TOGETHER! (Part 2) END!

Tittle : TOGETHER!
Author : Oh mi Ja
Genre  : Brothership, Frienship
Cast   : Jo Twins
– No Minwoo

Happy Reading ^^

Kembali keheninganlah yang mendominasi ruangan itu. Hanya suara jarum jam yang memecah keheningan. Tak lama, jari-jarinya bergerak.Ia mengerjapkan matanya perlahan. Ia menatap sekeliling ruangan itu, sampai akhirnya menatap namja yang duduk disebelahnya. Matanya membulat lebar, tenggorokannya terasa cekat.Ia juga tercengang.

“Kau…” hanya kata itu yang sanggup ia ucapkan.

 

Kwangmin juga sama, banyak yang ingin ia ketahui namun bibirnya tak mampu bergerak dan mengeluarkan suara sedikitpun. Kehendak Tuhan sangat tiba-tiba, keduanya bahkan belum sempat memeprsiapkan diri masing-masing.Keduanya saling terpaku.Mereka seakan hanya berbicara melalui hati mereka masing-masing.

Keduanya saling pandang dalam diam, menciptakan banyak pertanyaan diotak.Tak tahan dengan semuanya, kwangmin berdiri dari kursinya.

“Kau sudah baik-baik saja.Kalau begitu aku pulang dulu”ujar kwangmin.

Namja itu buru-buru menahan lengan kwangmin agar ia tidak pergi. Perlahan ia mencoba duduk.

“Kajima..”serunya lirih.

Kwangmin menoleh dan menatap wajah penuh permohonan itu.Hatinya semakin menuntut banyak jawaban.Kwangmin mengepalkan tangannya keras-keras.

“Aku selalu melihatmu dimimpiku.Ternyata sekarang, aku sudah tau semua jawabannya”serunya namja itu.

“Kau juga melihatku dimimpimu?”

“Aku harus mati suri dahulu baru bisa melihatmu”

Kwangmin tersentak. Kejadian yang sama juga pernah ia alami. Ia mati suri dan melihatnya disana.

“Tunggulah disini, aku akan pulang dulu”seru kwangmin menarik lengan minwo.

“Kau akan meninggalkanku sendiri?”

Kwangmin menghentikan langkahnya tanpa menoleh, “aku pasti akan kembali”

**

 

“Mianhae, tapi aku sedang terburu-buru”ujar kwangmin pada minwo lalu segera berlari menuju rumahnya.Mereka berpisah dipersimpangan.Dengan langkah-langkah panjang dan sangat terburu-buru, kwangmin menerobos paksa pagar rumahnya.Tidak diperdulikannya choco yang mengajaknya bermain.Ia membuka pintu dan mencari keberadaan oemanya.

“Adeul, apa itu kau?Kenapa sudah pulang?”seru oema mendengar suara langkah kwangmin.

“Oema..”ujar kwangmin dengan nafas yang masih terengah-engah, “apa aku mempunyai saudara kembar?”

Pertanyaan kwangmin barusan mampu membuat oemanya mematung.Ia terlihat kaget. Dirabanya ujung meja sebagai pijakan dan duduk diranjangnya.

“Oema jawab aku”paksa kwangmin

“Bagaimana kau tau?” seru oema kwangmin dengan nada lemah “Saudaramu sudah meninggal 2 tahun lalu”

“mwo? Mati?Oema, dia masih hidup!”

“Ani. Oema mendengar kabar tentang dia dan dia sudah mati”

“Oema, aku sendiri yang membawanya kerumah sakit tadi. Dia masih hidup”

Rasa kaget terlihat jelas dari wajah Nyonya Jo.Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Tidak mungkin”

“Oema, ikut aku sekarang”

Kwangmin menarik lengan oemanya halus dan memakaikannya jaket tebal.Mereka menuju rumah sakit, tempat dimana saudara kembar kwangmin dirawat.Selama diperjalanan nyonya Jo mencengkram lengan kwangmin kuat-kuat.Perpisahan yang terjadi sekian lama akhirnya menemukan titik terang. Rasa rindunya terhadap buah hatinya yang lain kini merebak kepermukaan. Dalam hati, ia mengutuk dirinya sendiri karena percaya dengan kebohongan itu.

Kwangmin membuka pintu ruangan.Saudara kembarnya terlihat senang begitu melihat kwangmin namun keningnya berkerut saat melihat wanita tua yang dibawanya.

Kwangmin berjalan mendekat.Ia meraih salah satu lengan saudara kembarnya, tangan kirinya meraih lengan oemanya kemudian menumpuk kedua lengan yang diraihnya itu. Tangis nyonya jo pecah.

“Anakku..apa benar ini kau? Anakku….”tangisnya menciumi tangan saudara kembar kwangmin. “Kau Jo youngmin, kau anakku..kau masih hidup…”

Youngmin menatap kwangmin dengan tatapan bingung. Jo Youngmin?

 

Nyonya Jo menceritakan semua kejadian yang sebenarnya.Ia melahirkan dua orang anak kembar. Namun, sehari setelah lahir salah satu anaknya diculik oleh adiknya sendiri.Ia tidak bisa mempunyai anak sehingga menculik salah satu bayi nyonya Jo dan melarikan diri.

15 tahun setelahnya, nyonya Jo dan suaminya melihat adiknya sedang memasuki mobil bersama suaminya.Nyonya Jo dan suaminya berusaha mengejar sampai tidak mengetahui ada sebuah truk melaju kearah mereka.Kecelakaan itu pun merenggut nyawa Tuan Jo dan membutakan mata nyonya Jo.

Setahun setelahnya, adiknya memberi kabar bahwa youngmin sudah mati dan menyuruh nyonya Jo untuk tidak mencarinya lagi.

 

Dengan suara yang tersendat-sendat dan sesekali menyeka air matanya, nyonya Jo menjelaskan semuanya pada kedua anaknya itu.Kwangmin dan Youngmin juga terlihat menangis.Kejadian itu benar-benar meninggalkan luka dalam bagi Nyonya Jo.

Youngmin menyentuh kedua pipi oema kandungnya untuk pertama kalinya selama 17 tahun. Ditatapnya wajah tua oemanya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

“Benarkah kau oemaku?”iujarnya dalam tangis

“Yee adeul.. Aku oemamu..”

**

 

“jeongmall? Kau benar-benar bekerja didua tempat?”tanya youngmin tidak percaya.

Kwangmin mengangguk, “dari penampilanmu sekarang, kau pasti hidup dengan senang”seru kwangmin menebak tepat.

“Hidupku tidak segembira yang kau pikirkan” youngmin menarik nafas sejenak “Oema dan appa selalu sibuk dengan pekerjaannya.Dan setahun lalu mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat.Aku sangat kesepian”

“Kau bodoh sekali.Kau punya banyak waktu luang, kenapa tidak bermain dengan teman-temanmu? Aku selalu ingin bermain dengan puas dengan teman-temanku tapi selalu tidak bisa”

Youngmin tersenyum kecut, “kau lupa dengan yang dikatakan dokter padamu?”

Kwangmin terdiam sejenak, “jantungmu?”

“Sejak kecil aku menderita kelainan jantung, disaat anak-anak seusiaku bermain dengan puas.Aku harus berada dirumah dan minum obat. Aku tidak bisa lelah karena akan sangat berbahaya bagi tubuhku”

“Jinjja?”

“Keundae, sepertinya Tuhan sangat sayang padaku.Selama ini aku selalu merasa diriku selalu mempunyai tenaga yang lebih. Walaupun penyakitku kambuh, namun aku tidak merasakan apapun”

“Jadi selama ini rasa sakit yang ku rasakan berasal dari penyakitmu..”

Youngmin mengertukan keningnya bingung.

“Selama ini aku selalu merasa ada sesuatu aneh yang hidup dalam diriku.Kata dokter aku baik-baik saja, namun aku selalu merasakan sakit dibagian dada. Kadang aku susah bernafas dan merasakan letih yang berlebihan”

Tuhan memang mempunyai segala rahasia yang menakjubkan.Ia menciptakan dua orang serupa yang saling memiliki insting satu sama lain. Jika salah satu merasa sakit, yang lain juga akan merasakannya. Begitu juga sebaliknya.Inilah keajaiban Tuhan.

Beberapa hari kemudian, youngmin diperbolehkan pulang.Ia memutuskan untuk tinggal bersama kwangmin dan oemanya. Ia meninggalkan segala kekayaannya disana dan tidak berniat sama sekali utnuk kembali.

Kehidupan kwangmin kembali normal, ia bekerja dan sekolah seperti biasa. Sedangkan youngmin berada dirumah menjaga oemanya. Sejak kecil ia memang selalu home schooling sehingga sekarang ia tidak terikat dengan sekolah manapun.

Disaat istirahat, kwangmin dan minwoo duduk bersama dicoffe shop.Kwangmin menceritakan semuanya pada minwo membuat minwo ternganga hebat dan tidak mempercayainya.Semuanya benar-benar kebetulan.

“Kalian benar-benar sangat mirip”ujar minwo

“Tentu saja. Kami adalah saudara kembar”

**

Kwangmin mencari sosok youngmin saat sudah berada dirumah. Ternyata ia dikamar kwangmin, kamar yang juga menjadi miliknya sekarang. Kwangmin menepuk pundak youngmin pelan.Ia menoleh.

“Kau sedang apa?”tanya kwangmin duduk disebelahnya.

“Membaca buku”

“Kau seharusnya tidur”

“Shireo. Aku sangat bosan”

“Kau bosan?”

Youngmin mengangguk,

“Baiklah.Ayo tidur, besok aku akan menemanimu jalan-jalan seharian”seru kwangmin.

Youngmin mengalihkan pandangannya pada kwangmin, matanya melebar “Jinjja?Bukankah besok kau harus sekolah dan bekerja?”

“Gwenchana. Aku bisa menemanimu”

**

 

Terjadi kegemparan disekolah Kwangmin.Semua murid dan guru terkesiap.Ada dua orang kwangmin yang berjalan bersisian dihalaman sekolah.Mereka serupa. Wajah, tinggi dan semuanya sama persis. Yang membedakan hanyalah warna rambut mereka.

Kwangmin menatap youngmin tersenyum lalu merangkul pundak saudara kembarnya yang lahir lebih dulu itu.

“Ternyata begini rasanya menjadi manusia normal”seru youngmin senang.Ia benar-benar terlihat sebagai seorang murid karena kwangmin meminjamkan youngmin seragam miliknya.

“Keundae, ingat kau tidak boleh lelah.Aracchi?”

Youngmin mengangguk, “arasseo”

Keduanya berjalan bersama menuju kelas kwangmin.Ditangga koridor mereka bertemu dengan minwo.Minwo juga terlihat syok saat melihat ada dua kwangmin dihadapannya. Namun, ia dengan mudah bisa menebak yang mana kwangmin dari warna rambut mereka.

“Annyeong haseo, Jo Youngmin imnida”ujar youngmin

“No minwo imnida. Whooa, kalian benar-benar sama persis”

Youngmin dan kwangmin tersenyum bersamaan.Mereka bertiga akhirnya menuju kelas bersama-sama.Sama halnya dengan yang terjadi tadi, kali ini keriuhan juga terjadi dikelas kwangmin saat ketiganya masuk kelas.

“Omo, ada dua namja tampan disini”seru salah seorang yeoja

“Kwangmin-ah, aku baru tau kau mempunyai saudara kembar. Dia lebih tampan darimu”sahut yang lain.

Kwangmin mencibir, “akulah yang paling tampan”dengusnya kesal.Ia mengalihkan pandangannya pada youngmin, “duduklah disini”serunya. Youngmin mengangguk, ia menempati kursi yang sebenarnya adalah milik minwo.

“Gwenchana?Hanya hari ini” kali ini kwangmin menatap pada minwo. Minwo mengangguk lalu mencari kursi kosong yang lain.

Semua yeoja sontak mengerubungi youngmin, namja yang mereka anggap lebih tampan dari kwangmin. Tidak hanya dari kelas kwangmin, tapi dari kelas lain juga bergerombol menuju kelas kwangmin.

“Siapa namamu?”

“Kau sudah punya pacar ?”

“Bagaimana bisa kalian sangat mirip?”

Kwangmin menatap gerombolan yeoja yang mengelilingin youngmin dengan kesal.Ia seperti tersingkir. Namun, suara bel segera membubarkan gerombolan yeoja itu.Mereka sedikit kecewa karena harus kembali kekelas masing-masing.

Kwangmin menghembuskan nafas lega lalu duduk disamping youngmin.

“Sepertinya kau sangat terkenal”seru youngmin

“Tentu saja”jawab kwangmin bangga

“Pasti menyenangkan sekali”

Kwangmin menatap youngmin.Ia sangat tahu, ucapan youngmin sangat tulus namun ada kelirihan dibaliknya. Kwangmin tersenyum lalu menepuk salah satu pundak youngmin.

“Keundae, sekarang kaulah yang merebut posisi itu”

Tak lama sonsengnim memasuki ruangan kelas. Sontak matanya menangkap sosok kwangmin lain. Selain tampan, yang membuatnya mencolok adalah warna rambutnya yang berwarna blonde.Kwangmin buru-buru berdiri lalu menghampiri sonsengnim.Ia lupa kalau dia belum meminta ijin.

“Sonsengnim, aku mohon ijinkan saudara kembarku mengikuti pelajaran. Hanya hari ini””

“Apa kau pikir sekolah ini tempat bermain?”

“Sonsengnim, jebaaal.Besok kau boleh menghukumku berdiri didepan kelas seharian.Keundae, hanya hari ini ijinkan dia ikut pelajaran”mohon kwangmin.

Selama ini dimata wali kelasnya itu, kwangmin adalah murid nakal dan suka melanggar peraturan.Ia sering terlambat, dan tak jarang juga ia tertidur saat pelajaran berlangsung.Ia sering membuat keributan yeoja-yeoja saat melihatnya. Namun, kali ini matanya benar-benar memohon.Ia sangat tulus.

“Baiklah. Hanya hari ini”

Kwangmin tersenyum lebar lalu meraih kedua tangan sonsengnim dan menggenggamnya erat,

“Gomawo..ehh maksudku.. gomapseumnida sonsengnim.. Jeongmall gomapseumnida..”

Pelajaran tidak berlangsung seperti biasanya.Sebagian murid perempuan tidak focus, focus mereka terletak pada namja baru yang menghiasi ruang kelas mereka itu.Sonsengnim hanya menarik nafas panjang lalu berdecak pelan. Walaupun tidak tau apa alasan dibaliknya, ia merasa bahwa namja baru itu memang berbeda.

2 jam berlalu, inilah pelajaran yang paling disukai kwangmin. Pelajaran olahraga.Karena hanya waktu ini dia bisa bermain.Kwangmin segera mengganti kausnya dengan kaus olahraga kemudian menggamit lengan youngmin menuju lapangan.

“duduklah disini. Kau tidak boleh mengikuti pelajaran ini”seru kwangmin

“Wae?aku juga ingin bermain bola sepertimu”

“andwae. Duduklah disini”putus kwangmin lalu berlari kelapangan meninggalkan youngmin yang menatapnya cemberut.

Tiba-tiba seseorang menepuk salah satu pundaknya, ia menoleh. Ternyata minwo.

“Kau tidak main?”tanya minwo

Youngmin menggeleng lalu mendesah pelan, “kwangmin tidak mengijinkanku”

“Gwenchana. Aku akan menemanimu disini”

“Kau tidak main?”

Minwoo menggeleng, “aku tidak suka sepak bola. Aku lebih menyukai basket”

Youngmin mengangguk-angguk mengerti.Akhirnya mereka berdua duduk disalah satu bangku yang ada dilapangan sambil sesekali menatap kwangmin.Ia sangat bersemangat dan mencetak gol berkali-kali. Terik matahari tidak ia perdulikan, ia tetap berlari mengejar bola dengan semangat.

Tiba-tiba youngmin memegangi dadanya, nafasnya terengah-engah.Minwo yang berada disampingnya menjadi kaget dan langsung berlari kelapangan memanggil kwangmin.Kwangmin segera menghentikan permainannya lalu menghampiri youngmin.

“Gwenchana ?”tanya kwangmin panik

“Gwenchana.Aku hanya tiba-tiba lelah”jawab youngmin dengan nafas masih terengah-engah.

“Ya!Jo kwangmin, ini karena kau”sahut minwo.

Kwangmin menoleh bingung, “karena aku?”

“Kalian adalah saudara kembar. Saat youngmin sakit, kau yang akan merasakannya. Dan sekarang kau berlari-lari, youngmin lah yang merasa lelah. Kau harus menjaga tubuhmu”cecar minwo

“Jinjja?Mianhae, aku tidak akan bermain lagi”ujar kwangmin menatap youngmin penuh penyesalan.

“Gwenchana”

“Ingat.Jaga tubuhmu”seru minwo lagi sembari memukul pundak kwangmin.

“Appo..”jerit youngmin memegangi pundaknya

Kwangmin mendelik kesal, “ya! No minwoo..!!”

“Ah mianhae, aku lupa”

**

 

Sepulang sekolah kwangmin mengajak youngmin ketempat kerjanya.Ia benar-benar menepati janjinya untuk menemani youngmin seharian. Sebelumnya, kwangmin sudah meminta ijin pada Donghyun. Dan tentu saja ia mengijinkan, satu kwangmin saja bisa membuat coffe shopnya sangat ramai apalagi jika ada dua kwangmin?.

Benar saja, coffe shop itu lebih ramai 2x lipat dari biasanya. Kwangmin dan pegawai lain sedikit kewalahan karena banyaknya pengunjung yang datang.Akhirnya, kwangmin ijin pulang lebih cepat agar tidak terjadi keriuhan seperti disekolahnya.

Kwangmin dan Youngmin duduk bersama di Taman sungai Han.Tempat pertama kalinya mereka bertemu.Seharusnya ada choco disini.

“Membawamu benar-benar merepotkan”cibir kwangmin

Youngmin tertawa kecil, “mianhae.Keundae, gomawo. Seumur hidup, aku baru merasakan kebahagiaan hari ini”

Kwangmin menoleh, menatap youngmin.Youngmin juga menoleh membalas tatapan kwangmin lalu tersenyum.

“Sekarang, aku tidak akan menyesal.Jika nanti aku mati, walaupun hanya sehari aku pernah bahagia”lanjutnya pelan.

Kwangmin tertegun, ia meraih tangan saudara kembarnya lalu menggenggamnya erat. “andwae! Bukankah kita adalah saudara kembar? Kita akan selalu bersama”

Youngmin menggeleng, “kenyataannya adalah aku mempunyai penyakit parah dan kau tidak. Saat ini, aku benar-benar ingin cepat mati karena dengan begitu aku tidak akan menyakiti jantungmu lagi” youngmin sedikit menunduk lalu menghembuskan nafas perlahan, “Mianhae, aku adalah hyung namun kau yang harus menjagaku. Bahkan selama ini aku membiarkanmu menanggung semuanya sendiri, kau harus bekerja dan menghidupi oema seorang diri. Mianhae”

“Aniyo.Sekarang aku tidak sendiri, ada kau yang menemaniku. Kita bisa berbagi segalanya kebahagiaan, rasa sakit, dan jika kau mati pun aku pasti akan ada disana menemanimu”

 

**

 

Youngmin terbaring lemah diruang ICU. Selang infus, dan beberapa alat bantu pernafasan melekat ditubuhnya. Dokter menyatakan dia koma dan keadaannya sangat kritis.

Dibalik ruang ICU.Nyonya Jo terus larut dalam tangis dipelukan anaknya. Sudah seminggu ini ia selalu mengeluarkan airmata sedih. Rasa sakit juga memenuhi dada kwangmin.Ia seperti melihat dirinya sendiri saat melihat youngmin. Ia tidak menangis, ia tidak menunjukkan kesedihan diwajahnya. Ia hanya diam, menunggu dengan sabar, dan akan menjadi sandaran jika ibunya mulai menangis.

Disampingnya, minwo selalu menepuk pundak kwangmin.Ia sangat tahu, saat ini kwangminlah yang merasakan kesedihan yang paling dalam. Namun ia memilih untuk merasakan kesedihan itu sendiri, ia tidak mau berbagi. Karena ia tau, saat ini dialah yang harus kuat.

 

Tangis Nyonya Jo pecah saat dokter menyatakan menyerah dan tidak bisa menyelamatkan youngmin.Keadaannya sudah sangat parah sehingga tidak bisa diselamatkan lagi. Rahang kwangmin mengatup keras, tidak sadar ia mencengkram kerah baju dokter penuh emosi.

“Kau bilang kau akan menyelamatkannya. Kau bilang dia akan baik-baik saja”

“Kwangmin-ah, hentikan..” minwo mencoba melepaskan cengkraman kwangmin namun gagal karena tubuh kwangmin jauh lebih tinggi. Kwangmin melepaskan cekalannya secara paksa lalu berlari kedalam ruangan ICU.

Ia menatap saudara kembarnya yang kini sudah tidak bernyawa. Wajahnya terlihat damai, ia bahkan tersenyum.

Kwangmin berjalan gontai mendekati youngmin.Ia mernggenggam tangan youngmin erat.

“Kau berjanji akan selalu bersamaku”

Kali ini kwangmin gagal menahan air matanya.Ia menangis.

“Kau bohong!Bukankah kau mau menjaga oema bersamaku? Kau bohong!! Ya Jo oungmin, Irona!! Ironaaa!!!” kwangmin mengguncang tubuh youngmin, memaksanya untuk bangun.Ia sangat berharap ini adalah sebuah mimpi buruk. Ia sangat ingin ketika bangun nanti, youngmin akan merengek padanya karena bosan seperti biasa.

Tubuh kwangmin melemah, ia termundur beberapa langkah. Kakinya benar-benar tidak bisa menopang tubuhnya lebih lama lagi.Ia terduduk disudut ruangan, kepalanya ia tundukan dalam-dalam memberikan lantai yang dipijaknya buih-buih Kristal bening.

Diambang pintu, minwo menangis dalam diam menatap sahabatnya itu.Telapak tangannya menutup mulutnya.Menekan segala tangis yang ingin keluar.

 

“Sejak kecil aku menderita kelainan jantung, disaat anak-anak seusiaku bermain dengan puas.Aku harus berada dirumah dan minum obat. Aku tidak bisa lelah karena akan sangat berbahaya bagi tubuhku”

 

“Keundae, sepertinya Tuhan sangat sayang padaku.Selama ini aku selalu merasa diriku selalu mempunyai tenaga yang lebih. Walaupun penyakitku kambuh, namun aku tidak merasakan apapun”

 

“Sekarang, aku tidak akan menyesal. Jika nanti aku mati, walaupun hanya sehari aku pernah bahagia”

 

Dengan kekuatan yang masih tersisa, kwangmin menegakkan punggungnya.Dihapusnya beningan airmatanya lalu berlari keluar.Ia bahkan tidak sadar saat menabrak minwo dipintu ruangan. Ia terus berlari.

Langit malam itu sepertinya mengerti, ia menurunkan hujan dan menangis bersama kwangmin. Kwangmin terus berlari, selama jantung ini masih berdetak artinya youngmin masih hidup.Jantung ini adalah milik mereka berdua.

Tanpa kesadaran, kwangmin menyebrang jalan menuju taman sungai Han yang berada didepannya. Dari arah lain, sebuah truk melaju kencang dan berhasil menghempaskan tubuh kwangmin.

 

Kwangmin membuka matanya perlahan.Ia berada dijalan raya seorang diri, kwangmin menoleh kekanan dan kiri mencari seseorang. Tiba-tiba sebuah tangan terulur padanya. Kwangmin tertegun, youngmin sudah berdiri manis dihadapannya.

“Paboya, kenapa kau menyusulku secepat ini?”seru youngmin

Kwangmin masih terkunci dalam diam, saat ia menoleh ia mendapati dirinya sudah berlumuran darah dan dikerubuti oleh banyak orang. Itu jasadnya.Terlihat minwo yang menangis disebelahnya dan berteriak meminta pertolongan.

Kwangmin menoleh pada youngmin lagi.Ia berpikir sesaat lalu menerima uluran tangan youngmin.

“Bukankah kita memang akan selalu bersama ?”

 

“Mianhae, aku adalah hyung namun kau yang harus menjagaku.Bahkan selama ini aku membiarkanmu menanggung semuanya sendiri, kau harus bekerja dan menghidupi oema seorang diri. Mianhae”

 

“Aniyo.Sekarang aku tidak sendiri, ada kau yang menemaniku. Kita bisa berbagi segalanya kebahagiaan, rasa sakit, dan jika kau mati pun aku pasti akan ada disana menemanimu”

**

 

Iklan

11 thoughts on “TOGETHER! (Part 2) END!

  1. cheonsaelfishyhae berkata:

    Mwoya ?! O.O
    kalo Kwangmin meninggal juga terus siapa yg ngejaga eomma mereka ?
    Aish Kwangmin kau ini benar2!

    Tapi overall bagus ^^
    aku suka,

    ikatan saudara kembar memang luar biasa

  2. Rychallen L berkata:

    Ceritanya sedih bgt tapi daebakk bgt dech, kalo mereka ber2 udah gak ada berarti oemma mereka yg jaga siapa, apakah Minhwo yg jaga. Wkwkwkwkwkwkwk 😀

  3. Molida berkata:

    Kenapa mereka hrs dibuat meninggal… Kan sedih jdnya, trs yg ngerawat eomanya siapa? T.T
    Keren bgt thor… Kpn kpn bkin lg cerita jo twin thor, gue suka brotheshipnya anak kembar ^.^

  4. Ddangkoplak berkata:

    Mwoya??? Jadinya kwangmin mati ni??? Trus siapa yang ngerawat nyonya jo??? Huweeee ceritanya jelek,,,!!! ;( #digamparauthor
    Hehe, bercanda… Ceritanya keren kok…

  5. younggie berkata:

    kenapa kwangmin ikutan meninggal?,kenapa ngk youngmin aj,
    ceritany bagus banget thor buat aku nangis”

  6. diyah pudji rahayu berkata:

    omg…, miris banget jo twins, br ktm dah pisah lgi, trus ibu mereka siapa yg merawat…? keren mija, q bc n air mata q mengalir bc ff ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s