau mau mengikutiku? Andwae!”tandas kibum lalu melanjutkan langkahnya dan pergi.

***

Deretan Pohon Sakura tumbuh manis menghiasi taman Yeouido. Sebuah taman yang terletak di Pulau Yeouido, pusat kota Seoul. Warna pink sangat mendominasi karena sedang musim semi. Benar-benar sangat indah.

Kibum setengah berlari saat melihat minho dan Jinki sudah duduk manis diatas tikar. Ia melihat tumpukan kotak makan yang masih belum dibuka.

“Kau sudah datang?”ujar jinki saat melihat kibum. Deretan gigi kelincinya terlihat jelas saat dia tersenyum.

“Wae? kenapa tiba-tiba piknik?”tanya kibum bingung lalu duduk disamping minho.

“Keluargaku tidak jadi datang sehingga makanan dirumahku tersisa cukup banyak jadi aku mengajak kalian”

Kibum mencibir, “jadi ini makanan sisa?”

“Walaupun makanan sisa tapi ini sangat enak”balas jinki kembali terseyum lebar sampai matanya tertutup rapat.

Mereka menikmati makan siang mereka bersama, tidak hanya mereka tapi banyak keluarga yang juga berpiknik karena hari ini adalah hari libur.

“Mereka pasti menganggap kita adalah orang aneh”seru minho disusul anggukan kibum

“Tiga orang namja aneh sedang berpiknik bersama ditaman Yeouido tanpa adanya seorang yeoja. Sangat kasihan”

Mereka menghembuskan nafas panjang bersamaan lalu melanjutkan kembali menyantap makanan yang dibawa jinki. Pandangan orang tidaklah penting, yang penting sekarang mereka makan dengan puas.

Kibum menyantap kimchi buatan oema jinki dengan semangat. Rasanya enak sekali. Namun, matanya menangkap seseorang yang sedang duduk dibawah pohon sakura tak jauh darinya. Dia melambaikan tangan dan tersenyum manis pada Kibum.

“Uhuk..uhuk..uhuk…” Kibum hampir saja mengeluarkan makanan yang sedang dikunyahnya. Ia tersedak.

“Ya! gwenchana?”tanya minho sambil menepuk-nepuk punggung kibum

“Gwenchana.. uhuk..uhuk..”

Kibum mengalihkan pandangannya kembali pada pohon sakura itu, dia menghilang. Ia menoleh kekiri dan kanan mencari sosok namja itu.

“kau mencariku?”serunya sudah berada disamping kibum

“AAAAA..” Kibum terlonjak mundur dan menutupi wajahnya.

“wae? kenapa kau jadi aneh?”tanya jinki bingung.

Kibum membuka matanya perlahan lalu kembali menegakkan punggungnya, ditatapnya taemin yang sudah berada disebelahnya. Ia sangat kesal, ingin rasanya memukul namja menyebalkan ini.

“Wae geurrae?”tanya jinki lagi

“A..aniyo. gwenchana”

**

“Jangan pernah mengagetkanku lagi, arasseo?”cetus kibum kesal saat sudah berada dimobil

“apa kau benar-benar takut padaku?”

“Ani. aku bukan takut padamu. Aku takut hantu!!”

“Ya! aku bukan hantu”balas taemin

“Lalu?”

Taemin sudah membuka mulutnya namun tidak menemukan kata yang tepat. Ia memperbaiki posisi duduknya menghadap kedepan lalu mendesah pelan.

“Aku bukan hantu”

“Sudahlah, ayo turun”

Kibum membuka pintu mobilnya dan memasuki sebuah coffe shop. Setelah memesan satu gelas Americano, ia memutuskan duduk disudut ruangan. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.

“Apa kau masih belum mengingat apapun?”tanya kibum menatap lekat wajah taemin

Taemin menggeleng pelan.

“Akh, jinjja.. aku akan menjadi gila”rutuk kibum menjambak rambutnya sendiri

Taemin mengerutkan kening “Wae?”

Kibum kembali menatap taemin lalu menghembuskan nafas keras, “ya! hari-hariku akan selalu diikuti hantu. Aku benciiiii hantuuuuuuuuu!!!!!”ujar kibum uring-uringan.

Taemin tidak menjawab. Ia menatap sekeliling orang yang memandang kibum dengan tatapan aneh. Tentu saja, mereka pasti menganggap kibum adalah orang gila yang berbicara seorang diri. Bahkan sedikit berteriak. Taemin kembali memandang kibum lalu meletakkan satu telunjuknya didepan bibir.

“ssst.. mereka semua memperhatikanmu”

Kibum menatap sekeliling. Benar saja, semua orang memandangnya dengan tatapan aneh. Kibum buru-buru membenarkan posisi duduknya lalu bersikap normal.

Taemin tidak bisa menahan tawanya, ia tertawa geli sampai bahunya terguncang.

Kibum mendelik, “ini semua karenamu”

**

KIBUM POV

Akh, jinjja. Hari-hariku tak lagi tenang setelah ada namja itu. Dia selalu mengikuti kemana-mana. Sekolah, rumah bahkan toilet sekalipun. Dia selalu muncul dan menghilang sesuka hatinya membuat penyakit jantung mungkin semakin dekat denganku. Tatapan aneh orang lain juga selalu mengikutiku saat aku histeris karena kaget. Aku dianggap orang gila!!

Oema.. Appa.. Jebaaal cepatlah pulang. Bagaimana bisa aku hidup bersama dengan hantu itu? Dia selalu mengancam ingin memakanku jika aku tidak menjalankan perintahnya. Aku seperti budak hantu!! Huaaaa….

**

AUTHOR POV

Kibum segera menjatuhkan dirinya disalah satu sofa ruang tamu. Helaan nafasnya menjadi satu-satunya suara yang terdengar diruang tamu itu.

“Wae?”tanya taemin sudah duduk disamping kibum

Kibum tidak menjawab, ia hanya menoleh sesaat lalu membuang pandangannya kembali. Tidak seperti biasanya, sekarang ia tidak pernah lagi terkejut saat taemin tiba-tiba berada disampingnya. Dua minggu bersama taemin benar-benar membuat rasa kagetnya itu hilang entah kemana. Lagipula, siapa yang akan takut jika hantunya seperti Taemin? Dia adalah hantu bayi yang sangat imut.

“hyung, wae? kenapa wajahmu lesu?”tanya taemin lagi

“Gwenchana. Aku ingin keluar”

Kibum beranjak dari sofanya lalu keluar apartemen. Saat ia membuka pintu mobilnya, taemin sudah duduk manis dijok samping kemudi. Ia tersenyum saat melihat kibum membuka pintu.

“Oedika?”tanya taemin

“Tentu saja makan”jawab Kibum menginjak pedal gas lalu mengemudikan mobilnya

“Hyung, apa setiap harinya kau selalu makan diluar? Apa kau tau itu tidak baik? Kau harus mulai belajar memasak sendiri. Karena makanan yang …”

“YAA!!!”potong kibum. “kau selalu mengatakan hal yang sama setiap harinya. Apa kau tidak bosan?”cetus kibum tetap fokus pada jalan

“Jeongmall? Apa aku mengatakannya setiap hari? Aku tidak menyadarinya”

Kibum menghembuskan nafas panjang menghadapi tingkah polos Taemin. “arasseo. Aku hanya ingin makan ddukbokkie sehabis itu aku akan berbelanja dan mulai memasak untuk diriku sendiri”

Taemin tersenyum lebar lalu mengulurkan tangannya dan menghusap rambut Kibum. Kibum langsung menghentikan mobilnya. Ia melotot pada taemin.

“apa yang kau lakukan?”

“Oe? Aku hanya menghusap rambutmu hyung”

“Ya! kau berani sekali”

“wae? aku melihat banyak orang yang melakukannya”

“pfffttt.. Taemin-ah, menghusap rambut seseorang itu hanya boleh dilakukan oleh orang yang lebih tua untuk orang yang lebih muda bukan sebaliknya”

“Oe? Jinjja?” Kibum mengangguk “ahh, mianhae hyung. Aku tidak tau”

**

Dari satu jam yang lalu kibum terus berkutik di dapurnya. Ia benar-benar tidak mengetahui bagaimana caranya memotong sayur. Ia memotong sayur dengan asal lalu memasukkannya ke dalam panci rebusan. Dia juga menuangkan berbagai bumbu – yang sebenarnya ia juga tidak mengetahui namanya – .

Taemin berdiri disamping Kibum sambil memperhatikannya. “Apa aku melakukan dengan benar ?” tanya Kibum menoleh pada taemin. Taemin mengangguk.

“ini pasti enak”

Setelah matang, kibum segera meletakkannya di atas meja . Daging, sayur, dan ada telur gulung. Mata taemin berbinar saat melihat makanan buatan Kibum namun sedetik kemudian ekspresinya berubah jadi lesu.

“Pasti menyenangkan jika aku bisa memakannya”desahnya pelan

Kibum tersenyum kecil lalu bersiap untuk mencicipi masakannya. Pertama-tama ia mencicipi sayur buatannya. Hanya selang satu detik saat ia memasukkan kuah sayur kedalam mulutnya, kini kibum mengeluarkannya tiba-tiba. Ekspresi wajahnya jadi berubah.

“Hyung, wae ?”tanya taemin bingung

“Ige mwoya? Rasanya tidak enak sekali”seru kibum

“Jinjja?”

Kibum terduduk lesu disalah satu sofa. Ia memegangi perutnya yang daritadi menuntutnya untuk memasukkan makanan. Semua makanan yang ia buat benar-benar tidak enak. Dagingnya masih seperti karet, dan telurnya sangat asin.

“Kau beruntung tidak memakannya”ujar kibum pada taemin

“Apa separah itu ?”

Kibum mengangguk, “aku lapar..”

**

“Hyuung, ironaa.. Kibum hyuuung!!!”

Taemin terus membangunkan kibum sejak 10 menit yang lalu. Kibum tidak bereaksi, ia hanya menggeliat kecil lalu balik badan. Taemin tidak menyerah, ia semakin meninggikan suaranya dan berteriak dikuping kibum.

“HYUUUUNG!!! IRONAAAAAAAA!!!!”

Suaranya yang sangat amat menyakitkan telinga itu langsung membuat kibum tersentak. Ia menghembuskan nafas kesal.

“YA! KAU MENGAGETKANKU”seru kibum tidak kalah berteriak. Ia menghempas selimutnya kasar lalu duduk. “Ini masih jam 11 malam dan kau membangunkanku. Wae??”cecarnya kesal

Taemin tersenyum lebar, “tolong nyalakan tv. Aku ingin menonton pororo”mohonnya dengan memasang wajah polos andalannya.

“Mwo? Pororo?”balas kibum tidak percaya.

Taemin mengangguk, “jebaaaal..”

Kibum berdecak lalu meraih remote tv dan memilihkan saluran yang diinginkan taemin. Taemin tersenyum puas.

“Kau tidak mengingat namamu tapi mengingat kartun itu”cibir kibum lalu kembali menarik selimutnya dan bersembunyi semakin dalam.

Taemin seakan tidak mendengar. Ia tetap fokus pada pororonya. Raut wajahnya sangat senang, dia bahkan tidak menyadari bahwa ini sudah jam 2 pagi. Matanya tetap tertancap pada televisi.

“oenjena jeulgeowo pporongpporong pporongpporong ppororo”

Taemin bernyanyi-nyanyi sambil menirukan gaya pororo. Untuk kedua kalinya, kibum terbangun dan kembali berdecak kesal. Ia mengacak rambutnya lalu menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. Suara Taemin yang sebenarnya merdu namun terlalu nyaring itu tidak bisa membuat tidurnya nyenyak.

“YA!!!”

Taemin berhenti bernyanyi lalu menoleh bingung. “wae?”tanyanya dengan wajah polos

“Suaramu sangat menggangguku. Bisakah kau diam?”cetusnya

“Suaraku? Apa suaraku sangat berisik?”tanya taemin lagi tetap dengan tampang polosnya.

“Keluar dari kamarku. Menontonlah diruang tamu”

Taemin menggaruk belakang kepalanya, “bukankah kau tau tanganku tidak bisa menyentuh apapun?”

“AIIIIISSSSHHHH!!!”

**

Kibum menatap kosong papan tulis yang ada didepannya. Semua pelajaran yang diterangkan benar-benar tidak bisa ia serap.Ia menopang dagu dengan tangannya, sesekali ia menguap. Sejak ada taemin, tidurnya tidak pernah tenang. Setiap malam ia selalu berisik jika menonton kartun kesukaannya.

Hembusan angin sepoi-sepoi yang masuk dari celah jendela semakin meredupkan mata kibum.  Semakin lama ia semakin tenggelam dalam kantuk. Akhirnya pertahanannya jebol, ia melipat kedua tangannya dan menjadikannya sebagai alas tidur.

Minho yang berada disebelahnya sudah mencoba membangunkannya namun gagal. Kibum tidak bergerak sama sekali.

“YA! Kim kibum!!” mata sonsengnim menangkap sosok kibum yang sedang berpetualang dimimpinya.

“Ya kibum-ah..”bisik minho sambil mengguncang tubuh kibum. “Kibum-ah”seru minho lagi.

Kibum menggeliat lalu mendorong tubuh minho, “WAE ??!!”rutuknya.

Minho tidak menjawab, jari telunjuknya menunjuk kearah Sonsengnim. Kibum sedikit bingung, ia mengikuti arah telunjuk minho dan mendapati Sonsengnim sudah melotot galak padanya.

“KIM KIBUM, BERDIRI DIDEPAN KELAS!!!”

**

“Bhahahaaaa” tawa jinki dan minho meledak saat kibum selesai menjalankan hukumannya. Mereka duduk dikantin bersama saat jam istirahat.

“SHIKEUREO!!!!” Kibum melotot galak pada keduanya.

“Wae geurrae? Seminggu ini kau selalu mengantuk saat dikelas”

Kibum tidak menjawab, hanya desahan panjang yang terdengar. ‘ini semua gara-gara hantu itu’batinnya.

“Kantung matamu besar sekali. Apa setiap hari kau selalu kurang tidur? Ini sudah ketiga kalinya kau mendapat surat peringatan. Jika terjadi lagi, kau tidak akan bisa ikut ujian”

**

Kibum segera mencari-cari sosok Taemin saat sudah berada di Apartmennya. Ia menemukan sosok Taemin sedang duduk di balkon seperti biasa. Kibum segera menghampirinya dengan geram.

“YA!!”

Taemin menoleh kaget, “oe? Kau sudah pulang hyung”balas taemin sembari tersenyum lebar

Kibum tidak perduli, ia tetap melotot pada taemin “ini semua karena kau! Hidupku selalu sial sejak bertemu denganmu. Semua orang selalu menganggapku orang gila dan sekarang kau membuatku hampir tidak lulus”cecar kibum bertubi-tubi

Taemin mengerutkan keningnya bingung, “karena aku? Tapi aku tidak melakukan apapun padamu”

“mwo? Apa kau tidak pernah sadar kau selalu memaksaku membantumu, kau selalu mengikutiku, kau selalu membuatku jantungan dengan muncul tiba-tiba, dan apa kau lupa kau pernah mengancam ingin memakanku. Ya! bisakah kau pergi? Bisakah kau membuat hidupku tenang?”

Kibum menatap Taemin sesaat lalu berbalik meninggalkan apartemennya. Ia segera menuju mobil dan mengendarainya entah kemana. Saat ini hatinya benar-benar tidak tenang. Ia sangat kesal.

Taemin berdiri mematung dibalkon, kepalanya ia tundukkan. Wajahnya mulai memanas dan matanya mulai mengeluarkan buih Kristal. Taemin buru-buru menghusapnya sebelum air mata itu jatuh. Ia tersenyum kecil.

“Benar. Aku memang menyusahkan. Aku harus mulai menerima kenyataan sekarang bahwa aku adalah hantu. Aku hantu”serunya pelan lalu menghilang.

**

Seminggu setelah pertengkaran itu, Taemin tak lagi memunculkan wujudnya. Entah sedang berada dimana dan sedang apa. Kibum tak pernah lagi mengetahuinya. Ada perasaan sedikit menyesal sebenarnya, ia pasti telah menyakiti hati namja polos itu.

Minho dan Jinki menatap Kibum dengan tatapan tak percaya. Ini adalah keajaiban. Ini pertama kalinya Kibum tidak berteriak saat menonton film horror. Bahkan saat adegan yang paling seram, ekspresinya tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Ia tetap tenang.

“sebenarnya ada apa denganmu?”tanya minho bingung karena menyadari perubahan sikap kibum yang akhir-akhir ini menjadi pendiam

“Apa kau salah makan?”sahut jinki juga ikut khawatir

Kibum menatap keduanya lalu menggeleng pelan, “gwenchana”

KIBUM POV

Sudah seminggu Taemin menghilang. Kemana dia? Apa dia baik-baik saja? Apa aku sudah sangat keterlaluan waktu itu?

Ah, pabo. Pasti saat ini dia sedang menangis sedih karena tidak ada satupun yang bisa melihatnya. Keundae, kenapa aku jadi khawatir? Bukankah seharusnya aku senang karena tidak lagi terikat dengan hantu itu? Mengapa aku jadi seperti ini?

Aku tidak bisa menyangkalnya. Walaupun membencinya, tapi hati kecilku sangat merindukan rengekan jam 11 malam yang biasanya dia lakukan. Dan bukankah karena dia film horror kini tak memberikan efek padaku?

Oh ya, aku jadi teringat dengan film yang ku tonton tadi. Film itu benar-benar terus melekat diotakku. Sebuah film tentang arwah yang juga lupa ingatan seperti Taemin. Ia bertemu seseorang dan meminta orang itu membantunya. Akhirnya diketahui bahwa arwah itu sebenarnya adalah manusia yang sedang koma dirumah sakit. Ia tersesat dan tidak bisa menemukan tubuhnya. Jika dalam 100 hari arwah itu tidak menemukan tubuhnya, ia akan benar-benar mati.

Oe? Bukankah ini sudah hari ke-34 ? Jika Taemin sama seperti film itu. Apakah mungkin tubuhnya sedang koma dan berada disalah satu rumah sakit? Tapi apa hubungannya dengan taman belakang apartemen? Mungkinkah…..?

Aku segera beranjak dari kursiku secara tiba-tiba tanpa memperdulikan teriakan teman-temanku yang terus memanggilku. Aku segera melompat kedalam mobil dan mengarahkannya menuju apartemen. Jika tebakanku benar, mungkin seperti itu. Sesampainya, aku segera menghampiri seorang security yang sedang berjaga di pos keamanan.

“Jogieyo…”

“Yee?”

“apa disini pernah terjadi kecelakaan?”tanyaku langsung “seperti seseorang yang jatuh dari atas”aku memperjelas pertanyaanku

Security itu sedikit kaget namun beberapa saat kemudian mengangguk, “memang ada seorang remaja yang jatuh dari lantai 8 tiga bulan lalu”

Mataku melebar kaget “3 bulan lalu?”tanyaku tak percaya. Security itu mengangguk

“lalu bagaimana keadaannya? Apa dia masih hidup? Dimana keluarganya? Anda tau apa nama marga keluarganya?” rentetan pertanyaan keluar dari mulutku memburu security itu.

“Saya tidak tau Tuan. Sejak kecelakaan itu, mereka tidak menempati apartemen itu lagi. Kalau tidak salah marga mereka adalah Lee”

Aku tersentak untuk kedua kalinya. Bukankah Taemin juga bermarga Lee?. “Apa benar kecelakaan itu terjadi 3 bulan lalu?”

“benar tuan. hmm, kalau tidak salah namja itu dirawat di Rumah sakit Seoul dulunya tapi saya tidak tau bagaimana keadaannya sekarang”

Tanpa pikir panjang aku berlari menuju parkiran tanpa mengucapkan terima kasih terlebih dahulu. Ah, aku lupa. Gomapseumnida ahjussi, tapi saat ini ada hal yang lebih penting daripada itu. Aku mengarahkan mobilku menuju rumah sakit seoul. Dengan kecepatan tinggi, mobilku meliuk lincah diantara mobil-mobil lain.

Hanya butuh waktu 20 menit. Aku sudah sampai dirumah sakit Seoul. Aku segera menghambur keluar menuju tempat informasi.

“Jogieyo, apa ada pasien yang bernama Lee Taemin disini?”tanyaku langsung pada seorang perawat jaga

“Tunggu sebentar tuan”. Perawat itu mengecek nama yang ku sebut tadi, tak lama ia mengangguk. “ada banyak pasien bernama Lee Taemin disini Tuan”

“Hmm.. yang ku maksud adalah pasien yang dirawat disini karena terjatuh dari lantai 8 apartemen”

“Oe? Yang anda maksud pasien itu? Dia sedang berada di ruang ICU. Sudah 3 bulan ini dia koma”

“mwo? Apa benar 3 bulan? Kau tidak salah? Apa benar namanya Taemin?”

“saya yakin Tuan”

Kembali aku berlari menuju ruang ICU. 3 bulan? Bukankah artinya 90 hari? Bagaimana jika hari ini adalah hari yang ke-90 lebih? Bagaimana jika aku terlambat? Taemin-ah, kau harus menungguku. Aku sudah menemukan jawabannya.

Langkahku terhenti saat mendapati sosok yang sudah sangat aku kenal itu sedang duduk dikursi yang berada didepan ruang ICU. Wajahnya tertunduk lesu. Aku segera menghampirinya, dia pasti akan senang jika mendengar kabar ini.

“Taemin-ah..”sapaku dengan nafas satu-satu. Taemin tidak menjawab seperti biasanya. Apa dia masih marah padaku? Biasanya dia akan tersenyum lebar jika aku menyapanya.

“Taemin-ah, mianhae. Aku sudah berkata kasar padamu. Keundae, aku sudah tau semuanya. Aku sudah menemukan tubuhmu. Kau bukan hantu! Kau adalah manusia”cecarku menggebu-gebu.

Dia tetap tidak bereaksi. Kenapa? Apa berita yang ku sampaikan bukanlah kabar bahagia? Kenapa dia tidak melompat senang? Aku berlutut didepannya lalu menangkupkan wajahnya dengan kedua tanganku. Mataku terbelalak lebar. Dia menangis.

“Taemin-ah..”gumamku pelan

“Aku sudah mati hyung”lirihnya

“mwo?”

“hari ini adalah hari ke-101. Malaikat akan menjemputku sebentar lagi hyung”

Aku menggelengkan kepalaku keras-keras. Tidak. Tidak mungkin. Jadi aku terlambat? Tidak!!

“andwae! Kau..kau..kau tidak boleh mati!!”ujarku penuh penekanan. Butiran Kristal bening mulai membasahi wajahku. “Aku sudah menemukan tubuhmu. Kau tidak boleh mati!!” aku berusaha menolak kata-kata Taemin barusan.

“Hyung, gomawo. Karena sampai akhir pun kau masih membantuku mencari jawabannya. Jinjja gomawo” Taemin tersenyum menatapku. Lengannya terulur dan menghusap lembut air mataku. Tiba-tiba sebuah cahaya putih muncul, aku sempat menyipitkan mataku karena cahayanya begitu silau. Terlihat seorang namja tinggi yang memakai pakaian rapi berwarna putih berdiri manis didepan kami. Wajahnya terlihat sangat damai dan dia tersenyum. Dia melangkah maju mendekati kami. Lalu ia mengulurkan tangannya

“Taeminie, Kajja. Sudah waktunya”

Taemin mengangguk lalu beranjak pergi. Siapa dia? Aku buru-buru menahan lengan Taemin. Andwae! Tidak boleh!!

“Taemin-ah, kajima!! Jebaal.. kajima!!”tahanku. Aku beralih pada namja tinggi itu lalu berlutut didepannya.

“Jebaaal. Maafkan aku. Beri aku satu kesempatan lagi. Ini semua salahku, jika saja aku tidak marah. Dia tidak akan mati. Jebaaaal, jangan bawa Taemin pergi. Aku bahkan belum menebus kesalahanku. Jebaaaal”

Aku benar-benar tidak peduli. Dianggap aneh atau cengeng, aku tidak perduli!

“Ini adalah takdir Taemin. Dan aku bukanlah Tuhan”

“hyung, kau tau? Tidak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk memakanmu. Aku sangat menyayangimu. Berjanjilah, kelak kau akan hidup dengan baik dan belajarlah memasak sendiri. Kau harus menjaga kesehatanmu. Arasseo?”

“Taemin-ah…”

Taemin menghusap air mata terakhirnya lalu menatapku tersenyum. Sebuah senyuman lembut yang selalu menghiasi wajahnya.

“hyung, apa kau masih menganggapku hantu ?”

Tenggorokanku terasa cekat. Air mata tak henti membasahi wajahku. Aku berusaha keras menahan rasa sakit dan menggeleng “ani. Kau adalah dongsaengku..”

Taemin-ah, mianhae.. Jinjja mianhae..

Jika dikehidupan ini aku tidak bisa menjagamu. Aku akan menebusnya dikehidupan nanti..

Aku tidak akan marah jika ka uterus merengek dan menggangguku..

Aku tidak akan marah meski setiap harinya kau selalu muncul dan hilang sesukamu..

Aku tidak akan marah jika kau selalu cerewet seperti ibuku..

Taemin-ah, noumu noumu noumu saranghae…

14 thoughts on “FF SHINEE : 100 DAYS, I LOST YOU! (ONE SHOOT)

  1. Molida berkata:

    Waaa… Castnya abangdeul SHINEE!!
    Yah… Kibum kehilangan taemin. Kenapa taemin hrs pergi T.T
    Ceritamu selalu the best di hatiku thor ^.^)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s