FF EXO : 12 Forces 12 Knights II Chapter 2

12 forces 12 knights 2

Tittle                      : 12 Forces 12 Knights II

Author                  : Oh Mi Ja

Genre                   : Fantasy, Brothership, Friendship, Comedy

Cast                       : All member EXO

Summary             : “Kalian adalah sahabat pertamaku. Jadi, aku harap selamanya kita akan selalu seperti ini”

 

Pagi yang sangat cerah di Paris. Kedua belas ksatria keluar dari Place des Vosges, sebuah hotel mewah dengan pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Semuanya ternganga hebat, menikmati pemandangan yang baru pertama kali mereka lihat itu. Tadi malam, saat sampai di Paris. Mereka belum sempat melihat sekelling karena tubuh mereka sudah sangat lelah. Tapi pagi ini, semuanya terbayar. Pemandangan di sekitar Place des Vosges benar-benar sangat indah. Daebakk.

Semuanya memutuskan untuk jogging disekitar taman. Udara pagi sangat bagus untuk kesehatan.

“Jinjja…noumu..noumu..chua..”decak Lay kagum sembari menatap berkeliling

Baekhyun mengangguk, “aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa berada di tempat ini”

“Lihat.Itu menara Eiffel”tunjuk Jongdae bersamangat pada sebuah menara yang menjulang tinggi diantara bangunan-bangunan tinggi. Menara itu tertutup oleh kabut pagi.

“whoooaaaaa…..”

“Aiish, menyebalkan sekali. Aku belum menyelesaikan tugasku, dosen pasti akan memarahiku habis-habisan”keluh Chanyeol. Karena Sehun terus memaksanya untuk ikut berlibur, terpaksa dia harus tidak masuk kelas untuk beberapa hari dan meninggalkan setumpuk tugas hukumannya. Entah omelan apa lagi yang akan dia terima nanti.

Sehun menepuk pundak Chanyeol, “hyung, jika kau ingin kembali ke Korea. Aku akan memesankan tiket hari ini. Mianhae…”ujar Sehun menyesal, membuat Chanyeol langsung menoleh padanya dengan mata terbelalak.

“Kau gila?? Tentu saja tidak. Aku juga ingin berlibur. Paris lebih penting daripada omelan dosen”

Kris memukul kepala Chanyeol pelan, “pabo!”

“appo…hyung, kenapa memukulku?”

“Chanyeol-ah, kau terlalu banyak bicara”cibir Xiumin membuat yang lain terkekeh.

“hyung, kau haus?”tanya Sehun pada Luhan yang ada disampingnya

“emm..sedikit..”

Sehun menarik lengan Luhan,“Kajja”

Sehun menarik Luhan menghampiri sebuah air mancur yang ada ditengah taman. Air mancur itu berwarna putih dan berbentuk seperti wastaffel. Sangat unik. Luhan mengerutkan keningnya bingung. Belum lama menjadi manusia, membuatnya masih terlongo-longo dengan benda-benda yang baru dilihatnya. Termasuk saat ini, setaunya benda yang ada didepannya berfungsi untuk mencuci tangan atau menggosok gigi.

“kita bisa minum dari sini”tunjuk Sehun

Luhan menaikkan alisnya tinggi-tinggi, “ehh??”Dia langsung menggelengkan kepalanya. “Shireo”

“wae?”

“Air itu sangat kotor. Bukankah dirumah, tempat seperti ini hanya untuk mencuci tangan dan gosok gigi? Shireo!”tolak Luhan menggeleng lagi

“Aniyo.. Air ini bisa diminum. Jinjja. Pemerintah kota Paris memang sengaja menyiapkannya untuk pejalan kaki yang sedang haus. Penduduk disini juga banyak yang minum dari sini. Lihat, disana juga ada”tunjuk Sehun kearah lain. Luhan menoleh dan melihat patung malaikat kecil berwarna putih.

“itu juga air mancur seperti ini”jelas Sehun lagi

“mwo?? Jinjjayo??” tiba-tiba Chanyeol ikut bergabung. “Baekhyunie..Baekhyunie..air ini bisa di minum!!”teriak Chanyeol. Tak jauh, Baekhyun berlari menghampiri mereka bertiga.

“Whooa, ternyata memang bisa diminum? Aku banyak menonton film dan orang-orang itu meminum air dari sini. Akhirnya aku juga bisa meminumnya”decak Baekhyun kagum.

“oe? Jinjjayo? Apa benar bisa diminum?”tanya Luhan masih ragu

Chanyeol dan Baekhyun mengangguk, “tentu saja, hyung”

“Ya! Palli! Kita masih harus berolahraga”teriak Xiumin memperingatkan Sehun, Luhan, Baekhyun dan Chanyeol.

***___***

 

Malam harinya, mereka melanjutkan liburan mereka dengan menaiki sebuah kapal feri yang berlayar diatas sungai Seine. Menikmati pemandangan malam Paris dan keindahan menara Eiffel yang menjulang tinggi di bagian kiri sungai.

Udara malam yang sangat dingin, hanya sekitar 2 derajat celcius. Tetap tidak membuat mereka menyerah untuk melanjutkan perjalanan. Pemandangan malam yang indah tentu saja mengalahkan rasa dingin itu.

“Whoooa, menara Eiffel benar-benar indah daripada yang aku lihat di gambar”decak Luhan kagum.“Sehunie, siapa yang membuat menara itu?”

“Gustave Eiffel. Menara itu dibuat untuk memperingati revolusi Perancis…emm..sekitar tahun 1889”

Mata Luhan melebar, “jadi umurnya sudah lebih dari satu abad?”

Sehun mengangguk, “dan jembatan itu..”Sehun menunjuk sebuah jembatan yang ada didepan mereka. “namanya adalah jembatan  Alexander III. Jembatan itu adalah simbol persahabatan antara Perancis dan Rusia. Dan dua patung yang ada diujungnya benar-benar terbuat dari emas”

Tidak hanya Luhan, yang lain ikut mengagumi keindahan jembatan itu. Dengan relief-relief berwarna emas disana, membuat jembatan itu terlihat sangat eksotik.

Setelah jembatan Alexander, Sehun menjelaskan tentang jembatan yang melintang diatas mereka selanjutnya. Jembatan Concorde. Sebuah jembatan yang dibangun saat revolusi Perancis sedang berkobar. Sebelum bernama ont de la Concorde, jembatan itu bernama jembatan Revolusi. Dan banyak orang yang tau kalau batu-batu asli jembatan diambil dari penjara Bastille yang dihancurkan massa.

Di sisi kanan Concorde, berdiri bangunan parlemen nasional. Salah satu bangunan kuno yang menjadi kebanggan warga Paris. Selanjutnya secara berturut-turut, berdiri Musee du Louvre dan gereja tua Notre Dame.

Penjelasan Sehun berakhir seiring perjalanan mereka juga berakhir. Luhan sangat terkagum-kagum, bukan hanya karena memandangi bangunan-bangunan yang indah tapi juga karena mendengar penjelasan panjang lebar dari Sehun.

“Whooa, Sehunie, bagaimana kau tau begitu banyak?”tanya Xiumin kagum

“Setelah oema meninggal, appa sering mengajakku jalan-jalan untuk melupakan kesedihanku. Karena itu, aku sedikit mengetahui tentang tempat ini. Dulu, appa pernah mengajakku kesini”

Tao mendengus, “jalan-jalan kau bilang? Kau sombong sekali”cibirnya. Yah, karena bagi Tao dan yang lain, arti ‘jalan-jalan’ menurut mereka adalah mengunjungi sungai Han, menara Namsan, atau Myeongdong bukan mengunjungi Paris dan negara lainnya. Itu namanya adalah keliling dunia bukan jalan-jalan.

Sehun tertawa kecil sembari menolong Luhan keluar dari kapal. Mereka berjalan beriringan melewati Paris Plages. Sebuah pantai buatan yang terhampar ditepi sungai Seine.

“whooa, aku benar-benar seperti sedang berjalan dipinggir pantai”decak Chanyeol kagum

“bukankah tempat ini memang pantai?”sahut Jongin

“Tapi, ini adalah pantai buatan. Bagaimana bisa seindah ini?”

Tak lama mereka sampai disebuah  lahan luas bernama Champ de Mars, tempat dimana menara Eiffel berdiri tegak. Lagi-lagi rasa kagum tercetak jelas diwajah mereka, hamparan rumput hijau membentang luas dibawah menara Eiffel.

“Andwae!”seru Sehun menahan lengan Tao saat hendak ingin berjalan diatas rerumputan.

“wae?”tanya Tao bingung

“Sebenarnya kita tidak diharapkan untuk menginjak rumput”jelas Sehun

Tao mengerucutkan bibirnya kesal, dan akhirnya memilih bergabung bersama yang lain melewati jalanan batu yang membentang membelah rerumputan.

“Kalian mau makan?”tanya Sehun, mengingat sejak siang tadi mereka tidak lagi memasukkan apapun ke dalam perut.

Baekhyun langsung menggeleng, “aku ingin menikmati menara Eiffel dulu”

“Kita bisa menikmati menara Eiffel dan makan secara bersamaan, hyung”

“Jinjjayo??”

Sehun mengangguk, “diatas sana, ada sebuah restoran Perancis. Kita bisa makan disana”

“RESTORAN???!!”pekik mereka bersamaan membuat Sehun harus menarik kepalanya untuk menjauh.

“Aiiish, jangan berteriak”cetus Sehun kesal sembari menghusap-husap telinganya

“Jadi menara itu bisa di naiki?”tanya Jongdae takjub

“bahkan ada restoran didalamnya”tambah Kyungsoo, matanya terlihat semakin membulat.

Kris melirik arlojinya, “tapi, apa kita masih bisa naik kesana?Bukankah ini sudah hampir tengah malam?”

Sehun tersenyum, “aku sudah mengaturnya, hyung. Tenang saja”

“Ya! jangan menghabiskan uangmu untuk hal yang tidak perlu”cetus Kris

“benar. Jangan menghambur-hamburkan uangmu”sahut Suho

“Sehunie, apa uangmu tidak ada habisnya?”tambah Jongin lalu geleng-geleng kepala

“Aniyo. Ini sangat penting. Bukankah dulu liburan kita batal? Sekarang aku ingin menepati janjiku pada kalian”

“Keundae,–“

“Sudahlah hyung. Gwenchana”

Sehun benar-benar menepati janjinya. Mereka tidak perlu mengantri tiket untuk naik ke atas menara. Semuanya seketika mempunyai pikiran yang sama. ‘dia pasti sudah menghabiskan banyak uang’

Saat pintu lift terbuka, mereka tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak berpencar ke segala penjuru. Pemandangan dari sana, benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Lampu-lampu yang menghiasi kota Paris sangat berkelap-kelip. Dari sana, mereka juga bisa melihat sungai Seine, sungai yang mereka lalui tadi.

“aku benar-benar sangat ingin membawa yeoja chinguku nantinya”seru Jongdae sembari tetap fokus ke depan.

Jongin mendengus, “apa kau tidak suka disini bersamaku, hyung?”cibirnya

Jongdae menyeringai, “lebih menarik jika aku bersama yeojachingu-ku, Jongin-ah”

“cih,”

Jongin berjalan menjauh, menuju sisi lain disebelah Kyungsoo.

“Bukankah disini sangat indah?”seru Kyungsoo

Jongin mengangguk, “benar. Sangat indah”

“Dan sangat bahagia karena kita berdua belas ada disini bersama”

Jongin tidak menjawab, ia hanya memandang hyungnya itu lalu tersenyum. Wajah Kyungsoo benar-benar sangat bahagia saat ini. Matanya berbinar menatap seluruh pemandangan yang ada didepannya.

“Aku pasti tidak akan melupakan saat-saat ini seumur hidupku. Saat-saat aku bersama kalian”tambahnya lagi.“Kalian adalah sahabat pertamaku. Jadi, aku harap selamanya kita akan selalu seperti ini”

Jongin merangkul pundak Kyungsoo, “jangan khawatir. Kita akan selalu seperti ini, hyung”

 

“Sehun-ah, sebaiknya kita turun sekarang”ujar Luhan yang daritadi terus mencengkram lengan Sehun dengan kuat. Wajahnya terlihat pucat.

“wae?”

“Aku rasa kita sudah sangat tinggi. Aku tidak suka ketinggian”

Sehun tertawa kecil, “kita belum terlalu tinggi, hyung. Tenanglah, lagipula kau sedang bersama kami”balas Sehun menenangkan.

“Kau bilang ada restoran disini. Lihat, restoran itu sudah tutup”seru Baekhyun menunjuk sebuah restoran yang ada didepannya

“Ada sebuah restoran yang masih buka dilantai 2, hyung. Kajja”ajak Sehun

Luhan buru-buru menarik lengannya, “sebaiknya kita cari tempat makan dibawah saja”

“Hyung, wae? kita sudah sampai disini, kenapa kita harus turun?”protes Baekhyun

“Tempat ini terlalu bahaya untuk kita”

Seketika alis Baekhyun terangkat tinggi, “bahaya?”

“Dia takut ketinggian”sahut Sehun lalu tertawa

“Jinjjayo? Hyung, disini sangat aman. Percayalah. Kajja”

Baekhyun mengapit lengan Luhan dan mengajaknya berjalan bersama. Yang lain mengikuti. Mereka memilih naik ke lantai 2 menara dengan menggunakan tangga. Tidak memakai lift seperti tadi. Sampai akhirnya mereka berada satu tingkat lebih tinggi dari semula. Baekhyun langsung berlari saat melihat sebuah restoran Perancis yang masih buka. Perutnya benar-benar sangat lapar.

bonsoir,monsieur”(good evening, sir)

Seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam rapi menyapa Baekhyun ramah saat namja itu berdiri di depan restoran. Baekhyun tergagap. Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan pelayan itu. Dia tersenyum kikuk lalu membungkukkan tubuhnya.

“Annyeong hasimika..emm..chamkanmanyo…”serunya bodoh lalu berbalik ke belakang, menghampiri Sehun.

“Sehun-ah, aku tidak mengerti ucapan pelayan itu”bisik Baekhyun

“pabo. Jika kau tidak tau, kenapa kau lari duluan?”cibir Suho

“aku sudah sangat lapar, hyung”

Sehun tersenyum, “kajja”

bonsoir, messieur”(good evening, sir) sapa pelayan itu lagi dengan ramah. Kemudian, ia mengikuti langkah Sehunmenuju tempat duduk.

Puis-je vous aider ?” (can I help you?) tanya pelayan itu sembari memberikan daftar menu pada mereka. Seketika mereka langsung mengerutkan kening. Nama makanannya sangat aneh.

“kalian mau pesan apa?”tanya Sehun

“Molla. Aku tidak mengenal semua makanan ini”jawab Lay mengangkat bahu.

“Terserah kau saja” akhirnya Kris menengahi.

peut tu me donner un peu de nourriture ?”(may you give me some food?)

“bien sûr. Quel genre de nourriture que vous aimez ?”(of course. What kind of food do you like?)

Sehun tersenyum lebar, “rien”(anything)

Pelayan itu langsung mengerti, “attendre une minute, monsieur”(please, wait a minute, sir)

“oui. Merci”(yes. Thank you)

Setelah pelayan itu pergi, Chanyeol langsung menarik bangkunya mendekati Sehun.“Kau bisa bahasa Perancis?”bisiknya tercekat

“hanya sedikit. Sejak kecil, aku sudah mengikuti banyak les sehingga aku sedikit mengerti tentang bahasa”

Chanyeol berdecak kagum lalu geleng-geleng kepala, “kau memang orang kaya”

“aniyo, hyung”

Tak lama pesanan mereka datang. Dengan membawa kereta dorong, seorang pelayan yang lebih muda meletakkan piring-piring makanan mereka diatas meja. Disebelahnya, pelayan paruh baya tadi berdiri sembari memperhatikan cara kerjanya. Sepertinya, dia adalah kepala pelayan direstoran itu.

“s’il vous plaît profiter de la nourriture,messieur”(please, enjoy the food, sir)

“merci”(thank you)

Pelayan itu menundukkan kepalanya sedikit lalu pergi. Mata mereka langsung berbinar seketika. Terutama, Baekhyun yang perutnya sudah melilit kelaparan. Tanpa aba-aba lagi, dia langsung mengarahkan garpunya pada lobster bakar yang terlihat sangat menggoda.

“rasanya sedikit aneh”komentar Baekhyun. “sangat berbeda dengan makanan Korea”

“Tapi, kita tetap harus menghabiskannya. Mungkin, ini adalah pertama dan terakhir kita berada kesini. Kita jangan menyia-nyiakannya”sahut Xiumin

“aniyo. Kita bisa kesini lagi lain waktu, hyung”

***___***

 

“Aku sangat kenyang”desah Lay sembari bersandar pada sandaran kursi.

“perutku sudah sangat full”tambah Tao.

“hyung, aku akan pergi dulu. Jika aku mengirimu pesan nanti, bisakah kau dan yang lainnya naik ke atas?”ujar Sehun bergegas pergi.

“Ya! oedika?”tanya Luhan bingung

Sehun tersenyum penuh arti, “tunggulah disini. Kau akan mengetahuinya nanti, hyung”

“Sehunie, kau akan melakukannya?”tanya Xiumin setengah berteriak

Sehun berbalik lalu mengangguk.

“semoga berhasil”seru Xiumin menunjukkan ibu jarinya pada Sehun.

“gomawo”

“sebenarnya ada apa?” kali ini Luhan bertanya pada Xiumin. Ia sudah sangat penasaran.

Xiumin hanya mengangkat bahu, “molla”

“Ya!beritahu aku!”paksa Luhan. “aku sangat takut ketinggian. Aku tidak akan naik keatas”

“Tidak akan ada penolakan. Kau harus ikut”tandas  Xiumin membuat Luhan semakin mengerucutkan bibirnya kesal.

Beberapa saat kemudian ponsel Luhan berdering. Luhan meraihnya dari dalam saku jaketnya.

 

Naiklah keatas, hyung

 

“kita harus naik”seru Luhan memasukkan kembali ponselnya

“baiklah. Kajja”

“aku tidak sabar ingin melihat puncaknya”seru Baekhyun kemudian merangkul Kyungsoo.

Mereka keluar dari restoran dan menuju sebuah lift. Sebelumnya, seorang pelayan patuh baya tadi mengucapkan selamat tinggal dalam bahasa Perancis yang tidak dimengerti sama sekali oleh mereka. Mereka hanya tersenyum tipis lalu menganggukkan kepala sedikit. Satu-satunya yang bersuara hanya Kris. Dia mengucapkan satu kata pendek dalam bahasa Perancis.

“merci”(thank you)

Setelahnya mereka menaiki lift bersama menuju puncak menara Eiffel. Menuju puncak memang tidak bisa menggunakan tangga. Saat pintu terbuka, seketika lampu menara itu mati dengan tiba-tiba, membuat keadaan dipuncak menjadi sangat gelap karena tidak ada cahaya apapun, kecuali cahaya bulan yang tidak terlalu berguna.

Semuanya tersentak kaget.

“mwoya?? Kenapa lampu disini mati?”pekik Jongdae langsung memegang tangan seseorang yang ada didepannya.

“Tao-yah, kau menggenggam tanganku terlalu erat. Sakit” Jongin juga menjerit

“ehh? Kau bukan Kris hyung. Mana Kris hyung? Hyuuung…..”panggil Tao sedikit panik. Dia benar-benar tidak suka gelap

“aku disini. Tenanglah”jawab Kris langsung mendekap tubuh adiknya itu.

“Ya! kita sedang berada dipuncak dan tiba-tiba keadaan menjadi gelap. Sehun-ah, oedisso?”panggil Luhan tak kalah panik.

“Tenanglah, hyung”hibur Chanyeol juga menggenggam tangan Luhan.

Tiba-tiba tak jauh dari mereka ada sebuah sumber cahaya. Mata Luhan membulat seketika. Seseorang yang berdiri didepannya membuat senyumnya kini mengembang lebar.

“Luhan hyung…..”

 

 

 

 

TBC……..

About these ads

15 thoughts on “FF EXO : 12 Forces 12 Knights II Chapter 2

  1. aaaaahhh… Ga nyangka ternyata lanjutannya udh keluar… Keren keren keren.. Lanjutin ya thor.. Lanjutin.. Awas klo ga dilanjutin*maksa*.. Hehehe.. :))

  2. waa eonnie update, pdhl tadi page tak lihat blm ada :D
    iah tuh, pasti itu thehunnie
    jadi pengen diajak ke paris brg mereka
    *baca dan cuma bisa gigit jari
    ini konflik na blm ada iah eon?
    msh lama kah konflik na??

  3. Wahhhh,, kelanjutannya udah ada nih… Itu sehun ama member exo lainnya pergi ke paris kok gak ngajak2 sih #plakkk hahahaha
    Oya author nya pasti suka pelajaran sejarah ya?? Trus authornya psti pinter sejarah ya??? Kok author bsa tau bnyak tntang sejarah2 menara eiffel dan tempat2 bagus di paris sih??? Atau jangan2 authornya udah pernah ke paris ya??? Hehehehehe
    Trus author nya bisa bhasa perancis ya??? Wahhhhh authornya daebakkkkkk ::)) wahhh penasaran ama kejutan yg dikasih ama sehun… Kira2 apa ya??? Kelanjutannya aku tunggu author ::))

    • author jawab satu-satu yaa…. :D
      author ngga suka dan ngga pinter pelajaran sejarah, author malah suka bolos kalo lagi pelajaran ini T.T
      Author tau tentang tempat-tempat di Paris karena tante author kebetulan pernah tinggal di sana hihihi. author belum pernah ke Paris, hiks :(
      author ngga terlalu ahli bahasa Perancis cuma tau basicnya doang :D

      Hayoooo apa ? :D Ditunggu yaa ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s