FF EXO : 12 Forces 12 Knights II Chapter 14

12 forces 12 knights 2

s 12 Knights II

Author                  : Oh Mi Ja

Genre                   : Fantasy, Brothership, Friendship, Comedy

Cast                       : All member EXO, Taemin Shinee

Summary             : “Aku mohon jenguklah dia walaupun hanya sekali. Aku sangat tidak tega melihat keadaannya yang sangat menyedihkan. Percayalah, dia juga menderita sepertimu. Dia juga tersakiti. Dia benar-benar kehilanganmu hingga hampir gila. Aku mohon walaupun hanya satu kali. Kembalilah”

-

-

-

Malam sudah hampir berganti menjadi pagi saat tubuh itu masih saja terduduk disebuah taman kota yang tak jauh dari rumah sakit. Punggungnya tak lagi tegak bersamaan matanya yang kian teduh. Seperti sedang menopang sebuah beban berat yang tidak lagi sanggup di tahan oleh dirinya sendiri.

Bayang-bayang masa lalu dengan sendirinya menari-nari indah di pikiran namja berkulit putih susu itu. Saat pertama kali saling mengenal, mereka memang berada dalam kebencian. Gedung olahraga, yah dia tidak akan pernah melupakan tempat itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, dia menjadi salah satu orang yang paling dekat dengannya. Paling mengerti dirinya layaknya seorang sahabat karena umur mereka tidak jauh berbeda. Ruang dihatinya kini kosong, ditinggalkan oleh seseorang berarti yang tak juga kunjung kembali. Entah sudah berapa kali ia mengeluh pada Tuhan. Entah juga sudah berapa kali ia berusaha menelan kembali tangisnya yang ingin menyeruak

Hubungan persahabatan yang kini berubah menjadi persaudaraan itu nyatanya semakin longgar. Tidak seperti dulu. Setelah kehilangan salah satu diantara mereka, kini mereka juga harus berpisah. Bertahan masing-masing tanpa adanya kebersamaan.

***___***

-

“Tuan muda, wae geurrae? Kenapa kau tiba-tiba ingin pergi ke Karibia?”bibi Cho terus saja bertanya tentang hal yang sama pada Sehun untuk yang kesekian kalinya. Ia berjalan mengiringi Sehun yang sedang sibuk memasukkan semua hal yang penting ke dalam tas ranselnya. “Tuan muda”

Sehun menghela napas panjang, ia menoleh kearah bibi Cho dengan pandangan malas.

“Aku hanya pergi berlibur, ahjumma”

“Tapi, bukankah tuan muda Jongdae masih dirawat dirumah sakit? Lalu siapa yang akan mengurus perusahaan ayahmu?”

“Suho hyung akan mengambil alih semuanya. Tenanglah. Aku hanya pergi beberapa hari”ujar Sehun lalu meninggalkan kamarnya. Namun, baru satu langkah ia berhenti dan menoleh kembali pada bibi Cho. “Jangan khawatir. Tidak ada sesuatu yang terjadi. Aku hanya ingin liburan”

Setelah mencoba meyakinkan bibi Cho, Sehun menuruni anak-anak tangga dengan terburu-buru. Ia melompati empat anak tangga sekaligus dan bertemu dengan Kris, Chanyeol, Luhan dan Tao yang sudah berkumpul diruang tamu.

“Kalian sudah siap?”. Mereka berempat mengangguk mantap. “Kita akan menuju Meksiko terlebih dahulu sebelum ke Karibia. Aku sudah mengurus passport, visa dan tiket kita. Satu jam lagi pesawat kita akan berangkat jadi kita harus cepat”

“Apa mereka tidak mengantar kita?”seru Tao menghentikan langkah Sehun

“Apa kau pikir kita akan pergi berlibur? Kita tidak membutuhkan hal seperti itu”

“Lagipula kau pasti akan menangis jika mereka mengantarmu”sahut Chanyeol

Pagi itu, mereka menuju bandara Incheon dengan menggunakan taksi. Didalam, tidak ada satupun dari mereka berlima yang bisa tenang. Mereka terus saja gelisah bersamaan dengan jantung mereka yang mulai berdegup lebih cepat dari biasanya. Ini adalah awal. Entah, mereka bisa kembali pulang ke Seoul setelah dari sana atau tidak.

Semuanya langsung melompat keluar dan berlari masuk ke dalam bandara saat taksi belum berhenti di tempat yang seharusnya. Tinggal 15 menit lagi sebelum pesawat lepas landas. Seorang wanita yang berbicara dari pengeras suara juga terus memperingatkan bahwa pesawat dengan tujuan ke Meksiko akan berangkat sebentar lagi.

***___***

-

“Kau sudah bangun?”seru Kyungsoo lembut saat melihat Jongdae membuka mata. “Aku sudah menyiapkan sarapanmu. Kau mau sarapan sekarang?”

Jongdae mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya ia mencoba untuk duduk. Kemudian, matanya mengedar keseluruh ruangan itu. Kosong. Hanya ada dirinya dan Kyungsoo.

“Mana yang lain?”

“Mereka sedang ada urusan masing-masing”kilah Kyungsoo mencoba untuk tidak membahas hal yang ada hubungannya dengan perjalanan ke Karibia itu. “Aku akan membantumu ke kamar mandi. Kajja. Bersihkan dirimu”

“Apa Jongin belum kembali?”

Senyum Kyungsoo memudar detik itu juga. Suara lirih yang terdengar amat memilukan itu seperti mengalahkan usahanya untuk bersikap biasa. Pukulan keras itu dirasakannya lagi. Mengingatkan kembali pada rasa sakit kehilangan seseorang yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.

“Jongdae-yah, dia—“

“Jadi dia masih belum memaafkanku?”potong Jongdae. “Kyungsoo-yah, ottokhe? Aku harus bagaimana agar adikku kembali? Aku sendiri tidak mengerti dengan masalah yang sebenarnya terjadi. Aku tidak tau dan aku tidak pernah menganggap bahwa dia adalah anak angkat appa. Jongin adalah adikku. Dia adikku!”

Seperti tidak pernah bosan. Lagi-lagi, air mata itu mengalir melewati kedua pipi Jongdae. Wajahnya yang semakin tirus dan pucat semakin membuat semua orang yang melihatnya akan merasa iba. Dia seperti mayat hidup yang penuh dengan kesedihan. Tidak mempunyai semangat.

“Bisakah kau membawaku menemuinya? Aku mohon. Aku harus bicara padanya. Aku harus membawa adikku kembali. Kyungsoo-yah, Jongin tidak bisa melakukan apapun tanpa aku. Aku khawatir dia akan kesusahan. Aku mohon bawa aku menemuinya”cerca Jongdae sambil mengatupkan kedua telapak tangannya, benar-benar memohon pada Kyungsoo.

Sedangkan di mata bulat itu, tertangkap sebuah ekspresi yang baru pertama kali dilihatnya dari sosok seseorang yang sudah menjadi sahabatnya. Mereka tinggal bersama selama beberapa tahun. Bercanda dan menyelesaikan semua masalah bersama.

Ini pertama kalinya. Saat wajah yang biasanya dihiasi dengan senyuman lebar, nada bicaranya yang membuat telinga orang yang mendengarnya akan terasa berdengung, kini semua itu tidak terlihat. Senyuman itu menghilang entah kemana ditemani dengan suara paraunya yang menyedihkan.

“Jongdae-yah, aku akan membawamu menemui Jongin jika kau sudah sembuh. Sekarang, kau harus banyak beristirahat”seru Kyungsoo mencoba menetralkan suaranya yang bergetar

Jongdae menggeleng, “aku mohon. Aku mohon bawa aku pada adikku. Aku ingin bertemu dengannya” Jongdae menarik-narik baju Kyungsoo. “Aku mohon”

“W-wae geurrae? Jongdae-yah, kenapa aku menangis?”

Tiba-tiba Baekhyun muncul dari balik pintu. Matanya seketika membulat lebar saat melihat Jongdae sudah terisak. Kyungsoo menatap lirih Jongdae dan melepaskan pelan tangan Jongdae yang mencengkram bajunya.

“Aku mohon bawa aku pada Jongin”

Baekhyun dan Kyungsoo saling pandang. Namja bermata kecil itu langsung bisa mengetahui alasan mengapa Jongdae menangis hingga terisak. Ia menelan ludah pahit. Badai itu juga terjadi didalam hatinya, semakin besar dan saling berperang. Kesedihannya dan kesedihan sahabatnya membuat luka itu semakin lebar. Bahkan bernanah hingga menimbulkan rasa sakit yang teramat dalam.

“Aku akan membawamu kesana”

***___***

-

Bandar Udara Internasional Nogales, Meksiko

-

Kelima namja itu keluar dari pintu kedatangan Internasional setelah menghabiskan waktu lebih dari 12 jam terbang diudara. Mereka tidak memutuskan untuk beristirahat di hotel namun memilih untuk makan disebuah restoran yang ada di bandara itu.

“Kenapa kita tidak langsung ke Karibia?”tanya Luhan bingung

“Benar. Kita tidak bisa membuang-buang waktu”sahut Chanyeol

Sehun meletakkan gelas minumnya lalu menyandarkan punggung, ditatapnya wajah teman-temannya itu lekat. “Kepulauan Karibia memiliki banyak gugusan pulau kecil. Panglima Suko belum memberitahu kita harus kemana”

“oe? Jadi kepulauan Karibia bukan satu pulau?”

“Gugusan pulau-pulau kecil di laut Karibia memiliki nama yang berbeda-beda tapi keseluruhan gugusan itu dinamakan kepulauan Karibia karena letaknya di laut Karibia. Karibia adalah kepulauan bukan pulau”jelas Sehun langsung membuat Chanyeol, Tao dan Luhan menggaruk kepala mereka tidak mengerti.

Kris menghela napas, “sudahlah. Tidak usah dipikirkan. Sekarang waktunya menunggu panglima Suko untuk memberikan instruksi selanjutnya”

Kris baru saja menyelesaikan ucapannya saat rasa sesak di dada dirasakan oleh mereka semua. Sesak.Seperti menutup jalan udara mereka.Dan akhirnya, visual seseorang yang mereka tunggu-tunggu muncul dibalik jendela kaca yang ada disamping mereka. Orang itu berpakaian aneh, layaknya seseorang yang berasal dari kerajaan. Seketika, semuanya langsung berhambur keluar menghampiri orang yang ternyata adalah panglima Suko itu.

“Panglima Suko, apa yang kau lakukan disini? seseorang bisa melihatmu”

Chanyeol menarik lengan panglima Suko dan menyeretnya masuk ke dalam toilet.Beruntung sekali kamar mandi itu sedang kosong.Tao segera menguncinya agar tidak ada orang yang masuk.

“Maaf, ini karena aku menggunakan tanah pohon kehidupan sangat sedikit”

Kris mengerutkan keningnya bingung, “wae?”

“Aku tidak mempunyai simpanan tanah pohon kehidupan lagi. Jadi, aku harus mengiritnya untuk berjaga-jaga di masa depan”

“Jadi pohon kehidupan benar-benar belum kembali?”tanya Tao lemas

Panglima Suko menjawab dengan gelengan kepala. Membuat Tao seketika menghela napas panjang.

“Lalu kita harus kemana?”tanya Sehun tidak sabar

“Perdesaan St. Jean di Pulau Gustavia. Orang itu membangun sebuah rumah diatas bukit”

Seketika mata Sehun membulat lebar. Suaranya tercekat menyadari bahwa tempat itu sangatlah berbahaya.

“Kau gila?!”seru Sehun tak percaya. “Bandaranya masuk ke dalam 5 bandara paling berbahaya di dunia! Bagaimana kita bisa kesana?! Kita bisa mati sebelum menemukannya!”nadabicara Sehun meninggi. Dia sangat kesal. Bagaimana bisa mereka harus menuju tempat itu? Tempat itu sangat berbahaya!

“Tapi, dia ada disana”balas panglima Suko

“Sebenarnya ada apa? kenapa bandara itu? Dan kenapa kita bisa mati?”tanya Luhan tak mengerti

Sehun menghembuskan napas keras. Ia menoleh kearah Luhan dan menatapnya lekat-lekat.

“landasannya sangat pendek. Hanya pesawat kecil dan pilot yang sudah sangat terlatih yang bisa mendaratkan pesawat disana. Landasannya dimulai dari lereng gunung dan berakhir di pantai. Jika tidak mendarat dengan benar, pesawat bisa terpeleset dan meledak”

Tidak hanya Luhan, Tao dan Chanyeol ikut membulatkan mata mereka lebar-lebar.“Mwo?!!”pekik mereka bersamaan

“Ya! Kau gila! Kita bisa mati!” kini ganti Tao yang meninggikan suaranya.Jantungnya benar-benar sudah berdegup kencang tak karuan jika harus membayangkannya.

“Panglima Suko, kita tidak bisa kesana!”sahut Chanyeol tak kalah bergidik

“Tenanglah”seru Kris mencoba mencairkan suasana tegang mereka.“Tidak ada kecelakaan yang pernah terjadi disana. Kita memiliki peluang sebesar 99% selamat sampai di tempat itu”

Luhan tetap panik, “Lalu bagaimana jika kita menjadi yang 1%?”

Kris menggaruk belakang kepalanya lalu berseru pelan, “artinya kita menjadi orang pertama yang mati di bandara itu”

“Hyung!”bentak Chanyeol semakin ketakutan.

“Aiiish, jinjja! Apa sesulit itu? Aku benar-benar tidak mau kesana”rutuk Tao menghentakkan kakinya di lantai

“Tapi kita harus!”

“Sehun-ah, kau yakin?”tanya Luhan sedikit ragu

“Kita sudah berada di tempat ini. Kita tidak akan kembali sebelum mendapatkan jalan keluarnya”

Panglima Suko menepuk pundak Sehun pelan sarat terima kasih, “Aku akan terus memperhatikan kalian dan memberikan petunjuk jika kalian kebingungan”

“Kau tidak membantu sama sekali!”ketus Chanyeol

Panglima Suko tertawa kecil, “maafkan aku. Aku harus menjaga kerajaan”

“Aku mohon jaga oema dan appaku”seru Luhan penuh harap

Panglima Suko mengangguk, “baik Pangeran.Itu sudah menjadi tugas saya untuk menjaga Raja dan Ratu. Sebisa mungkin saya akan menemukan cara untuk menyembuhkan mereka”

“Gomawo. Ahh, dan aku akan mengingat wajahmu. Semua ingatanku tentang kerajaan hilang.Aku bahkan sempat melupakanmu. Tapi, sekarang aku akan mencoba mengingatnya”

Panglima Suko tiba-tiba berlutut di depan Luhan, “maafkan saya Pangeran. Saya tidak bisa menjaga kerajaan dengan baik. Saya bahkan tidak mendapatkan jalan keluar atas hilangnya pohon kehidupan. Saya mohon maafkan saya”

“Berdirilah.Kau tidak perlu seperti ini. Aku tetap berterima kasih karena kau sudah menjaga oema dan appaku” Luhan menyentuh kedua bahu Panglima Suko dan menyuruhnya berdiri.

“Baiklah. Kalau begitu aku harus pergi”

“Aiish, lagi-lagi kau akan menyakiti kami”rutuk Tao kesal

Kris menepuk pundak pangeran Suko pelan, “Berhati-hatilah”

Setelah berakhirnya rasa sakit yang teramat sesak itu.Semua pasang mata terbuka lebar-lebar. Kris, Tao, Luhan dan Chanyeol memandang kearah Sehun, menunggu apa yang harusnya dilakukan selanjutnya.  Namun, Sehun justru memandang Kris lekat-lekat. Dia maju satu langkah, menentang dua mata tajam yang hampir menyerupai miliknya sendiri.

“Kau adalah leader kami. Putuskan apapun dan kami akan melakukannya”

Mata Kris melebar, “Sehun-ah, tapi aku—“

“Hyung, aku percaya padamu. Kau pasti bisa memimpin kami seperti peperangan yang dulu”potong Sehun

Luhan mengangguk setuju, “Kami percaya padamu, Kris”

Tao juga menepuk pundak Kris lalu tersenyum lebar, “kami akan mengikuti semua perintahmu, duizhang”

***___***

-

“Jongdae-yah, aku mohon bersabarlah sedikit lagi. Dokter belum memperbolehkanmu pulang”seru Xiumin terus saja menahan tubuh Jongdae yang memberontak ingin meninggalkan ruangan itu.

Kedua tangan Suho juga membantu Xiumin untuk membantu namja yang sudah seperti orang gila itu, “Jongdae-yah, aku mohon tenanglah”ujarnya. “Baekhyunie, cepat panggil dokter”

Baekhyun mengangguk lalu berlari menghampiri suster penjaga. Harus ada yang menenangkannya. Dalam hati, dia merasa sangat bersalah karena sudah mengucapkan janji untuk membawa Jongdae menemui Jongin. Nyatanya, kondisinya masih sangat lemah, masih sangat jauh dari kata ‘sehat’ yang sebenarnya.

Para suster jaga langsung berhambur keruangan Jongdae. Satu orang dokter juga mengikuti. Mereka membantu menenangkan Jongdae yang akhirnya diakhiri dengan satu suntikan penenang di lengan namja itu.

Tidak tega. Sangat tidak tega. Bagaimana bisa Jongdae yang kesehariannya selalu bergembira dan tidak pernah kenal menyerah harus diberi satu suntikan penenang? Sesuatu yang sangat akrab dengan masalah kejiwaan seseorang.

“Ghamsahamnida, dokter”ucap Suho saat Jongdae sudah mulai terlelap

“Aku rasa dia sangat depresi dengan masalah hidupnya. Tolong bantu dia menemukan kembali semangatnya dan jangan membuatnya mengingat sesuatu yang bisa membuatnya sedih. Berusahalah membuatnya menjadi selalu bahagia walaupun itu sangat sulit”

Air mata itu hampir saja keluar disepasang mata bulat itu. Ia menarik selimut hingga menutupi dada Jongdae dan menatap kelopak mata yang tertutup itu lirih. Bahkan dia sendiri tidak percaya jika persahabatan mereka akan berakhir seperti ini.

Tepukan tangan dipundak Kyungsoo membuyarkan lamunannya. Kyungsoo menoleh.

“Kau ingin menangis?”tanya Lay bisa membaca jelas pikiran Kyungsoo

Kyungsoo menggeleng lalu tersenyum kecut, “Aku sudah lelah menangis, hyung. Karena menangis juga tidak bisa membawa Jongin kembali”

“Kesedihan itu akan kita bagi bersama, kan?”

“Aku lebih suka menikmatinya seorang diri karena aku tidak mau membebani kalian, hyung”balas Kyungsoo pelan. “Suho hyung harus konsentrasi mengurus perusahaan Sehun selama dia tidak ada, Xiumin hyung juga sedang sibuk mengurus cafenya seorang diri hingga akhirnya ia memutuskan menutup café itu karena masalah ini, dan kau—“

“Bodoh” Lay memukul kepala Kyungsoo pelan.“Apapun itu kita harus saling berbagi. Tidak perduli seberapa berat beban itu, kita harus merasakannya bersama. Karena nanti pada akhirnya aku juga mau kita bahagia bersama”

Dan entah sudah berapa kali namja berlesung pipi itu selalu bisa memberikan kekuatan untuknya. Seorang hyung yang kini selalu berada disampingnya untuk menjadi sandaran jika dia membutuhkan.

Tangan Kyungsoo mengepal kuat, “hyung, tunggulah disini. Aku pergi dulu”

“Kyungsoo-yah, oedika?”

Pertanyaan Lay tidak terjawab. Kyungsoo berlari meninggalkan rumah sakit dan langsung melompat masuk saat ada sebuah taksi yang berhenti didepannya. Dia menuju suatu tempat. Sebuah tempat yang diyakininya menjadi tempat keberadaan orang itu.

Tak lama dia sampai. Namja mungil itu lagi-lagi berlari menyusuri taman universitas. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat orang yang dicarinya sedang bermain basket di lapangan terbuka. Kyungsoo berbelok. Menghampirinya dengan tanpa menyadari jika kini dia masih memakai sandal rumah sakit yang sangat tipis.

Telapak tangan yang memantul bola berwarna orange itu terhenti saat melihat sosok namja mungil bermata bulat sudah berdiri didepannya. Ia membiarkan bola itu memantul sendiri lalu menghampiri tasnya, ingin melengos pergi.

Suara itu langsung menghentikannya, “Aku tidak percaya jika kau sudah tidak perduli. Kau pasti masih perduli dengan kami. Kenapa kau menyembunyikan perasaanmu? Kenapa kau bersikap seakan-akan kau membenci kami?”

Jongin menoleh lalu tersenyum mendengus, “siapa kau? Kau bersikap seolah-olah paling mengerti aku”

“Karena kau tidak pernah bisa membohongiku!”balas Kyungsoo cepat. “Apa kau lupa? Aku selalu tau jika kau sedang berbohong. Karena setiap kali kau berbohong, mata kananmu akan jadi lebih sipit dibandingkan yang kiri”

Jongin terenyak. Badai besar itu kini terjadi dihatinya. Perasaan itu saling baku hantam dan tidak mau mengalah. Saling ingin mendominasi hingga membuatnya terasa sesak. Bahagia namun juga sedih. Ingin memeluk tapi membenci. Ingin menangis tapi juga tidak bisa menjangkau.

“Aku mohon jenguklah dia walaupun hanya sekali. Aku sangat tidak tega melihat keadaannya yang sangat menyedihkan. Percayalah, dia juga menderita sepertimu. Dia juga tersakiti. Dia benar-benar kehilanganmu hingga hampir gila. Aku mohon walaupun hanya satu kali. Kembalilah”

Jongin bungkam. Ada sesuatu hal yang disembunyikannya dan membuatnya sangat takut. Benar-benar takut karena ini sudah menjadi ketentuannya. Dia bukan lagi salah satu ksatria.Dia bukan lagi sahabat. Kini, dia berada di tim yang bersebrangan. Menjadi peran antagonis yang harusnya menghancurkan mereka sebagai balasannya.

“Aku mohon . Setidaknya, aku ingin melihatnya tersenyum lagi. Aku mohon”

Dan mungkin ikatan persahabatan yang masih meninggalkan sedikit bekas itu mencairkan kebekuan hatinya. Walaupun masih dengan wajah malas, Jongin akhirnya mengikuti langkah Kyungsoo.

***___***

-

Bandara St Barthlemy, St. Jean, Gustavia, Karibia.

-

Setelah melewati ketegangan yang mencekam selama beberapa jam, akhirnya pesawat yang sudah mereka sewa secara pribadi berhasil mendarat dengan baik walaupun roda depan pesawat hampir saja menyentuh pasir pantai.

Mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sedikit merasa bergidik dengan pemandangan malam yang sangat terlihat sangat mengerikan disebuah desa kecil itu. Jarang terdapat rumah, justru yang banyak terlihat adalah bukit kehijauan yang lumayan tinggi. Kening mereka kembali berkerut saat pesawat yang mereka sewa langsung meninggalkan mereka di tempat itu.

“dia ada di atas bukit itu”

Suara panglima Suko terdengar mulai menuntun.

“Sebaiknya kita ke kaki bukit itu dan membuat sebuah tenda. Atau kita mencari penginapan disekitar sini. Malam hari bukanlah waktu yang baik untuk melakukan perjalanan”putus Kris

“Kita mencari penginapan saja, hyung. Itu lebih aman”saran Chanyeol

“Baiklah”

“Excuse me”sapa Kris pada seorang pria yang lewat. “Do you know a hotel around here?”

“You should go straight and turn left. There’s a hotel about 100 meters from first building”

“Ah, thank you”

***___***

-

Pintu itu terbuka dan langsung membuat semua orang yang berada didalamnya berdiri. Mereka setengah tidak percaya melihat siapa yang dibawa oleh Kyungsoo.

“Jongin-ah, akhirnya kau kembali”

Baekhyun sudah ingin memeluk Jongin namun namja tinggi itu langsung mundur satu langkah, menolak pelukan itu.

Kyungsoo menatap Baekhyun dan memberikan gelengan kepala padanya. Dibelakangnya, Suho, Xiumin dan Lay tak kalah bahagia karena akhirnya namja itu mau kembali.

“Dia ada disana”

Kyungsoo menunjuk tubuh yang terbaring lemah diatas ranjang pasien. Ditempatnya, Jongin terpaku. Tubuhnya tiba-tiba saja seperti tersengat aliran listrik yang akhirnya menyakiti hatinya sendiri. Disana, dia melihat tubuh orang yang pernah dia sayangi sedang terbaring lemah, tidak bergerak dan berwajah pucat.

Tanpa sadar, kakinya menuntun mendekati ranjang besi. Kedua matanya menerawang, masih tertancap lurus pada mata yang tertutup itu, memaksa pikirannya kembali memutar kenangan indah yang pernah dilalui mereka berdua.

Susah, senang, menangis, bertengkar. Dan semua tentang masa lalu. Indah. Tidak ada yang memilukan kecuali saat kenyataan itu terungkap tiba-tiba. Seperti mengalahkan seluruh kebahagiaan dan menggantinya dengan kepiluan yang tidak berujung. Luka itu terbuka, bernanah dan tidak bisa disembuhkan lagi. Namun, masih ada sedikit harapan. Secuil kebahagiaan yang terus melekat kuat di hatinya.

Perasaan itu berkecamuk. Tidak mau mengalah dan saling menyerang. Sesak. Sangat sesak. Menimbulkan badai besar disepasang mata tajamnya. Sesuatu ingin merembes keluar. Tangan itu ingin bergerak memeluk. Tapi, perlawanan tiba-tiba menyerang dari segala arah. Kembali membekukan es abadi yang hampir saja mencair.

“Akh!”

Jongin mencengkram dadanya kuat-kuat saat sesuatu seperti sudah memukulnya dengan benda besar. Ia termundur dan punggungnya membentur dinding.

“Jongin-ah!”seru Kyungsoo panik. Ia menghambur kearah Jongin, membantunya untuk berdiri.

“Jangan sentuh aku!” Namun, Jongin justru mendorong tubuh mungilnya dengan kuat hingga ia membentur kaki ranjang besi.

“Jongin-ah, wae geurrae?” Suho tak kalah panik.

Napas Jongin terengah-engah. Ia terus saja meringis kesakitan. Tergopoh-gopoh, ia mencoba berdiri walaupun kakinya terus saja bergetar hebat.

“Jongin-ah” Kyungsoo masih mencoba membantunya namun Jongin buru-buru mengelak

“Jangan sentuh aku!”

Tidak ada yang berani menahan saat langkah-langkah kaki itu menjauh. Dia pergi, meninggalkan seluruh pasang mata yang sedang menatapnya dengan pandangan bingung. Hingga akhirnya suara lirih seseorang membuyarkan semuanya. Semuanya menoleh ke belakang.

“Jongin-ah…”

-

-

-

-

TBC

About these ads

54 thoughts on “FF EXO : 12 Forces 12 Knights II Chapter 14

  1. kenapa pendek :(

    kak, apa maksudmu dengan statment;
    “Dia bukan lagi salah satu ksatria.Dia bukan lagi sahabat. Kini, dia berada di tim yang bersebrangan. Menjadi peran antagonis yang harusnya menghancurkan mereka sebagai balasannya”

    Jangan bilang kalo Kai ….. ToT huuuaaaa ToT

    Niatnya pen ngomelin kakak ato berkicau kicau ga jelas sebagai ekpresi kesalku karena lama banget nge publish next chapternya 12forces12knights…

    Tapi ga jadi. Aku bener bener speechless.
    Ga tau mau ngomong apa.
    Adegan disini bener bener memainkan perasaanku. Ikut bahagia karena akhirnya Kai mau datang, tapi juga sedikit kesal liat dia sok cuek gitu, dan sedih melihat adegan terakhir Kai yang kesakitan gitu..

    lagi dan lagi kenapa kakak ga jelasin apa yang terjadi dengan Kai?

    Ah tbc ngeganggu banget :3

    kak plis, next chapnya a.s.a.p ToT

  2. author!!!!!!!!!!! ane hampir aja berpaling dari wp ini forever #apa ini…
    OW YEAAAAAAAAAAAAAAAH ni ff ada lagi…
    itu jongin balik lagi jd kesatria lg kan?????…*semoga*
    SPEACHLESS SE SPEACHLESS-NYA *apa ini*
    heboh bin kaget ni ff keluar
    HWAITING THOR!!! LANJUTKAN!!!!!

  3. eon mau comment lagi :D jangan bilang jongin tbtb ngerasa sakit kaya gitu grgr si taemin -____- iyakan min? ah min aku nangis grgr feel nya dapet banget apalagi yang part nya abang kyungsoo :””’ cepet lanjut ya min ^^

  4. aaaa kkamjong wae geurrae??!!!! :(
    selalu begitu eon, ada sesuatu ditubuh kai kyk na
    habis pasti sakit didada saat mau dekat sama yg lain na
    kasihan jongdae eon :(
    kasihan semua na :(

  5. Ya! Sebenarnya apa yg terjasi pada kai sih? Dia itu kenapa jangan bilang si taemin itu berasal dari negara api#atonegaraapalahitu-_-# udhau netesin air mata tapi gk.jadi karena tba- tiba si kai berteriak kesakitan…

    Disini ceritanya yg kependekan ato aku yg tetlalu serius ngebaca. Author kalo bisa cepet buat mereka bersatu lagi bosen.dan muak banget liat mereka kayak gitu egonya pada tinggi setinggi monas (?)

    dan ada beberapa hal yg aku gk ngerti disini, kenapa si kai kalo disentuh sama sodaranya yg ksatria dia pasti kesakitan?, trus tandanya di punggung juga hilang?- maksa nih soalnya penasaran- tiap hari aku selalu check ke wp ini kali ajj udh di update dan ternya sekar

    • Sekarang udh di uipdate maksudnya itu tiba tiba error jadi kepotong, next chap aku tunggu tapi jangan lama lama soalnya takut lupa sama chap yg kemarennya Keeo write

  6. eonnie ini publisnya lama banget, aku nunggu tiap hari dan akhirnya penungguan panjang usai hehe. sekarang nunggu next chapter lagi nih makin lama makin penasarannn woooo

    mau nanya bentar, ada yang membingungkan.
    dipunggungnya jongin udah gak ada tanda lagi?
    apa dia sekarang bukan bagian dari pangeran lagi?
    trus apa jongin ikut negri api merah buat ngelawan exo planet?
    abis eonnie bilangnya skrg kai udah jadi musuh
    trus entar ada tambahan cast lagi?
    yang jadi orang yang tinggal di karibia itu?
    makin kesini makin banyak cast dari luar exo
    taemin sebenernya jahat apa engga?
    taemin kayak merubah jongin gitu, aku jadi agak ga suka sama dia sikapnya yang polos tapi bisa merubah jongin

    lanjut eon! jangan lama-lama lagi oke?

  7. KAIII T_T huaaaa kayanya yang paling tersakiti kai ya :””((
    huaaa chapter ini emang bikin galau + mewek :”
    sehun jadi stres gitu kayaknya, ah duo maknae fighting :’) kai&sehun

    thor jangan bilang kalo kai itu…… aaaa ANDWE :|
    kasian banget sama jongdae sampai kehilangan akal sehat(?) gitu
    kris, suho, lay, baekhyun, chanyeol, xiumin, luhan, chen, D.O, tao, shun sama kai FIGHTING, ILOVE YOU :*

    bagus thor, bagus banget jadi benar2 menghayati. DAEBAK buat author semangat buat ff ini ;) ditunggu next chapter :D :D]

  8. Gak house tree gak 12forces sama aja bikin penasaran._.

    Author!!! Lu buat gua gila thor!!!!!!!!!! Kenapa lagi seru seru nya malah ada itu si peganggu!!!!!

    Kai kenapa sih,thor? Kok kesakitan? Kenapa thor?! Kenapaaahh?! TTwTT

    Next nya cepet ya thor *aegyo* *author muntah lagi-_______-

  9. Wahhh jongin knapa itu eon???

    Kok dia kesakitan begitu…

    Trus itu ntar kira2 sehun cs berhasil gak ya eon nemuin orng itu ,, trus mengembalikan pohon kehidupan yg hilang…..

    Trus itu yg manggil jongin jongdae ya eon??

    Aduhh kasian aku sma jongdaenya eon,, dia smpai depresi bgitu.. Itu kai juga keterlaluan bnget gk mau dngerin alasan jongdae…

    Oke deh eon next chapter saya tunggu ya …

  10. OMG!!!! so? jongin bukan ksatria lagi??? waeee~~? taemin itu jahat????!!! go to my home taeminiee~ ill give u a punishment!! (?)

    hahaha konyol itu yg lagi jalan2(?) kr karibia nguquq pas kris bilang kl gak selamat ya mereka org yg pertama mati di bandara itu kkkkkk~~

    lanjut ya kak. aku tunggu ffmu yg mana aja semuanya seruu~ hehehe

  11. duhh author pengen bikin aku mati penasaran yaa? itu jongin kenapa? hueee aku masih bingung, gak kepikiran apapun DX author berhasil deh bikin aku penasaran setengan hidup(?) lanjut ya thor!^^

  12. Akhirny jongin mau jengukin jongdae jg..wlaupun berakhir dgn penolakn jongin dan meninggalkan ruangan jongdae…
    Sebenarny apa yg trjadi ma jongin??aq msh pnasaran knpa tanda klo ia sbgai ksatria hilang??krna menolak kenyataanny kah??ato krna keberadaan taemin??nan molla..
    Next part dtunggu unn..

  13. keren-keren eon..
    ahh.. aku baru bisa coment, soalnya kemarin aku pergi dan bisa baca dihp.
    jadi ribet deh kalau mau coment..

    keren eon lanjutanya cepetan ya!!! :)
    ditunggu….,,,

  14. Ini sebenernya kenapakh?!
    Jongin kamu jahat sangat!!

    Terus dibagian “Dia bukan lagi salah satu ksatria.Dia bukan lagi sahabat. Kini, dia berada di tim yang bersebrangan. Menjadi peran antagonis yang harusnya menghancurkan mereka” itu sebenernya kenapa?! Geregetan >o<

    Jangan bilang kalo di Next Chap ada hubungannya sama Taemin (-'_'-)

    Hyaaaaaaa…
    Yasudahlah *tarik nafas* *kontrol diri*
    Cepetan Lanjutin sajalah eonn :D

  15. eonni kok lama kali lanjutnya …
    ah jongin ah wae geurae ??
    apa yg trjadi knapa smua tanda itu mghilang ?? dan knpa kau mrasa kesakitan ??
    eon jgn lama2 y next eps’a aq cape nunggu’a (plak) hehe eon yg cpe ych ?! keep writing and fighting eonni

  16. eonni kok lama kali lanjutnya …
    ah jongin ah wae geurae ??
    apa yg trjadi knapa smua tanda itu mghilang ?? dan knpa kau mrasa kesakitan ??
    eon jgn lama2 y next eps’a aq cape nunggu’a (plak) hehe eon yg cpe ych ?! keep writing and fighting eonni ~@^_^@~

  17. unni T.T semakin nyesek bacanya.
    sebenernya Kai itu kenapa? kenapa selalu jadi kayak gitu?
    aku kasian ama Chen2, pasti kurus banget tuh sekarang.. Gwenchana Oppa? Author unni jahat yak ama Oppa? Oppa dapet peran mengenaskan kayak gitu? *PelukJongDae*
    teka tekinya masih belum tercepahkan unni, next chapter ditunggu ^^

  18. aisshhh!. thor knp tbcnya pas lagi seru2nya coba.. sumpah saya masih penasaran si Jongin knp? kok kesakitan kyk gitu..emangnya dia knp? pokoknya cepet di post ya chap selanjutnya.!!! ditunggu~ hehehe

  19. Finnaly update :)
    Entah kenapa feeling ku mengatakan itu knpa taemin dan kai dilarang untuk dipertemukan karena akan membuat kai menjadi bertentangan dg takdirnya ya
    “Dia bukan lagi salah satu ksatria.Dia bukan lagi sahabat. Kini, dia berada di tim yang bersebrangan. Menjadi peran antagonis yang harusnya menghancurkan mereka sebagai balasannya”

    Kalimat ini sih yg ngedorong semakin rancu, dan well -.- ituu tempat persembunyiannya horor amat diatas bukit.
    Sedikit shock saat liat jongdae nangis kayak gitu,
    Terima kasihh udh publish chap iniii ^^

  20. pingin bunuh tbc!!! -__-
    masih penasaran itu kai kenapaa, trus taemin itu sebenernya siapa sih ._.
    next chap jangan lamalama dong eonni u,u

  21. Kainya kenapa?
    Aigoo… Konfliknya ff ini ngena banget eonn…
    Sempet ngakak pas waktu baca partnya bandara st. Jean
    pada takut mati semua ternyata, haha… #plakk
    Nice ff eonn!
    Keep writing, eonni!!!

  22. ahhh chingu lama banget updatenya -_-”

    lanjutannya agak cepet yah…hehehe…#dimarahin author

    oia chingu sekalian, temen aku ada yg punya kai id card, dia pengen tukeran sama id cardnya baekhyun or chanyeol??ada yg bisa bantu??

  23. huaaaaaaaaa jongiiiiiin-aaaaaaahh
    jangan pergiiiiii
    kasian banget jadi jongin sama jongdae
    masalahnya ngga kelar-kelar

    ayoooo thoooooorrr dilanjutkan ffnya
    ini keren looooooohhh :D serius

  24. Yah tlat baca.a kirain chapter.a yg ni blm d share eh trnyata udah ya(?)
    tpi ni kpendekn thor,,lanjt chapter slnjt.a jngn lma2 ya thor ;)

  25. huhhhh kapan sih kkamjong sadarnya bete dech kan kacian jongdae jongin jahattttttttttt,
    author mang daebak bner deh bkin jalan critanya 12 jempol buat author deh,bsa bkin q senyum2 ndiri dan pastinya juga jengkel author cpetan lanjut chapter slanjutnya ya,,,,

  26. Aaaaaaaa!! Itu Jongin Oppa kenapa??!! T^T

    HunHan Oppa, Chanyeol Oppa, Tao Gege, Duizhang Kris, FIGHTING!! ‘_’)9

  27. Thor next chap nya cptan dilanjutin ya! Tuh kai nya kyk dicuci otaknya yah? Mrka hrs kumpul ber 12 lgi! Kai nya jgn jadi jahat ya thor, tanda poenix nya jg hrs muncul lgi..

  28. Eoniii?aaahh…itu itu itu jongin knapa?knapa rus slalu sakiiit saat dia mulai melunak?ap ad sesuatu dlam drinya?trusss…knapa kai gak ngejelasin alsan yang sbenernya pda Hyung2nya?aaaaghhh…eoniii….moga entar HAPPY ENDING!FAIGHTING BUAT eoni…and exo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s